Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengalaman Naik Pesawat Saat PPKM Darurat, Bandara Sepi dan Hasil Tes PCR Lama Keluar

Kompas.com - 12/07/2021, 11:47 WIB

“Email pun baru tadi siang jam 15.00 sore baru dikirimkan. Hitungannya 2x24 jam lebih malah. Percuma kita bayar mahal,” kata Oki.

“Berantakan tata kelolanya. Kemarin banyak yang komplain hasil PCR belum pada keluar padahal besok pagi harus terbang. Semuanya pada emosi sama pelayanannya,” imbuh dia.

Tempat vaksinasi yang ramai

Syarat terbang lain selama PPKM Darurat adalah seluruh penumpang wajib menunjukkan kartu vaksin yang menunjukkan, mereka telah menerima minimal dosis pertama vaksin Covid-19.

Oki mengatakan, dia baru melakukan vaksin pada Rabu pagi sebelum berangkat ke rumah sakit untuk melakukan tes PCR.

“Pas di Manado itu cari-cari info untuk vaksin sebelum PCR. Untung ada kenalan yang urus, jadi lebih mudah,” tuturnya.

Baca juga: Daftar 15 Bandara AP I yang Sediakan Sentra Vaksin Covid-19

Menurut dia, saat ini masyarakat sudah dipermudah untuk menjalani vaksin. Mulai dari gereja, masjid, hingga ruang publik dan mal memiliki sentra vaksinasi Covid-19 yang disiapkan pemerintah.

Mudahnya akses mendapatkan vaksin membuat sentra-sentra vaksinasi yang sudah ada menjadi ramai. Antrean pun cukup panjang.

“Antre sih sebenarnya, cuma karena ada kenalan jadi didahulukan. Lumayan lah kalau normal, cukup antre soalnya,” terang dia.

Kendati demikian, Oki tidak dapat memastikan apakah keramaian di tempat vaksinasi yang dia datangi merupakan orang-orang yang hendak melakukan penerbangan atau tidak.

Baca juga: Ada Vaksin Gratis untuk Penumpang Sriwijaya Air dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta

Sementara untuk Stephanie, dia juga melakukan vaksinasi Covid-19 dengan mengambil waktu beberapa hari sebelum jadwal keberangkatan seperti Oki—yakni tiga hari sebelum PPKM Darurat dimulai, atau seminggu sebelum keberangkatan.

Namun, berbeda dari Oki dan Stephanie, Rossa sudah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama dan kedua sejak Maret.

“Berhubung kantor saya mengadakan program vaksinasi, jadi untuk sertifikatnya bisa mengunduh di situs PeduliLindungi,” paparnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+