Kompas.com - 01/07/2021, 18:04 WIB
Nelayan Pantai Gesing, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, DI Yogyakarta saat akan merapat ke pantai, Kamis (13/12/2018). KOMPAS.com/MARKUS YUWONONelayan Pantai Gesing, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, DI Yogyakarta saat akan merapat ke pantai, Kamis (13/12/2018).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul, menutup obyek wisata di Pantai Gesing dan beberapa kawasan wisata lainnya.

Lurah Girikarto Tuyadi mengatakan, kebijakan penutupan kawasan Pantai Gesing berlaku mulai Selasa (29/6/2021) hingga Rabu (7/7/2021) mendatang.

Penutupan dilakukan karena adanya petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) yang dinyatakan positif Covid-19.

Baca juga: Wisatawan Luar DIY Wajib Tunjukkan Surat Keterangan Bebas Covid-19 Saat ke Gunungkidul

Selain itu, di kawasan tersebut ada tiga warga yang meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19.

"Senin (29/6/2021) ada dua yang meninggal dunia dan Rabu (30/6/2021) ada satu lagi meninggal karena corona," kata Tuyadi saat dihubungi melalui sambungan telepon Kamis (1/7/2021).

Dijelaskannya, obyek wisata mulai dari Gesing, Taman Watu, Teras Kaca, HeHa Ocean View, hingga Puncak Segoro ditutup sementara.

 

Tidak hanya di kawasan Gesing, di Pantai Kesirat juga ditutup karena ada petugas TPR yang sakit sehingga diikutsertakan dalam tes Covid-19. Selain itu juga ada Pantai Gigrak.

Baca juga: Itinerary 2 Hari 1 Malam Jelajahi Wisata Gunungkidul Terbaru

 

Menurut dia, penutupan sudah melalui proses musyawarah kalurahan dan konsultasi dengan Panewu Panggang serta Dinas Pariwisata Gunungkidul.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan penutupan ini.

Hal ini sejalan dengan upaya dari pemerintah untuk menekan laju penularan covid-19.

"Tidak masalah, karena memang kita sedang kondisinya seperti ini," kata Harry.

Jumlah pengunjung menurun

Nelayan Pantai Gesing, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, DI Yogyakarta tengah memperbaiki jaring, Kamis (13/12/2018).KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Nelayan Pantai Gesing, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, DI Yogyakarta tengah memperbaiki jaring, Kamis (13/12/2018).

Pengunjung harus menjalani tes rapid antigen untuk bisa berwisata di kawasan tersebut. Banyak dari mereka yang harus putar balik, sehingga jumlahnya berkurang 50 persen.

Saat disinggung mengenai kebijakan rapid antigen dan bebas Covid-19 untuk pengunjung, Harry menjelaskan bahwa terjadi penurunan yang cukup signifikan.

Kunjungan pada hari Selasa ada 1.289 orang, namun untuk hari Rabu hanya 597 orang.

Baca juga: Wisata Bantul Ditutup, Kunjungan ke Gunungkidul Tidak Meningkat

"Memang kebijakan tersebut menyebabkan penurunan kunjungan, sekitar setengahnya," kata Harry.

Adapun, Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengeluarkan Instruksi Nomor 443/2707.

Instruksi tersebut mengatur mengenai perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Gunungkidul untuk pengendalian Covid-19.

Dalam instruksi tersebutm satu poin di antaranya mengatur kegiatan pariwisata di Gunungkidul.

Pada diktum kesembilan, di penerapan kegiatan di area publik yang salah satunya adalah tempat pariwisata, pada poin pertama ditetapkan bahwa semua pengunjung diwajibkan membawa atau menunjukkan hasil rapid antigen negatif.

Baca juga: Jateng di Rumah Saja, Kunjungan ke Pantai Gesing Naik 10 Kali Lipat

Selanjutnya pada poin kedua diinstruksikan untuk dilakukan pembatasan jam operasional hingga pukul 18.00 WIB.

Selain itu, diatur pula pembatasan jumlah pengunjung maksimal 25 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Adapun pada poin ketiga, jika terdapat pelaku wisata terkonfirmasi positif Covid-19 di suatu tempat wisata, maka tempat itu akan ditutup sementara hingga wilayah tersebut dinyatakan aman.

Pendapat pelaku usaha pariwisata

Salah seorang pelaku usaha wisata dan restoran Kalahari Resto Danang Ardianta mengatakan, pihaknya menutup restoran sampai waktu yang belum ditentukan.

"Kondisi penyebaran Covid-19 yang sangat masif di Gunungkidul. Ini (penutupan sementara) guna membantu pemerintah dalam upaya menghentikan penyebaran Covid-19. Selain itu juga murni untuk melindungi keluarga saya dan seluruh pegawai Kalahari juga lingkungan sekitar,” ucapnya.

Baca juga: Pantai Gesing, Rasa Bintang Lima, Harga Kaki Lima

Ia menambahkan, selama tutup ini pihaknya hanya melayanan pemesanan secara daring baik makanan maupun minuman.

Dalam periode yang sama pula, sebagian pegawai Kalahari Resto akan bergabung menjadi relawan Covid-19.

Baca juga: Pascalibur Lebaran, Kunjungan ke Gunungkidul dan Bantul Meningkat

 

Dalam artian, pihaknya akan turut turun tangan memutus rantai penyebaran virus sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya.

“Kami berharap seluruh masyarakat membantu pemerintah dalam upaya menghentikan penyebaran Covid-19 untuk menjalankan hidup dengan prokes yang ketat,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

Jalan Jalan
Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Travel Update
15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

Jalan Jalan
Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Travel Update
Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Jalan Jalan
8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

Jalan Jalan
Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Travel Update
11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

Jalan Jalan
Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Travel Update
Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Travel Update
Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Travel Update
Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Travel Update
Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Travel Update
Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.