BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif

Yuk, Jalan-jalan Virtual ke 4 Destinasi Keren di Indonesia

Kompas.com - 16/07/2021, 16:42 WIB
Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah. DOK. SHUTTERSTOCKCandi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah.
|

KOMPAS.com – Masyarakat Indonesia yang ingin bepergian untuk menikmati keindahan alam dan budaya #DiIndonesiaAja harus bersabar beberapa waktu lagi. Pasalnya, pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakukan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021.

Dengan adanya kebijakan tersebut, masyarakat dianjurkan untuk melakukan segala aktivitas harian #DiRumahAja agar terhindar dari penularan virus SARS-CoV-2. Namun, tenang, berkat kecanggihan teknologi era digital, kamu tetap bisa melakukan jalan-jalan secara virtual atau virtual tour.

Baca juga: Biar Aktivitas Traveling Enggak Monoton, Coba 4 Kegiatan Sport Ini

Dilansir dari kccomms.co.uk, Rabu (10/2/2021), jalan-jalan virtual memiliki ragam manfaat. Penelitian yang dilakukan oleh psikolog dan konsultan kesehatan Lee Chambers menyebut, aktivitas ini dapat menstimulasi otak untuk memproduksi hormon serotonin.

Untuk diketahui, hormon serotonin dapat membuat suasana hati lebih baik dan bahagia. Stres akibat pandemi Covid-19 pun bisa berkurang. Berkurangnya tingkat stres dapat membantu meningkatkan sistem imun sehingga tubuh akan menjadi lebih kuat menghalau berbagai penyakit.

Selain itu, masih menurut penelitian Lee Chambers, melihat pemandangan alam secara virtual juga dapat membuat manusia merasa terhubung dengan alam. Nah, penasaran destinasi apa saja yang bisa kamu kunjungi secara virtual? Simak ulasan Kompas.com berikut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Manisnya Desa Wisata Nanas Madu di Pemalang

Satu lagi destinasi yang wajib kamu kunjungi dalam aktivitas virtual tour dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) adalah Desa Wisata Nanas Madu (Dewi Nadulang) di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah (Jateng).

Untuk diketahui, Belik sudah dikenal sebagai wilayah penghasil nanas madu dengan kualitas terbaik di Indonesia sejak 1990-an. Kondisi tanah bebatuan dan lingkungan yang sejuk menjadi habitat ideal bagi nanas madu.

Baca juga: Yuk, Bikin Kuliner Khas Bandung Berikut di Rumah

Di kawasan Belik, ada 12 desa yang menjadi penghasil nanas madu. Dari jumlah tersebut, tiga desa di antaranya dikembangkan menjadi desa wisata, yakni Desa Mendelem, Desa Sikasur, dan Desa Bulakan.

Selain menawarkan wisata berkeliling kebun nanas madu, wisatawan juga bisa memacu adrenalin memanjat tebing, arung jeram, dan berkeliling sawah.

Untuk melihat aktivitas selengkapnya di Belik, simak video virtual tour berikut.

2. Melihat sarang burung walet di Desa Karangduwur, Kebumen

Setelah puas menikmati manisnya nanas madu, sekarang saatnya melihat aktivitas unik di Desa Karangduwur, Kabupaten Kebumen, Jateng.

Penduduk lokal di sana punya agenda rutin untuk memanen sarang burung walet di tebing-tebing pinggir laut. Uniknya, aktivitas mengunduh sarang burung walet di sana masih dilakukan secara tradisional dengan menggunakan tangga bambu yang menjulang tinggi.

Baca juga: Dari Glamping sampai Bermain di Theme Park, Ini 5 Destinasi Wisata Keluarga Terbaik di Indonesia

Selain itu, kamu juga bisa melihat aktivitas lain warga Desa Karangduwur yang beragam, di antaranya mencari rumput untuk hewan ternak, mengelola gula kelapa merah, dan menangkap ikan dari perahu tradisional.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang keindahan Desa Karangduwur, simak video virtual tour dari Kemenparekraf berikut.

