Kompas.com - 01/07/2021, 19:43 WIB

KOMPAS.com – Sejumlah program pemulihan ekonomi Bali, yakni Work from Bali (WFB), wisata vaksin di Bali, Travel Corridor Arrangement (TCA), dan pembukaan Bali untuk wisatawan mancanegara ditunda.

Penundaan tersebut lantaran adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang ditetapkan pada 3-20 Juli 2021.

Baca juga: Apa Itu Work From Bali? Ini Penjelasan Lengkapnya

Adapun, dalam PPKM Darurat tersebut, terdapat aturan bahwa seluruh tempat wisata ditutup sementara. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mendukung kebijakan pemerintah.

Ia juga menginstruksikan seluruh destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif untuk ditutup sementara.

Baca juga: Terbang ke Jawa dan Bali Harus Bawa Kartu Vaksin Covid-19

“Penanganan Covid-19 ini harus didukung secara totalitas. Jadi kita satu komando. Sebagai kementerian yang membawahi 13 subsektor pariwisata dan 17 subsektor ekonomi kreatif, kami menginstruksikan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk mematuhi PPKM Darurat mulai 3-20 Juli 2021,” kata Sandiaga dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (1/7/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik, Rencana Bali Sambut Turis Asing Menunggu Kepastian

Diharapkan, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat kembali berperan aktif setelah angka kasus Covid-19 lebih terkendali.

“Hal ini akan kita patuhi dan kami sudah memberikan seruan yang tegas kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk melaksanakannya, tanpa terkecuali. Karena keselamatan dan kesehatan rakyat Indonesia adalah yang utama,” ujarnya.

Percepatan dana hibah pariwisata 2021

Ilustrasi Bali - Pemandangan dari atas bukit di Desa Pinggan, Kintamani, Bangli, Bali.SHUTTERSTOCK / AGUNG KIRANA Ilustrasi Bali - Pemandangan dari atas bukit di Desa Pinggan, Kintamani, Bangli, Bali.

Dana hibah pariwisata 2021 untuk pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19 akan didistribusikan dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Melansir dari Kompas.comdana hibah tahun ini berjumlah Rp 3,7 triliun.

Baca juga: Dana Hibah Pariwisata 2021 Akan Didistribusikan 2-3 Bulan Mendatang

Penerimanya pun tidak terbatas pada pengelola serta pekerja hotel dan restoran, tapi diperluas ke pengelola serta pekerja taman rekreasi dan biro perjalanan wisata.

“Sampai saat ini dana hibah pariwisata tahun 2021 yang berjumlah Rp 3,7 triliun masih dalam proses finalisasi. Semoga dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan ke depan dana hibah ini dapat segera kita distribusikan ke para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak oleh pandemi Covid-19,” kata Sandiaga, Senin (28/6/2021).

Pemberian dana tersebut rencananya melalui mekanisme transfer ke daerah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.