Kompas.com - 09/07/2021, 13:31 WIB
Ilustrasi Bandara Suvarnabhumi, Thailand. SHUTTERSTOCK/SORBISIlustrasi Bandara Suvarnabhumi, Thailand.

 

KOMPAS.com – Otoritas di Thailand berencana untuk mengubah terminal di Bandara Suvarnabhumi menjadi rumah sakit lapangan khusus penanganan Covid-19.

Melansir Bangkok Post, Rabu (7/7/2021), hal tersebut dilakukan lantaran ada peningkatan terhadap infeksi Covid-19 yang membebani sistem kesehatan masyarakat.

Operator Bandara Internasional Suvarnabhumi, Airports of Thailand Plc, telah diminta untuk mengubah terminal yang baru jadi menjadi fasilitas dengan uni perawatan insentif.

Baca juga: Wisata Thailand, 7 Mal Pilihan Bangkok untuk Belanja dan Kulineran

Mereka juga diminta agar fasilitas dilengkapi dengan ruang medis dan dukungan untuk pasien dengan gejala ringan hingga sedang.

Menurut pernyataan pemerintah Thailand pada Selasa (6/7/2021) malam, rumah sakit tersebut mulanya akan menyediakan setidaknya 5.000 tempat tidur pasien.

Seorang ahli epidemiologi dan penasihat Kementerian Kesehatan Thailand Kumnuan Ungchusak,mengatakan bahwa fasilitas medis sudah penuh.

Baca juga: Thailand Targetkan Pembukaan Penuh Pertengahan Oktober 2021

Menurutnya dalam sebuah seminar pekan lalu, kematian dapat berlipat ganda pada Agustus 2021 jika wabah tidak mereda.

Sebagian besar kasus muncul dari Bangkok yang terus melaporkan infeksi dan kematian terbanyak setiap hari.

Varian delta diprediksi jadi paling dominan

Penyebaran varian delta yang diperkirakan akan menjadi strain yang paling dominan pada awal Agustus, telah menghambat upaya untuk menahan wabah Covid-19.

Juru bicara Centre for Covid-19 Situation Administration Apisamai Srirangsan mengatakan pada Rabu bahwa dengan strain yang bermutasi diperkirakan akan menyebar ke lebih banyak provinsi, jumlah kasus harian dapat melonjak menjadi 10.000 muai pekan depan.

Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand.Goasean.com Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand.

Secara terpisah, Satgas Covid-19 Thailand mengatakan, mereka akan mempertimbangkan proposal lockdown di beberapa titik yang dominan Covid-19 di Bangkok, serta area sekitarnya setelah pejabat kesehatan mengajukannya.

Pada Juni 2021, para pejabat menahan diri untuk tidak menerapkan lockdown di Bangkok. Justru, mereka menerapkan pembatasan yang lebih ketat di lokasi konstruksi dan restoran.

Baca juga: Kenapa Bandara di Thailand Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19?

Jumlah infeksi dan kematian harian di Thailand sudah membuat rekor baru pada Juli 2021 dengan infeksi yang diperburuk oleh penyebaran varian delta yang lebih menular.

Adapun, sekitar 90 persen dari 301.172 kasus kumulatif Covid-19 di Thailand telah ada sejak April dengan 6.519 dilaporkan pada Rabu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.