Kompas.com - 09/08/2021, 18:13 WIB
Sejumlah kapal merapat di dermaga Loh Buaya di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (10/6/2016). KOMPAS/RADITYA HELABUMISejumlah kapal merapat di dermaga Loh Buaya di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (10/6/2016).

KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menegaskan, penataan sarana prasarana di Taman Nasional (TN) Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak menimbulkan dampak negatif terhadap OUV.

Ia menjelaskan, OUV atau Outstanding Universal Value dapat diartikan sebagai nilai-nilai menyeluruh yang utama dari warisan alam dunia TN Komodo.

Baca juga: UNESCO Minta Hentikan Proyek di TN Komodo, Ini Tanggapan Menparekraf Sandiaga

“Saya ingin tegaskan bahwa Kemenparekraf beserta kementerian terus berkoordinasi untuk memastikan bahwa penataan sarana prasarana di zona pemanfaatan di TN Komodo tidak menimbulkan atau mengakibatkan dampak negatif terhadap OUV,” kata Sandiaga saat Weekly Press Briefing, Senin (9/8/2021).

Tidak hanya itu, ia menerangkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga memastikan pembangunan di Resort Loh Buaya di Pulau Rinca tidak menimbulkan dampak negatif terhadap OUV.

Baca juga: Turis Indonesia Dominasi Kunjungan ke TN Komodo pada Januari-Mei

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Karena ini semua berdasarkan hasil kajian penyempurnaan environmental impact assessment (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL) dan ini memang sekarang menjadi satu acuan yang dilakukan lintas kementerian, lembaga, serta perangkat lainnya dalam kaidah-kaidah yang ditetapkan oleh IUCN (Uni Internasional Konservasi Alam),” ujarnya.

Memasuki Pulau Rinca, salah satu habitat komodo dan berbagai hewan lainnya, di kawasan TN Komodo, NTT, Selasa (13/11/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Memasuki Pulau Rinca, salah satu habitat komodo dan berbagai hewan lainnya, di kawasan TN Komodo, NTT, Selasa (13/11/2018).

Menurutnya, pembangunan di TN Komodo bertujuan menggantikan sarana dan prasarana yang tidak layak dengan sarana dan prasarana yang berstandar internasional.

Pembangunan tersebut terdiri dari ranger camp (kamp penjaga), guide camp (kamp pemandu), researcher camp (kamp peneliti), plaza deck (dek alun-alun), resting post (pos untuk istirahat), elevated deck (dek tinggi), reservoir tank (tangka penampung), distribution pipeline (pipa distribusi), waiting room for visitor (ruang tunggu pengunjung), jetty (dermaga), coastal protection (perlindungan pantai), dan information center (pusat informasi).

Baca juga: Gili Lawa di TN Komodo Akan Sambut Wisatawan Mulai 1 Agustus 2021

“Waktu kita berkunjung ke TN Komodo, kita juga melihat memang banyak fasilitas ini yang perlu diperbaiki karena berkaitan dengan keselamatan, kesehatan, dan juga keberlanjutan lingkungan,” ujar Sandiaga.

Dilansir dari Kompas.com, UNESCO sebelumnya mengeluarkan sebuah dokumen bernomor WHC/21/44.COM/7B. Dokumen tersebut dapat dibaca di tautan berikut. 

Dalam dokumen tersebut, pihak Komite Warisan Dunia (WHC) UNESCO membahas pembangunan proyek pariwisata di TN Komodo yang dikhawatirkan akan berdampak pada OUV di kawasan itu.

Baca juga: Kronologi UNESCO Minta Stop Pembangunan Proyek di TN Komodo NTT

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Naik Pesawat Terbaru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Syarat Naik Pesawat Terbaru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Travel Update
Syarat Terbaru Naik Pesawat Resmi Berlaku Mulai 24 Oktober 2021

Syarat Terbaru Naik Pesawat Resmi Berlaku Mulai 24 Oktober 2021

Travel Update
Bali Jadi Destinasi Paling Romantis di Asia 2021 Versi World Travel Awards

Bali Jadi Destinasi Paling Romantis di Asia 2021 Versi World Travel Awards

Travel Update
Waktu yang Tepat untuk Wisata ke Candramaya Pool and Resort Klaten

Waktu yang Tepat untuk Wisata ke Candramaya Pool and Resort Klaten

Travel Tips
AirAsia Kembali Jadi Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik di Asia

AirAsia Kembali Jadi Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik di Asia

Travel Update
10 Kegiatan Wisata di Candramaya Pool and Resort Klaten, Lihat Gunung Merapi

10 Kegiatan Wisata di Candramaya Pool and Resort Klaten, Lihat Gunung Merapi

Jalan Jalan
Kendal PPKM Level 2, ASITA Jateng Kenalkan Tempat Wisata Kendal ke Agen Wisata

Kendal PPKM Level 2, ASITA Jateng Kenalkan Tempat Wisata Kendal ke Agen Wisata

Travel Update
Hari Pertama Dibuka, Gunungkidul dan Pantai Bantul Diserbu Wisatawan

Hari Pertama Dibuka, Gunungkidul dan Pantai Bantul Diserbu Wisatawan

Travel Update
6 Oleh-oleh Makanan Khas Pontianak, Ada Brownies Durian dan Kue Bingke

6 Oleh-oleh Makanan Khas Pontianak, Ada Brownies Durian dan Kue Bingke

Jalan Jalan
Itinerary 3 Hari 2 Malam di Pontianak, Kunjungi Keraton Kadriah

Itinerary 3 Hari 2 Malam di Pontianak, Kunjungi Keraton Kadriah

Itinerary
Syarat Wisata ke Ancol untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Syarat Wisata ke Ancol untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Travel Update
Candramaya Pool and Resort, Tempat Wisata Baru Bernuansa Bali di Klaten

Candramaya Pool and Resort, Tempat Wisata Baru Bernuansa Bali di Klaten

Jalan Jalan
Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata, Kunjungan ke Kota Batu dan Malang Naik

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata, Kunjungan ke Kota Batu dan Malang Naik

Travel Update
Wisata Gunungkidul Buka, Ribuan Wisatawan Kunjungi Pantai Baron

Wisata Gunungkidul Buka, Ribuan Wisatawan Kunjungi Pantai Baron

Travel Update
Seluruh Tempat Wisata Bantul Buka, Wisatawan Diimbau Gunakan Transaksi Nontunai

Seluruh Tempat Wisata Bantul Buka, Wisatawan Diimbau Gunakan Transaksi Nontunai

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.