Kompas.com - 03/08/2021, 20:10 WIB

Sementara itu, ancaman-ancaman lainnya adalah target pertumbuhan pariwisata yang signifikan, reformasi pariwisata yang berpotensi memberi dampak terhadap mata pencaharian komunitas setempat, peningkatan yang signifikan pada aktivitas pemancingan ilegal, dan sejumlah isu pengelolaan di wilayah laut lokasi tersebut.

Kemudian, pada 30 April dan 6 Mei 2020, pemerintah Indonesia menginformasikan sejumlah hal kepada WHC.

Pemerintah mengembangkan Integrated Tourism Master Plan (Rencana Pariwisata Terintegrasi atau ITMP) di Labuan Bajo, termasuk Pulau Rinca dan Pulau Padar. Selain itu, pemerintah juga mulai fokus pada pariwisata berkualitas dibandingkan pariwisata massal.

Baca juga: Selamat Datang Jurassic Park di Pulau Rinca

Fasilitas yang berada di “zona pemanfaatan” tengah diperbaharui oleh pemerintah guna meningkatkan kualitas dan membuatnya tahan bencana alam serta perubahan iklim.

Selanjutnya, Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) tengah dibuat dan tindakan lain juga sedang direncanakan untuk menanggulangi potensi membahayakan OUV.

Pemerintah, dalam hal ini melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), juga menjelaskan bahwa populasi komodo di lokasi tersebut meningkat dari 2.430 menjadi 3.022 periode tahun 2015-2019.

Baca juga: Rencana Pemerintah Menyulap Pulau Rinca Jadi Jurassic Park Tuai Kecaman

Pada 30 Oktober 2020, WHC meminta pemerintah Indonesia untuk tidak melanjutkan proyek infrastruktur pariwisata yang berpotensi memengaruhi OUV sebelum adanya peninjauan AMDAL dari Uni Internasional Konservasi Alam (IUCN).

Pada waktu yang sama, pemerintah mengirim AMDAL kepada WHC terkait konstruksi infrastruktur pariwisata di Pulau Rinca.

Selanjutnya, berdasarkan peninjauan dari IUCN, WHC meminta pemerintah untuk merevisi dan mengumpulkan ulang AMDAL berdasarkan Panduan Operasional dan Catatan Masukan dari IUCN.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan BOPLBF melaksanakan famtrip dengan media di kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu, (13/9/2020). (HANDOUT/BOPLBF)HANDOUT/BOPLBF Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan BOPLBF melaksanakan famtrip dengan media di kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu, (13/9/2020). (HANDOUT/BOPLBF)
WHC juga telah menyatakan permintaan yang sama pada 12 Januari dan 12 Maret 2021. Saat penulisan dokumen ini, pemerintah Indonesia belum mengumpulkan AMDAL yang telah direvisi.

Baca juga: Peneliti LIPI: Proyek Jurassic Park di Rinca Tak Bahayakan Habitat Komodo

Oleh karena itu, WHC meminta pemerintah untuk menghentikan sementara seluruh proyek infrastruktur pariwisata di dan sekitar lokasi yang berpotensi berdampak pada OUV hingga AMDAL dikumpulkan untuk ditinjau oleh IUCN.

Adapun WHC juga meminta pemerintah mengumpulkan laporan terbaru tentang status konservasi di lokasi tersebut paling lambat pada 1 Februari 2022. 

Adapun permintaan lain dari UNESCO dapat dilihat di dokumen aslinya pada tautan berikut.

Apa yang sebenarnya menjadi polemik awal? Klik halaman selanjutnya untuk mengetahui Proyek KSPN dan Jurassic Park.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Wisata Anak dan Keluarga di Bali, Bisa buat Bermain dan Belajar

7 Wisata Anak dan Keluarga di Bali, Bisa buat Bermain dan Belajar

Jalan Jalan
Panduan Wisata Taman Lembah Dewata, Lokasi, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Panduan Wisata Taman Lembah Dewata, Lokasi, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Delegasi G20 Bakal Hadir di Kirab Budaya Solo Batik Carnival 2022

Delegasi G20 Bakal Hadir di Kirab Budaya Solo Batik Carnival 2022

Travel Update
Bank Indonesia Gelar Festival Meurah Silu di Aceh Tengah, Pamerkan Aneka Produk UMKM

Bank Indonesia Gelar Festival Meurah Silu di Aceh Tengah, Pamerkan Aneka Produk UMKM

Travel Update
Indahnya Pantai Lancok Aceh Utara yang Punya Kuliner Mi Kepiting Lezat

Indahnya Pantai Lancok Aceh Utara yang Punya Kuliner Mi Kepiting Lezat

Jalan Jalan
15 Wisata Anak Surabaya, Cocok untuk Libur Sekolah 

15 Wisata Anak Surabaya, Cocok untuk Libur Sekolah 

Jalan Jalan
Rute ke Embung Kledung, Spot Camping di Antara Gunung Sumbing dan Sindoro

Rute ke Embung Kledung, Spot Camping di Antara Gunung Sumbing dan Sindoro

Travel Tips
7 Tempat Wisata Dekat Sigandul View, Ada Tempat Lihat Golden Sunrise

7 Tempat Wisata Dekat Sigandul View, Ada Tempat Lihat Golden Sunrise

Jalan Jalan
Emirates Kembali Layani Rute Harian Dubai-Bali PP, Catat Jadwalnya

Emirates Kembali Layani Rute Harian Dubai-Bali PP, Catat Jadwalnya

Travel Update
Daftar 10 Kota Paling Tidak Layak Huni di Dunia 2022

Daftar 10 Kota Paling Tidak Layak Huni di Dunia 2022

Travel Update
Mengapa Meja Harus Dilipat dan Kursi Harus Ditegakkan Saat di Pesawat?

Mengapa Meja Harus Dilipat dan Kursi Harus Ditegakkan Saat di Pesawat?

Jalan Jalan
Bus Transjakarta Gratis Layani Rute ke JIS untuk Malam Puncak HUT DKI Jakarta

Bus Transjakarta Gratis Layani Rute ke JIS untuk Malam Puncak HUT DKI Jakarta

Travel Update
Panduan Wisata ke Bukit Durian Sagara Sukabumi

Panduan Wisata ke Bukit Durian Sagara Sukabumi

Travel Tips
Gumati Waterpark, Wahana Kolam Renang di Sentul Bogor untuk Keluarga

Gumati Waterpark, Wahana Kolam Renang di Sentul Bogor untuk Keluarga

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Taman Rekreasi Selecta di Kota Batu

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Taman Rekreasi Selecta di Kota Batu

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.