Aturan Naik Pesawat Saat PPKM Darurat, Bawa Kartu Vaksin dalam Bentuk Digital

Kompas.com - 12/07/2021, 17:27 WIB

 

KOMPAS.com – Mulai Senin (12/7/2021), pemerintah Indonesia memperketat aturan perjalanan udara.

Melansir Kompas.com, Senin, aturan berlaku untuk penerbangan antar bandara di Pulau Jawa, penerbangan dari dan ke bandara di Pulau Jawa, serta penerbangan dari dan ke bandara di Pulau Bali.

Adapun, salah satu syarat terbaru naik pesawat adalah tes PCR yang ditunjukkan hanya yang berasal dari salah satu dari 742 laboratorium yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Baca juga: Daftar 26 Lab dengan Hasil Tes Covid-19 untuk Syarat Naik Pesawat yang Diakui Kemenkes

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut Kompas.com rangkum aturan terbaru naik pesawat:

  1. Sertifikat atau kartu vaksin Covid-19 minimal dosis pertama.
  2. Surat keterangan hasil negatif tes PCR. Sampel diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.
  3. Untuk poin kedua, hasil tes hanya dari salah satu dari 742 laboratorium yang terafiliasi dengan Kemenkes.
  4. Mengisi e-HAC Indonesia.
  5. Unduk aplikasi PeduliLindungi.
  6. Poin pertama dan kedua tidak perlu dibawa dalam wujud fisik, tetapi cukup lewat aplikasi PeduliLindungi.
  7. Alternatif poin keenam adalah dengan menunjukkan NIK di konter check-in.

Ilustrasi koper barang bawaan di bandara.SHUTTERSTOCK Ilustrasi koper barang bawaan di bandara.

Mengutip Kompas.com, Kamis (8/7/2021), Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, hasil tes dari 742 laboratorium tersebut untuk memastikan keamanan dari setiap penumpang.

“Untuk lab-lab yang belum memasukkan data ke NAR (New All Record), mulai hari Senin, 12 Juli 2021, hasil swab PCR/antigennya tidak berlaku untuk penerbangan,” tutur dia.

Selanjutnya, data dari hasil pemeriksaan tersebut akan dimasukkan dalam data NAR dan terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga: Terbang Saat PPKM Darurat, Ini 5 Tips Persiapan Berkas PCR dan Kartu Vaksin Covid-19

PeduliLindungi merupakan aplikasi dengan sistem yang terintegrasi. Budi mengatakan, cara tersebut dapat memudahkan operator transportasi udara.

Menurut Budi, mereka dapat melakukan pengecekan kesehatan penumpang secara otomatis dengan menunjukkan kode AR di aplikasi tersebut atau menunjukkan nomor NIK di konter check-in.

Dengan begitu, lanjut Budi, para penumpang tidak perlu lagi menunjukkan dokumen hard copy atau dokumen fisik. Mekanisme ini memastikan semua penumpang sehat saat masuk ke dalam pesawat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.