BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif

4 Kerajinan Khas Joglosemar Ini Bisa Dijadikan Suvenir untuk Kerabat

Kompas.com - 14/07/2021, 09:18 WIB
|

KOMPAS.com – Siapa yang tak rindu menjelajah Indonesia dan menikmati semua keindahan serta pesona yang ditawarkan?

Namun, pandemi Covid-19 yang merebak di Tanah Air sejak awal Maret 2020 membuat hasrat untuk menikmati ragam budaya dan pemandangan alam #DiIndonesiaAja secara langsung mesti ditunda untuk sementara waktu.

Terlebih, pemerintah baru saja menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021. Dengan kebijakan tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap berada #DiRumahAja agar terhindar dari penularan virus corona.

Baca juga: Wajib Beli, Ini 3 Oleh-oleh Anti-Mainstream dari Jogja, Solo, dan Semarang

Berada di rumah dalam waktu lama mungkin terasa membosankan bagi sebagian orang. Apalagi, aktivitas yang bisa dilakukan juga terbatas.

Meski demikian, jangan sampai hal tersebut membatasi kamu untuk berbagi dengan teman, kerabat, dan saudara. Sebab, dukungan morel dan dorongan energi positif kepada sesama dibutuhkan pada masa sulit seperti sekarang.

Ada beragam cara yang bisa kamu lakukan. Salah satunya, dengan memberikan hadiah atau suvenir. Untuk pilihan suvenir, kamu bisa melirik kerajinan tangan khas Yogyakarta (Jogja), Solo, dan Semarang atau sering disebut Joglosemar.

Pasalnya, ketiga daerah tersebut menawarkan ragam kerajinan kriya yang sarat makna budaya. Selain itu, dengan #BeliKreatifLokal, kamu turut membantu perajin dan seniman daerah untuk tetap berkarya di masa pandemi.

Sebagai rekomendasi, berikut empat kerajinan tangan yang bisa kamu incar.

Kerajinan tangan alami dari Jogja makin digemari oleh masyarakat Indonesia.DOK. SHUTTERSTOCK Kerajinan tangan alami dari Jogja makin digemari oleh masyarakat Indonesia.

1. Aksesori dekorasi berbahan alam khas Jogja

Rumah menjadi pusat kegiatan masyarakat selama pandemi. Oleh karena itu, banyak orang menata ulang rumahnya agar lebih nyaman menjalani aktivitas harian.

Nah, kesempatan tersebut bisa menjadi inspirasi kamu untuk memberikan suvenir kepada kerabat. Kamu bisa memilih aksesori dekorasi berbahan alam dari Jogja.

Seperti diketahui, Jogja memang terkenal dengan hasil kerajinan tangan berbahan alam.
Ada berbagai bahan alam yang kerap digunakan, seperti serat alami, eceng gondok, lamun, pohon pisang, kulit kayu, dan kayu daur ulang.

Kerajinan perak dari Kotagede, Jogja.DOK. SHUTTERSTOCK Kerajinan perak dari Kotagede, Jogja.

2. Kerajinan perak asal Kotagede, Jogja

Selain aksesori dekorasi dan batik, kamu juga bisa memberikan kerajinan perak buatan pengrajin di Kotagede, Jogja, kepada kerabat tercinta. Kerajinan tangan Yogyakarta ini dapat membuat kerabat kamu terkesan.

Sebagai informasi, Kotagede merupakan sentra penghasil perak terkenal di Kota Gudeg. Kesohorannya bahkan sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Satu hal yang khas dari kerajinan perak di tempat ini adalah perpaduan ukiran budaya Jawa dan ukiran khas masyarakat Hindu.

Baca juga: Yuk, Bikin Kuliner Khas Bandung Berikut di Rumah

Dahulu, Keraton Jogja juga kerap memesan ragam kerajinan perak dari Kotagede berupa perlengkapan makan, teko teh, dan lain sebagainya.

Selain itu, kerajinan perak Kotagede juga terkenal dengan aksesori dan perhiasan cantiknya seperti, gelang, bros, anting, dan cincin.

Pasar Triwindu di Solo menawarkan ragam kerajinan tangan antik.DOK. SHUTTERSTOCK Pasar Triwindu di Solo menawarkan ragam kerajinan tangan antik.

3. Barang antik dari Solo

Jika kamu memiliki kerabat yang gemar mengoleksi barang kuno, jangan lupa untuk memberikan ragam kerajinan tangan antik dari Solo. Sebagai salah satu kota budaya di Jawa Tengah, Solo kaya akan kerajinan kriya bernilai tinggi.

Salah satu tempat yang menjual barang-barang tersebut adalah Pasar Triwindu. Adapun koleksi kerajinan Solo yang bisa dibeli meliputi topeng, wayang, keris kuno, patung, dan kain batik Solo.

Untuk harga, tak perlu risau karena sebagian besar barang yang dijual di Pasar Triwindu relatif terjangkau. Karena saat ini masih belum bisa berkunjung langsung ke sana, kamu bisa mencoba mencari barang-barang tersebut di marketplace secara daring.

Batik Semarang memiliki warna cerah dan corak yang menggambarkan kekayaan flora serta fauna di Semarang.DOK. SHUTTERSTOCK Batik Semarang memiliki warna cerah dan corak yang menggambarkan kekayaan flora serta fauna di Semarang.

4. Batik khas Semarang

Batik tidak hanya menjadi kerajinan tangan andalan Jogja, Solo, atau Pekalongan. Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah juga memiliki bermacam-macam motif batik yang wajib dikoleksi.

