Kompas.com - 13/07/2021, 13:17 WIB
Kuil Wat Arun yang terletak di Bangkok, Thailand. shutterstock.com/Nott+SutthipongKuil Wat Arun yang terletak di Bangkok, Thailand.

 

KOMPAS.com – Pemerintah Thailand mengumumkan bahwa mereka akan memperketat pembatasan di Bangkok dan sembilan daerah lainnya sejak Jumat (9/7/2021).

Melansir Reuters, Jumat, hal tersebut dilakukan untuk melambatkan laju penyebaran Covid-19. Adapun, pengetatan termasuk pembatasan perjalanan, penutupan mal, jam malam, dan pembatasan jumlah pertemuan.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Khao San Road, Pusat Backpacker Legendaris di Bangkok

Meski dimulai pada Jumat, beberapa pengetatan baru berlaku pada Sabtu (10/7/2021), Senin (11/7/2021), dan waktu yang akan datang.

Saat ini, Thailand melaporkan salah satu infeksi harian tertingginya pada 9.276 dan 72 kematian baru di tengah upayanya melawan wabah terlama dan paling parah yang dialami Negeri Gajah Putih sejauh ini.

“Pada 10 daerah tersebut, akan ada pembatasan perjalanan yang tidak perlu dan orang-orang tidak bisa keluar rumah antara pukul 9 malam dan 4 pagi, kecuali jika diperlukan,” kata juru bicara Satgas Covid-19 pemerintah Thailand, Apisamai Srirangsan dalam konferensi pers yang dikutip dari Reuters.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 3 Spot Instagramable di Wat Pho Bangkok

Pengetatan pembatasan di Bangkok dan sekitarnya

Apisamai mengatakan, mal, klinik kecantikan, spa, serta tempat pijat di Bangkok dan lima daerah sekitarnya harus tutup pada Senin.

Melansir Reuters, Kamis (8/7/2021), Sekretaris Tetap Kementerian Kesehatan Thailand Kiatiphum Wongrajit mengatakan, pembatasan yang diterapkan akan berlaku selama 14 hari.

Ilustrasi Thailand - Grand Palace di Bangkok.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Thailand - Grand Palace di Bangkok.

Menurut dia, pengetatan pembatasan tersebut sama dengan yang sempat mereka lakukan pada April 2020.

Sementara itu, fasilitas pengujian Covid-19 akan diperluas agar bisa mendeteksi dan mengisolasi klaster dengan lebih baik.

Baca juga: Kenangan Jawa di Sudut Bangkok

Pertemuan akan dibatasi pada lima orang. Meski begitu, pemerintah Thailand memiliki beberapa pengecualian terkait hal tersebut. Selanjutnya, mereka juga melarang adanya perjalanan antardaerah.

Penerimaan vaksin dari luar negeri

Pada Jumat, Thailand menerima pengiriman vaksin AstraZeneca (AZN.L) yang disumbangkan Jepang.

Apisamai menuturkan, vaksin tersebut dan vaksin Pfizer (PFE.N) serta BioNTech (22Uay.DE) akan digunakan bagi orangtua dan mereka yang memiliki komplikasi medis.

Ilustrasi Thailand.shutterstock.com/Nott+Sutthipong Ilustrasi Thailand.

Vaksin-vaksin tersebut juga akan digunakan untuk penduduk asing berusia di atas 60 tahun, diplomat, dan atlet yang bertanding di luar negeri.

Baca juga: Al Meroz, Hotel Halal Pertama di Bangkok Resmi Dibuka

Lebih lanjut, Apisamai menambahkan bahwa tenaga medis juga akan ditawari suntikan booster mRNA Pfizer-BioNTech.

Sebagian besar pekerja medis di Thailand telah diberikan vaksin Sinovac (SVA.O). Menurut beberapa ahli, vaksin tersebut dirasa kurang efektif terhadap varian Covid-19 yang lebih menular.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.