Kompas.com - 30/07/2021, 16:04 WIB
Pantai Wediombo, Gunungkidul. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAPantai Wediombo, Gunungkidul.

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Pelaku wisata berharap ada solusi terkait penutupan tempat wisata di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang terus diperpanjang.

Bahkan, hingga kini belum ada rencana pemerintah untuk memberikan bantuan kepada pelaku wisata yang otomatis tidak memperoleh pendapatan ketika tempat wisata tutup.

Baca juga: Wisata Tutup Selama PPKM, Pemkab Gunungkidul Rencanakan Revisi Target Kunjungan

Salah satu pemilik rumah makan di Pantai Ngandong, Kalurahan Tepus, Tepus, bernama Rujimanto mengatakan, penutupan kawasan wisata saat PPKM berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat di kawasan Pantai.

Tak hanya warung makan, ada jasa foto keliling hingga suvenir pernik yang pendapatannya terhenti.

Apalagi penutupan sudah hampir satu bulan. Hal ini cukup membuat warga yang biasa menggantungkan hidup dari sektor pariwisata perekonomiannya terganggu.

Baca juga: Jika PPKM dilonggarkan, Dinas Pariwisata dan Pelaku Wisata Gunungkidul Siap Sambut Wisatawan

 

"Warung tutup, sehingga tidak ada penghasilan," kata Rujimanto saat dihubungi Kompas.com, Jumat (30/7/2021).

Hampir sebulan tidak dapat pemasukan

Rujimanto hanya bisa berharap solusi, sehingga pelaku usaha tetap bisa mendapatkan pemasukan untuk menyambung hidup. Saat ini, kondisi perekonomian sulit ditambah tanpa penghasilan apa pun.

"Jangan dibiarkan karena pelaku wisata kebingungan untuk mencari makan" ujar dia.

Hal seurpa dikatakan pemilik rumah makan di Pantai Kukup, Kelurahan Kemadang, Tanjungsari bernama Mujiyanto. Keiakan penutupan kawasan wisata selama hampir satu bulan menyebabkan dirinya tak mendapatkan penghasilan.

Pantai Baron, GunungkidulDok SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Pantai Baron, Gunungkidul

 

"Warung tutup, tetapi segala kebutuhan tetap harus dipenuhi mulai makan hingga angsuran terus berjalan," kata Mujiyanto.

Dia khawatir jika penutupan kawasan wisata diperpanjang, akan ada banyak warung makan atau tempat usaha di kawasan wisata yang tutup permanen. Saat ini dirinya praktis hanya mengandalkan tabungan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Tempat Wisata di Gunungkidul Masih Tutup Sampai 2 Agustus 2021, Jangan Kecele

 

"Lama kelamaan tabungan yang dimiliki habis dan ujung-ujungnya banyak yang gulung tikar. Kami hanya minta solusi ke depan seperti apa. Kalau bisa jangan diperpanjang," tutur Mujiyanto.

Menanggapi keluhan pelaku wisata tersebut, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan bahwa untuk kebijakan penutupan kawasan wisata karena penerapan PPKM dari pemerintah pusat dan daerah harus mematuhi kebijakan tersebut.

Hingga kini dan rencananya sampai 2 Agustus 2021 kawasan wisata masih tutup untuk umum selama perpanjangan PPKM Darurat.

Baca juga: Kawasan Wisata Gunungkidul dan Bantul Ditutup hingga PPKM Usai

Sementara itu untuk bantuan kepada pelaku wisata, pihaknya juga belum mendapatkan instruksi lebih lanjut.

"Hingga sekarang belum ada kebijakan sehingga tidak ada bantuan yang disalurkan," kata Harry.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.