Bila dilihat dari corak dan warna, batik Semarang memiliki perbedaan dibandingkan batik ketiga daerah yang tadi disebutkan. Batik Semarang cenderung menggunakan warna cerah dan corak yang tidak begitu padat.

Dari segi motif, batik Semarang memiliki ciri khas perpaduan batik pesisir dengan budaya percampuran masyarakat Tionghoa.

Baca juga: Harus Tahu, Serba-serbi Motif Batik Daerah di Indonesia

Motif khas pesisir biasanya menggambarkan kekayaan flora dan fauna di daerah tersebut. Untuk batik Semarang, motif burung merak, kupu-kupu, bangau, cempaka, mawar, dan burung blekok jadi andalan.

Tak hanya itu, batik Semarang juga memiliki ragam motif ikon Semarang masa kini, seperti Lawang Sewu dan Tugu Muda. Selain itu, batik Semarang juga hadir dengan beragam gaya busana modern.

Itulah empat rekomendasi kerajinan tangan asal Joglosemar yang bisa kamu beli untuk kerabat sebagai suvenir atau hadiah. Keempat kerajinan tersebut bisa kamu dapatkan dan beli secara daring di platform #BeliKreatifLokal milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Saat ini, sektor ekonomi kreatif (ekraf) menjadi fokus utama Kemenparekraf. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, terdapat peningkatan pendapatan pada sektor ekraf seiring kian majunya ekosistem ekonomi digital Indonesia.

Baca juga: 15 Oleh-oleh Kekinian di Joglosemar, Cokelat Aneka Rasa sampai Mochi

Ekraf juga diharapkan menjadi tulang punggung ekonomi di masa depan. Oleh karena itu, pemerintah turut membantu pelaku ekraf untuk dapat bertahan di situasi sulit seperti sekarang.

“Ada 20 juta pelaku ekonomi kreatif di Indonesia dan mayoritas adalah UMKM. (Selain promosi), kami fokus pada peningkatan akses pembiayaan dan beberapa subsektor akan mendapatkan bantuan insentif pemerintah,” kata Sandiaga seperti dilansir dari laman resmi Kemenparekraf, Jumat (9/7/2021).

Untuk mendapatkan informasi lain mengenai sektor ekraf dan pariwisata Indonesia, kamu bisa mengunjungi akun Instagram @pesonaid_travel.

Jadi, sudah terpikir ingin memberikan suvenir apa kepada kerabat?

Saat memberikan suvenir, jangan lupa untuk menyisipkan pesan agar selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) selama pandemi, mulai dari mencuci tangan dengan air dan sabun, menggunakan masker rangkap dua, menghindari kerumunan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, hingga menghindari makan bersama.

Tak ada salahnya pula mengingatkan kerabat untuk melakukan vaksinasi Covid-19 agar daya tahan tubuh lebih kuat melawan serangan virus SARS-CoV-2.

Agar aktivitas di rumah lebih seru, kamu dan kerabat juga bisa mengikuti TikTok Hashtag Challenge #DiIndonesiaAja. Total hadiah jutaan rupiah dan merchandise menarik siap menanti untuk video kreatif yang kamu buat.

Tiktok Hashtag Challenge #DiIndonesiaAja berlangsung selama 27 Juni - 27 Agustus 2021. Kunjungi tautan berikut untuk mendapatkan informasi detail mengenai tantangan tersebut.


Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Travel Tips
Syarat Naik Pesawat Super Air Jet per 18 Mei 2022

Syarat Naik Pesawat Super Air Jet per 18 Mei 2022

Travel Update
Syarat Bawa Laptop dan Powerbank ke Pesawat Lion Air, Batik Air, dan Wings Air

Syarat Bawa Laptop dan Powerbank ke Pesawat Lion Air, Batik Air, dan Wings Air

Travel Update
Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Travel Update
Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Travel Tips
Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Jalan Jalan
Lagi Tren, Ini 6 Spot Campervan Kece di Bali

Lagi Tren, Ini 6 Spot Campervan Kece di Bali

BrandzView
Agrowisata Kedai Sawah Sembalun di Lombok Timur, Bisa Petik Sayur dan Buah

Agrowisata Kedai Sawah Sembalun di Lombok Timur, Bisa Petik Sayur dan Buah

Jalan Jalan
Wisata Bondowoso: Kaldera Ijen Purba yang Punya Banyak Keunikan Alam

Wisata Bondowoso: Kaldera Ijen Purba yang Punya Banyak Keunikan Alam

Jalan Jalan
Sensasi Baru Wisata Bukit Cinta Rawa Pening, Keliling Naik Jet Ski

Sensasi Baru Wisata Bukit Cinta Rawa Pening, Keliling Naik Jet Ski

Jalan Jalan
Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion Air, Batik, dan Wings per 18 Mei 2022

Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion Air, Batik, dan Wings per 18 Mei 2022

Travel Update
Kulon Progo Kembali Bikin Tiga Film Berlatar Tempat Wisata, Jadi Ajang Promosi

Kulon Progo Kembali Bikin Tiga Film Berlatar Tempat Wisata, Jadi Ajang Promosi

Travel Update
Gurun Pasir Putih di Mesir yang Unik dan Indah, Mirip Area Bersalju

Gurun Pasir Putih di Mesir yang Unik dan Indah, Mirip Area Bersalju

Jalan Jalan
Sering Ingin Kentut Saat Naik Pesawat, Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Sering Ingin Kentut Saat Naik Pesawat, Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Travel Update
Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembarangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembarangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.