Kompas.com - 02/07/2021, 10:12 WIB
Bregodo Jogo Malioboro Dok. Situs Visiting JogjaBregodo Jogo Malioboro

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai wajibkan wisatawan dari luar DIY yang berkunjung ke Kota Yogyakarta untuk melengkapi surat keterangan telah divaksinasi.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, semua orang yang datang ke Yogyakarta dapat melengkapi diri dengan surat bebas covid-19 dan juga surat keterangan telah divaksin.

"Kita berharap semua yang datang ke Jogja itu melengkapi diri menunjukkan dirinya sehat dan memperoleh vaksin," katanya, Kamis (1/7/2021).

Baca juga: Sandiaga: Kami Tengah Siapkan Work From Jogja

Lanjut Heroe persyaratan wajib vaksin mulai diberlakukan di Kota Yogyakarta. Menurutnya, saat ini masyarakat telah bersemangat atau antusias untuk mengikuti vaksin Covid-19.

Tugu Yogyakarta, ikon Kota Jogja.Shutterstock Tugu Yogyakarta, ikon Kota Jogja.

"Antusiasme masyarakat saya lihat cukup tinggi. Banyak yang mengantre, sehingga harus kita buat agar keamanan terjamin," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu pihaknya juga akan menggencarkan sweeping acak di lokasi-lokasi wisata dengan lebih selektif dan taktis.

Ia menambahkan, saat ini Pemkot Yogyakarta masih akan menegakkan protokol kesehatan dengan cara persuasif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat hingga TNI dan Polri.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Wisata Keraton Yogyakarta Tutup Seminggu

"Represifnya akan kita lihat aturan-aturannya. Banyak masukan dari masyarakat agar kita lebih represif dengan jatuhkan denda dan sebagainya supaya memberikan efek jera kepada masyarakat bahwa ini adalah dilakukan bersama-sama," jelas Heroe.

Terkait denda, pihaknya telah melakukan rapat dengan Gubernur DIY dan daerah lain untuk mengkaji pelaksanaan denda.

Itu bertujuan agar yang dilakukan oleh Satpol PP, baik itu di kota maupun di kabupaten memiliki pedoman yang sama.

Keraton Yogyakarta (Tribun Jogja/Cahyo Nugroho) Keraton Yogyakarta (Tribun Jogja/Cahyo Nugroho)

"Agar jelas baik denda sanksi sosial dan sebagainya. Kalau aturan umum kan sudah ada semua baik denda, sanksi sosial hingga penutupan. Jadi kita tinggal mengaktifkan itu saja tetapi harus menjadi concern semuanya," kata Heroe.

Baca juga: Setelah Stasiun Gambir, Shower Room dan Loker Bisa Dinikmati di Yogyakarta

Menurutnya sanksi denda bukan bertujuan untuk menghukum masyarakat tetapi bertujuan agar masyarakat benar-benar sadar bahwa sekarang masyarakat bisa menghentikan sebaran Covid.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.