3. Pesona Candi Borobudur

Siapa tak mengenal Candi Borobudur? Candi peninggalan umat Buddha Mahayana pada 800-an Masehi ini merupakan salah satu candi terbesar di dunia.

Selain megah, Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jateng, juga menyimpan sejarah tentang perjalanan sang Buddha lewat 2.672 panel relief yang terpahat indah di dinding candi.

Berkat pesona dan keistimewaan yang ditawarkan, Candi Borobudur masuk ke dalam daftar destinasi super prioritas oleh pemerintah Indonesia.

Baca juga: 4 Kerajinan Khas Joglosemar Ini Bisa Dijadikan Suvenir untuk Kerabat

Pemerintah melalui Kemenparekraf pun gencar mempromosikan kawasan Borobudur beserta hasil kerajinan tangan masyarakat setempat.

Salah satu aktivitas yang dilakukan Kemenparekraf adalah penyelenggaraan virtual tour dengan tajuk Virtual Indonesia di kanal YouTube Pesona Indonesia.

Untuk mengetahui informasi selengkapnya tentang aktivitas virtual tour di Candi Borobudur, saksikan video berikut.

4. Nikmati keindahan Taman Nasional Bali Barat

Taman Nasional Bali Barat (TNBB) merupakan satu-satunya taman nasional di Pulau Bali. Taman ini berada di bagian barat Pulau Dewata.

Adapun luas keseluruhan TNBB mencapai 19.000 hektare. Dari total tersebut, sekitar 17,97 persennya merupakan wilayah perairan.

Dengan kombinasi wilayah darat dan laut, TNBB punya perpaduan yang ideal. Ekosistem darat yang ada di sana meliputi hutan mangrove, hutan pantai, hutan musim, hutan hujan dataran rendah, evergreen, sabana, dan ekosistem river rain forest.

Baca juga: Antibosan, Berikut Ide Kreatif Liburan Virtual ke Bali dari Rumah

Sementara itu, ekosistem lautnya meliputi terumbu karang, padang lamun, pantai berpasir, perairan laut dangkal, dan perairan laut dalam.

Selain itu, satu hal yang membuat TNBB semakin spesial adalah keberadaan burung jalak Bali yang hidup damai di sana. Sebagai informasi, taman nasional ini menjadi rumah terakhir spesies endemik Pulau Bali tersebut.

Penasaran dengan keindahan dan kekayaan alam yang ada di TNBB? Yuk, ikuti perjalanan virtual lewat video berikut.

Itulah empat destinasi wisata yang bisa kamu kunjungi secara virtual dari rumah. Selain keempat destinasi tersebut, masih ada tempat wisata lainnya yang bisa kamu kunjungi secara virtual di kanal YouTube Pesona Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendukung pelaksanaan virtual tour di tengah pandemi. Dia mengatakan, virtual tour bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan budaya dan keindahan alam suatu destinasi.

"Aktivitas ini merupakan terobosan terbaru yang dihadirkan Kemenparekraf. Bersama dengan sejumlah agen perjalanan, kami melaksanakan tur virtual 10 desa dan kawasan wisata yang tersebar di seluruh Indonesia," kata Menparekraf seperti dilansir dari laman resmi Kemenparekraf, Rabu (27/1/2021).

Baca juga: Lezatnya Santap 4 Kuliner Khas Daerah Ini sambil Traveling di Indonesia

Selain mengikuti virtual tour, pada dasarnya kamu bisa melakukan aktivitas lain untuk mendukung kebangkitan sektor pariwisata Indonesia di tengah pandemi. Salah satunya, membeli suvenir khas daerah-daerah di Indonesia secara daring.

Dengan kegiatan #BeliKreatifLokal, kamu akan membantu para pengrajin dan seniman daerah untuk tetap berkarya di masa sulit.

Untuk mengetahui informasi terbaru lain tentang sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, silakan mengikuti akun Instagram @pesonaid_travel.

