Kompas.com - 12/07/2021, 14:08 WIB
Banyaknya warga yang mencuri start pulang kampung di h-1 sebelum larangan mudik membuat kapasitas penumpang pesawat membludak. Kapasitas penumpang pesawat bahkan mencapai 100 persen, alias tak ada lagi kursi kosong yang tersisa.  Ini terjadi pada pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6712 yang berangkat dari Bandara Soekarno Hatta Tangerang, menuju Bandara Raden Inten II Bandar Lampung, Rabu (5/5/2021) sore. KOMPAS.com/IhsanuddinBanyaknya warga yang mencuri start pulang kampung di h-1 sebelum larangan mudik membuat kapasitas penumpang pesawat membludak. Kapasitas penumpang pesawat bahkan mencapai 100 persen, alias tak ada lagi kursi kosong yang tersisa. Ini terjadi pada pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6712 yang berangkat dari Bandara Soekarno Hatta Tangerang, menuju Bandara Raden Inten II Bandar Lampung, Rabu (5/5/2021) sore.

 

KOMPAS.com – Selama PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021, calon penumpang pesawat wajib membawa bukti PCR dan kartu vaksin Covid-19 untuk penerbangan dari dan ke Jawa dan Bali.

Seorang penumpang bernama Stephanie mengatakan, syarat tersebut—terlebih kartu vaksin—merupakan hal yang bagus dan membuatnya merasa aman untuk bepergian menggunakan transportasi udara.

Baca juga: Pengalaman Naik Pesawat Saat PPKM Darurat, Bandara Sepi dan Hasil Tes PCR Lama Keluar

“Adanya syarat wajib tersebut bagus sih untuk mendukung program vaksin pemerintah. Dan wajib PCR juga membuat pelancong lebih merasa aman saat di dalam bandara dan pesawat,” tuturnya, Jumat (9/7/2021).

Adapun, Stephanie melakukan penerbangan pada Rabu (7/7/2021) dari Bali untuk tujuan menuju Jakarta.

Baca juga: Syarat Terbang saat PPKM Darurat Bikin Pemeriksaan Dokumen Lebih Lama

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati syarat-syarat tersebut membuatnya merasa aman, menurut Stephanie, syarat wajib PCR cukup memberi beban. Terlebih lagi dengan harga tesnya yang lebih mahal dari rapid antigen.

“Harga PCR yang masih tergolong mahal membuat kantong menjadi tipis dikarenakan harga PCR lebih mahal dari harga tiket,” jelas dia.

Wisatawan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. UNSPLASH/Rendy Novantino Wisatawan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Senada dengan Stephanie, Rossa yang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Sumatera Utara pada Senin (5/7/2021) mengatakan hal yang sama.

Menurut dia, terkait tes PCR, hal tersebut dirasa lebih aman dibandingkan dengan rapid antigen karena lebih sensitif dalam mendeteksi SARS-CoV-2.

Baca juga: Trafik Penumpang di Bandara AP I Menurun Akibat PPKM Darurat

Tidak jauh berbeda dengan Stephanie dan Rossa, seorang penumpang pesawat bernama Oki juga mengatakan hal yang sama. Namun, menurutnya, syarat wajib tes PCR seharusnya tetap rapid antigen.

“Harusnya cukup antigen saja sih. Kan kasihan kalau biaya sendiri, PCR itu mahal banget,” ujar Oki yang melakukan perjalanan dari Manado ke Jakarta pada Jumat.

Dirinya melanjutkan, biaya tes PCR bagi para pekerja memilik kemungkinan untuk ditanggung oleh pihak kantor.

Baca juga: Syarat Terbang Selama PPKM Darurat, Wajib PCR dan Bawa Kartu Vaksin

Namun, untuk pelancong yang berniat untuk silaturahmi ke sanak saudara, atau sekadar jalan-jalan, biaya tes PCR dirasa cukup membebani.

“Tadi pagi juga ada yang mau berangkat ke Papua, dia tes antigen malah ditolak karena harus PCR. Kasihan banget pokoknya, tiket pasti hangus. Belum lagi tes PR di luar Jawa itu susah,” pungkasnya.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Uniknya Stadion Olimpiade Tokyo yang Dipakai pada Olimpiade Musim Panas 1964

Uniknya Stadion Olimpiade Tokyo yang Dipakai pada Olimpiade Musim Panas 1964

Jalan Jalan
Dukung Program Pemerintah, Sentul Highlands Golf Club Gelar Vaksinasi Massal

Dukung Program Pemerintah, Sentul Highlands Golf Club Gelar Vaksinasi Massal

Travel Update
9 Tempat Wisata Samosir, dari Perbukitan hingga Desa

9 Tempat Wisata Samosir, dari Perbukitan hingga Desa

Jalan Jalan
Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Aceh Utara-Medan

Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Aceh Utara-Medan

Travel Update
PPKM Diperpanjang, Layanan Keimigrasian Tatap Muka dan Online Tutup

PPKM Diperpanjang, Layanan Keimigrasian Tatap Muka dan Online Tutup

Travel Update
IHGMA Imbau Hotel Segera Sertifikasi CHSE

IHGMA Imbau Hotel Segera Sertifikasi CHSE

Travel Update
Lebih Baik Bikin E-Paspor Atau Paspor Biasa?

Lebih Baik Bikin E-Paspor Atau Paspor Biasa?

Travel Tips
Mak Yem, Sosok Legendaris Pendakian Gunung Semeru, Tutup Usia

Mak Yem, Sosok Legendaris Pendakian Gunung Semeru, Tutup Usia

Travel Update
Sejarah Danau Toba, Letusan Gunung Api yang Hampir Musnahkan Manusia

Sejarah Danau Toba, Letusan Gunung Api yang Hampir Musnahkan Manusia

Jalan Jalan
Daftar Daerah PPKM Level 2, Level 3, dan Level 4 di Pulau Jawa dan Bali

Daftar Daerah PPKM Level 2, Level 3, dan Level 4 di Pulau Jawa dan Bali

Travel Update
7 Fakta Menarik Tokyo National Stadium dalam Olimpiade Tokyo 2020, Dibuat dari Kayu

7 Fakta Menarik Tokyo National Stadium dalam Olimpiade Tokyo 2020, Dibuat dari Kayu

Jalan Jalan
Revenge Travel, Solusi Bangkitnya Ekonomi yang Berisiko Tinggi

Revenge Travel, Solusi Bangkitnya Ekonomi yang Berisiko Tinggi

Jalan Jalan
Dulu Dibantu Pemerintah, Kini Hotel Karantina Biayai Operasional Sendiri

Dulu Dibantu Pemerintah, Kini Hotel Karantina Biayai Operasional Sendiri

Travel Update
AirAsia Indonesia Perpanjang Penghentian Penerbangan Berjadwal sampai 6 September 2021

AirAsia Indonesia Perpanjang Penghentian Penerbangan Berjadwal sampai 6 September 2021

Travel Update
Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Terbaru Naik Pesawat, Simak Ketentuannya

Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Terbaru Naik Pesawat, Simak Ketentuannya

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X