Kompas.com - 12/07/2021, 20:12 WIB
Ilustrasi Kereta Api (KA) Sawunggalih KOMPAS.COM/Dok PT KAI Daop 5 PurwokertoIlustrasi Kereta Api (KA) Sawunggalih

KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) terus berupaya untuk mendukung penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sampai 20 Juli 2021.

Jika pada saat normal PT KAI selalu berupaya agar masyarakat berbondong-bondong naik kereta api (KA), berbeda dengan saat PPKM Darurat.

Selama penerapan PPKM Darurat 3-20 Juli 2021, PT KAI malah berupaya mengurangi mobilitas masyarakat.

Baca juga: KA Batara Kresna hingga Prameks Kini Hanya untuk Pekerja Sektor Esensial dan Kritikal

Berikut ini adalah 3 upaya KAI untuk mendukung penerapan PPKM Darurat dilansir dari Tribun Travel, Senin (12/7/2021):

1. Mengurangi perjalanan KA jarak jauh

Upaya pertama PT KAI untuk menyukseskan PPKM Darurat mulai tanggal 3 sampai 20 Juli 2021 adalah mengurangi perjalanan KA jarak jauh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengurangan pun cukup signifikan. Lebih dari dari setengah perjalanan KA jarak jauh ditiadakan sementara.

Ilustrasi Kereta Api.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Ilustrasi Kereta Api.

Menurut VP Public Relations KAI Joni Martinus, saat PPKM Darurat hanya ada 57 perjalanan KA jarak jauh per hari.

Padahal pada Juni 2021, ada 122 perjalanan KA jarak jauh per hari. Pengurangan itu mencapai 53 persen saat PPKM Darurat.

Selain mengurangi perjalanan KA jarak jauh, PT KAI juga hanya menjual tiket sebanyak 70 persen dari kapasitas maksimal tempat duduk guna mendukung jaga jarak.

Baca juga: PPKM Darurat, KAI Beri Refund 100 Persen untuk Pembatalan Tiket Kereta Api

Tiket calon penumpang yang perjalanannya dibatalkan pun akan dikembalikan 100 persen. Proses pembatalan dapat dilakukan sampai 30 hari dari tanggal yang tercantum pada tiket di seluruh stasiun yang melayani penjualan tiket.

Calon penumpang juga dapat menghubungi Contact Center KAI melalui WhatsApp KAI di 081112111121.

2. Meningkatkan pengawasan protokol kesehatan

Berkurangnya perjalanan KA jarak jauh tidak berarti mengurangi pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan.

Menurut Joni, KAI bekerja sama dengan aparat kewilayahan setempat untuk meningkatkan penjagaan protokol kesehatan di stasiun-stasiun. Hal itu untuk memastikan tidak ada pelanggaran protokol kesehatan.

Logo KAIKOMPAS.com/ Bambang P. Jatmiko Logo KAI

Beberapa protokol kesehatan yang harus dipatuhi penumpang adalah wajib memakai masker dua lapis, dilarang berbicara, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Penumpang juga dilarang berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung selama perjalanan.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik, PT KAI Tunda Peluncuran KA Nusa Tembini

Makan dan minum selama perjalanan yang kurang dari dua jam juga dilarang. Namun, hal ini dikecualikan apabila penumpang wajib mengonsumsi obat dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan keselamatan.

3. Memperketat syarat aturan naik KA

Upaya PT KAI selanjutnya untuk mengurangi mobilitas masyarakat adalah dengan memperketat syarat dan aturan naik KA jarak jauh.

Calon penumpang KA jarak jauh di Jawa dan Sumatera wajib menunjukkan surat negatif Covid-19 dari tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau rapid test antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Suasana stasiun Kereta Api Banyuwangi Kota, Rabu (7/7/2021). Kompas.com/ Imam Rosidin Suasana stasiun Kereta Api Banyuwangi Kota, Rabu (7/7/2021).

Selain itu selama PPKM Darurat, calon penumpang KA jarak jauh di Pulau Jawa harus menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama.

Baca juga: Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh, PT KAI Siap Ikuti Aturan PPKM Darurat

“Bagi pelanggan yang tidak dapat menunjukkan dokumen persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan, maka tidak diperbolehkan naik KA dan tiket akan dikembalikan 100 persen,” kata Joni.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.