Selain itu, guna membantu pemerintah mengurangi penyebaran Covid-19, masyarakat dianjurkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes), seperti mencuci tangan dengan air dan sabun, menggunakan masker rangkap dua, menghindari kerumunan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, serta menghindari makan bersama.

Baca juga: Harus Tahu, Serba-serbi Motif Batik Daerah di Indonesia

Penting juga untuk melakukan vaksinasi agar daya tahan tubuh lebih kuat melawan virus corona.

Eits, tunggu. Ada satu lagi aktivitas yang juga bisa kamu lakukan selama masa PPKM Darurat di rumah, yaitu TikTok Hashtag Challenge #DiIndonesiaAja yang berlangsung selama 27 Juni-27 Agustus 2021.

Lewat tantangan tersebut, Kemenparekraf menyediakan total hadiah jutaan rupiah dan merchandise menarik untuk video kreatif yang kamu buat.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Uniknya Stadion Olimpiade Tokyo yang Dipakai pada Olimpiade Musim Panas 1964

Uniknya Stadion Olimpiade Tokyo yang Dipakai pada Olimpiade Musim Panas 1964

Jalan Jalan
Dukung Program Pemerintah, Sentul Highlands Golf Club Gelar Vaksinasi Massal

Dukung Program Pemerintah, Sentul Highlands Golf Club Gelar Vaksinasi Massal

Travel Update
9 Tempat Wisata Samosir, dari Perbukitan hingga Desa

9 Tempat Wisata Samosir, dari Perbukitan hingga Desa

Jalan Jalan
Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Aceh Utara-Medan

Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Aceh Utara-Medan

Travel Update
PPKM Diperpanjang, Layanan Keimigrasian Tatap Muka dan Online Tutup

PPKM Diperpanjang, Layanan Keimigrasian Tatap Muka dan Online Tutup

Travel Update
IHGMA Imbau Hotel Segera Sertifikasi CHSE

IHGMA Imbau Hotel Segera Sertifikasi CHSE

Travel Update
Lebih Baik Bikin E-Paspor Atau Paspor Biasa?

Lebih Baik Bikin E-Paspor Atau Paspor Biasa?

Travel Tips
Mak Yem, Sosok Legendaris Pendakian Gunung Semeru, Tutup Usia

Mak Yem, Sosok Legendaris Pendakian Gunung Semeru, Tutup Usia

Travel Update
Sejarah Danau Toba, Letusan Gunung Api yang Hampir Musnahkan Manusia

Sejarah Danau Toba, Letusan Gunung Api yang Hampir Musnahkan Manusia

Jalan Jalan
Daftar Daerah PPKM Level 2, Level 3, dan Level 4 di Pulau Jawa dan Bali

Daftar Daerah PPKM Level 2, Level 3, dan Level 4 di Pulau Jawa dan Bali

Travel Update
7 Fakta Menarik Tokyo National Stadium dalam Olimpiade Tokyo 2020, Dibuat dari Kayu

7 Fakta Menarik Tokyo National Stadium dalam Olimpiade Tokyo 2020, Dibuat dari Kayu

Jalan Jalan
Revenge Travel, Solusi Bangkitnya Ekonomi yang Berisiko Tinggi

Revenge Travel, Solusi Bangkitnya Ekonomi yang Berisiko Tinggi

Jalan Jalan
Dulu Dibantu Pemerintah, Kini Hotel Karantina Biayai Operasional Sendiri

Dulu Dibantu Pemerintah, Kini Hotel Karantina Biayai Operasional Sendiri

Travel Update
AirAsia Indonesia Perpanjang Penghentian Penerbangan Berjadwal sampai 6 September 2021

AirAsia Indonesia Perpanjang Penghentian Penerbangan Berjadwal sampai 6 September 2021

Travel Update
Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Terbaru Naik Pesawat, Simak Ketentuannya

Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Terbaru Naik Pesawat, Simak Ketentuannya

Travel Update
komentar di artikel lainnya