Kompas.com - 05/07/2021, 15:03 WIB
Ilustrasi Hotel Keluarga. Dok. HHWTIlustrasi Hotel Keluarga.

 

KOMPAS.com - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Sutrisno Iwantono mengatakan, pihaknya mendukung langkah pemerintah dalam menerapkan PPKM Darurat.

Adapun, PPKM Darurat di Jawa dan Bali yang berlangsung pada 3-20 Juli 2021 merupakan langkah pemerintah untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Kendati demikian, dia tidak menampik bahwa kebijakan tersebut memberi dampak yang cukup signifikan terhadap industri hotel dan restoran di Jakarta. Salah satu dampak adalah terkait biaya operasional.

Baca juga: 5 Hotel Instagramable di Jakarta, Asyik buat Staycation

“Rekomendasi ke pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kita paham pemerintah sulit dalam kondisi keuangan, tapi kita tidak semerta-merta minta uang. Cuma mohon beban biaya yang selama ini harus kita bayarkan ke pemerintah bisa dikurangi,” kata Iwantono.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam konferensi pers online bertajuk “Dampak PPKM Darurat Pada Industri Hotel dan Restoran, Forum Jurnalis PHRI” pada Senin (5/7/2021).

Minta keringanan biaya selama PPKM Darurat

Sebagai contoh, Iwantono meminta adanya pengurangan dalam biaya listrik. Dia mengungkapkan, pihaknya sudah beberapa kali meminta hal tersebut.

Sebab, hingga saat ini pihaknya masih diharuskan untuk membayar biaya pemanfaatan minimum. Padahal, saat ini pemanfaatan listrik dilakukan di bawah pemanfaatan minimum.

ILUSTRASI - Kamar hotelShutterstock/August_0802 ILUSTRASI - Kamar hotel

“Beri diskon 30-50 persen selama pandemi, khususnya PPKM Darurat. Termasuk subsidi 30-50 persen atas biaya penggunaan air dan tanah,” ujar Iwantono.

Kemudian, Iwantono juga meminta adanya pengurangan beban pajak PB1, Pph, Ppn, dan lain-lain melalui skema insentif atau cashback.

Baca juga: 3 Hotel Ini Re-branding Jadi Penginapan Bercita Rasa Indonesia

Untuk harga sewa bagi restoran, dia juga menyarankan agar ada kelonggaran atau ditangguhkan guna mencegah semakin banyak pengusaha menutup usahanya.

“Beberapa restoran kesulitan soal sewa, sekarang tutup. Biaya sewa dan service charge harus bayar. Ini harus dibayar dari mana?” sambung Iwantono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.