Kompas.com - 15/07/2021, 07:32 WIB

KOMPAS.com – Italia akan melarang kapal pesiar besar melintasi perairan Venesia mulai 1 Agustus 2021.

Melansir dari Associated Press, keputusan tersebut segera ditindaklanjuti saat rapat kabinet hari Selasa (13/7/2021).

Adapun pelarangan berlaku di cekungan laguna dekat St. Mark’s Square dan Kanal Giudecca. Keduanya merupakan jalur utama di Venesia.

Baca juga: Lestarikan Lingkungan, Kapal Besar akan Dialihkan dari Venesia

Kapal pesiar yang tidak diizinkan melintas adalah kapal yang beratnya lebih dari 25.000 ton atau panjangnya lebih dari 180 meter atau memiliki elemen lain yang dapat merusak lingkungan kota itu.

Perdana Menteri Italia Mario Draghi menjelaskan, kapal yang tidak termasuk dalam ketentuan tersebut dan dinilai “berkelanjutan” untuk lingkungan kota dapat lanjut berlabuh di Venesia.

Ia menambahkan bahwa umumnya kapal yang tidak termasuk dalam ketentuan tersebut hanya berkapasitas 200 penumpang. Jumlahnya lebih sedikit dibandingkan kapal pesiar besar yang bisa berisi ribuan penumpang.

Baca juga: Jalan-jalan ke Venesia Italia, Kota di Atas Air yang Selalu Memesona

Kabinet juga meluncurkan mekanisme kompensasi untuk perusahaan navigasi dan lainnya yang terdampak pelarangan itu.

Pemerintah Italia telah menyetujui untuk membangun sedikitnya empat titik berlabuh sementara dekat pelabuhan industri di Marghera, tepatnya di sebelah barat laut Laut Adriatik.

Ilustrasi Italia - Pemandangan perairan Kota Venesia (SHUTTERSTOCK/Yasonya).SHUTTERSTOCK/Yasonya Ilustrasi Italia - Pemandangan perairan Kota Venesia (SHUTTERSTOCK/Yasonya).

Selain melarang kapal pesiar besar, kabinet juga mendeklarasikan jalur air St. Mark’s Basin, St. Mark’s Canal, dan Kanal Giudecca sebagai monumen nasional.

Bulan Juni lalu, Venesia direkomendasikan untuk masuk ke World Heritage in Danger atau daftar Warisan Dunia yang Terancam Punah oleh UNESCO.

UNESCO menilai, salah satu “ancaman” yang sedang dihadapi Venesia adalah kapal pesiar yang berlayar di perairan pusat kota.

Menteri Kebudayaan Italia Dario Franceschini mengatakan, pemerintah memutuskan bertindak cepat guna menghindari risiko nyata, yakni masuknya Venesia ke daftar tersebut.

Baca juga: Venesia Bakal Masuk Daftar Warisan Dunia yang Terancam Punah UNESCO?

“Keputusan pemerintah telah dinanti oleh UNESCO serta pihak lainnya yang telah ke Venesia dan terganggu dengan adanya kapal berukuran besar melewati tempat terindah dan terapuh di dunia,” kata Franceschini.

Sebelumnya, di awal tahun 2021, pemerintah Italia memutuskan untuk melarang kapal pesiar. Namun, mereka belum memberi kepastian kapan larangan tersebut diterapkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Naik Maskapai Ini, Bisa Gratis Masuk Gedung Tertinggi di Dunia

Naik Maskapai Ini, Bisa Gratis Masuk Gedung Tertinggi di Dunia

Travel Promo
Thai Lion Air Layani Rute Bali-Bangkok PP, Tiket Mulai Rp 2,6 Juta

Thai Lion Air Layani Rute Bali-Bangkok PP, Tiket Mulai Rp 2,6 Juta

Travel Update
Calon Jemaah Haji Furoda Dideportasi karena Tidak Resmi, Hati-hati Pilih Jasa Travel Haji

Calon Jemaah Haji Furoda Dideportasi karena Tidak Resmi, Hati-hati Pilih Jasa Travel Haji

Travel Update
Rute ke Candi Plaosan di Klaten, Tidak Jauh dari Candi Prambanan

Rute ke Candi Plaosan di Klaten, Tidak Jauh dari Candi Prambanan

Travel Tips
Jemaah Haji Furoda Batal Berangkat, Bagaimana Pencegahan di Kemudian Hari?

Jemaah Haji Furoda Batal Berangkat, Bagaimana Pencegahan di Kemudian Hari?

Travel Update
7 Tips Traveling bagi Orang Tua Agar Nyaman di Perjalanan 

7 Tips Traveling bagi Orang Tua Agar Nyaman di Perjalanan 

Travel Tips
Monas Buka Kembali, Bisa Naik ke Puncak Tugu

Monas Buka Kembali, Bisa Naik ke Puncak Tugu

Jalan Jalan
Hari Kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli, Bagaimana Warga Merayakannya?

Hari Kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli, Bagaimana Warga Merayakannya?

Travel Update
13 Tempat Wisata di Malang untuk Liburan Seru Bersama Keluarga

13 Tempat Wisata di Malang untuk Liburan Seru Bersama Keluarga

Jalan Jalan
Apa Itu Haji Furoda? Beda dari Haji Reguler, Ini 5 Faktanya

Apa Itu Haji Furoda? Beda dari Haji Reguler, Ini 5 Faktanya

Travel Update
8 Cara Mengetahui Ulasan Hotel dan Tempat Wisata Palsu 

8 Cara Mengetahui Ulasan Hotel dan Tempat Wisata Palsu 

Travel Tips
Apa yang Dimaksud dengan Upacara Potong Gigi dalam Agama Hindu?

Apa yang Dimaksud dengan Upacara Potong Gigi dalam Agama Hindu?

Jalan Jalan
Geopark Merangin di Jambi Disiapkan Jadi UNESCO Global Geopark

Geopark Merangin di Jambi Disiapkan Jadi UNESCO Global Geopark

Travel Update
Pramugari Tertua dan Terlama di Dunia, Terbang hingga Usia 86 Tahun

Pramugari Tertua dan Terlama di Dunia, Terbang hingga Usia 86 Tahun

Travel Update
Kesongo Transit Point, Indahnya Rawa Pening dan Sejuknya 38.000 Tanaman

Kesongo Transit Point, Indahnya Rawa Pening dan Sejuknya 38.000 Tanaman

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.