Kompas.com - 10/08/2021, 11:31 WIB
Agenda pergantian Tahun Baru Islam di Lamongan, ditandai dengan pemukulan bedug dan kentongan bersama oleh jajaran Forkopimda, yang sekaligus penanda dimulainya Lamongan Muharram Festival. Dok. Humas Pemkab LamonganAgenda pergantian Tahun Baru Islam di Lamongan, ditandai dengan pemukulan bedug dan kentongan bersama oleh jajaran Forkopimda, yang sekaligus penanda dimulainya Lamongan Muharram Festival.

 

KOMPAS.com – Tahun ini, Tahun Baru Islam yang jatuh pada 10 Agustus 2021 tengah dirayakan seluruh umat Muslim di dunia.

Di Indonesia sendiri perayaan ini merupakan hari libur nasional, meski saat ini pemerintah menggeser tanggalnya menjadi 11 Agustus.

Baca juga: Tradisi Perayaan Satu Suro di Pura Mangkunegaran Surakarta

Dalam merayakannya, salah satu yang paling sering dilakukan adalah dengan bertukar kalimat ucapan. Entah itu kepada keluarga, sanak saudara, atau teman-teman.

Dosen Komunikasi dan Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Komunikasi dan Media (P2KM) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Deden Mauli Darajat mengatakan, ucapan Selamat Tahun Baru Islam biasa diucapkan sebagai ungkapan dan doa.

“Belakangan kebiasaan mengucapkan Tahun Baru Islam mulai menyeruak. Ucapan Selamat Tahun Baru Islam mengingatkan kita bahwa hidup selalu dinamis,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (20/8/2020).

Baca juga: Pura Mangkunegaran Kembali Tiadakan Kirab Pusakadalem Tahun 2021

Adapun, ucapan dan doa Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi kebiasaan. Menurutnya, aktivitas tersebut juga memiliki makna tersendiri bagi pemberi ucapan dan yang menerimanya.

Ucapan Selamat Tahun Baru Islam, kata Deden, bermakna bahwa seseorang harus bisa berubah menjadi yang lebih baik di tahun yang baru.

“Jika tahun sebelumnya banyak kekurangan, maka di tahun baru harus berubah menjadi lebih baik. Jika ada kegagalan, menjadi pengingat untuk bangkit dan tetap berjuang seraya mengharap ridha Allah,” jelasnya.

Baca juga: Ritual Pencucian Keris Saat Bulan Suro pada Masyarakat Jawa

Lebih lanjut, Tahun Baru Islam menurutnya juga memiliki makna Hijriah atau Hijrah, yang mana kata tersebut memiliki makna “pindah”. Saat memasuki Tahun Baru Islam, seorang Muslim harus berubah dari keburukan menuju kebaikan.

Selain itu, hijrah juga bermakna keluar dari kegelapan, kebodohan, dan kemunduran untuk beralih menuju cahaya ilmu, penerang, dan kemajuan.

Sejumlah warga mengikuti pawai obor di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (20/9/2017). Pawai tersebut digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah.ANTARA FOTO/MAKNA ZAEZAR Sejumlah warga mengikuti pawai obor di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (20/9/2017). Pawai tersebut digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.