Kompas.com - 27/07/2021, 15:03 WIB
Ilustrasi Bali - Pemandangan dari atas bukit di Desa Pinggan, Kintamani, Bangli, Bali. SHUTTERSTOCK / AGUNG KIRANAIlustrasi Bali - Pemandangan dari atas bukit di Desa Pinggan, Kintamani, Bangli, Bali.

 

KOMPAS.com - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, saat ini Bali masih belum membuka perbatasannya bagi turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman).

Kendati demikian, pihaknya telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) penerimaan wisman jika mereka sudah bisa berlibur ke Pulau Dewata.

“Bali telah siapkan SOP penerimaan wisman. Mulai dari kedatangan di bandara, hotel, tujuan wisata, sampai ke negara asal,” kata Cok Ace.

Baca juga: Pulihkan Pariwisata Pulau Dewata, Bali Sudah Vaksin 3 Juta Warganya

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Talk Show Online World Tourism Day Bali Series bertajuk “Reviewing Bali Hospitality Industry in the Gate Opening”, Selasa (27/7/2021).

Lebih lanjut, saat ini Bali telah menyiapkan 19 hotel karantina untuk warga negara asing (WNA) yang tersebar di tiga zona hijau yakni Sanur, Ubud, dan Nusa Dua.

“Hotel yang persyaratan karantinanya penuh, sesuai rekomendasi dari KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Kelas I Denpasar,” tutur Cok Ace.

Meski begitu, dia mengungkapkan bahwa pihaknya mengajukan lebih dari 19 hotel untuk karantina. Namun karena terhalang sejumlah syarat dari KKP Kelas I Denpasar, baru 19 hotel yang disetujui.

Baca juga: 1.871 Usaha Pariwisata di Bali Sudah Dapat Sertifikat CHSE

Senada dengan Cok Ace, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa mengatakan bahwa pihaknya siap menyambut kembali wisman dengan SOP yang telah disiapkan.

“Mulai dari wisatawan skenarionya akan mendarat di Ngurah Rai, dokumen apa saja yang diperlukan, syarat-syarat masuknya seperti apa, penanganan di bandara, sudah disiapkan SOP-nya termasuk protokol kesehatan yang disiplin dan diawasi,” jelasnya dalam kesempatan yang sama.

Terus berusaha agar Bali kembali terima wisman

Cok Ace mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pendekatan kepada pemerintah pusat untuk memberi persetujuan aktivitas pariwisata Bali kepada wisman.

“Ini kita terus berupaya. Gubernur, saya, seluruh jajaran Dinas Pariwisata, dan semua kita satu padu memohon ke pusat untuk perbatasan Bali dibuka,” ungkapnya.

Ilustrasi Bali - Pura Tanah Lot.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Bali - Pura Tanah Lot.

Apabila masih belum memungkinkan untuk menerima wisman, Cok Ace meminta agar Bali diberi persetujuan untuk menerima pendaratan internasional untuk penerbangan bisnis esensial.

Baca juga: Makna Tradisi Mekotek Desa Munggu Bali saat Hari Raya Kuningan

Melansir Kompas.com, Kamis (4/5/2021), penerbangan internasional hanya dilakukan di empat bandara saja yakni Soekarno-Hatta di Kota Tangerang, Banten dan Bandara Kualanamu di Kota Medan, Sumatera Utara.

Dua lainnya adalah Bandara Juanda di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dan Bandara Sam Ratulangi di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.