Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catat, Kebijakan Refund Tiket Pesawat Garuda Indonesia Tahun 2021

Kompas.com - 13/08/2021, 16:46 WIB
Nabilla Ramadhian,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com – PPKM Darurat Level 4, 3, dan 2 tengah diberlakukan oleh pemerintah Indonesia hingga 16 Agustus 2021.

Penerapan kebijakan tersebut memengaruhi mobilitas masyarakat, termasuk perjalanan udara dengan Garuda Indonesia lantaran ada sejumlah syarat pra-penerbangan yang perlu dipenuhi.

Apabila ingin menunda penerbangan hingga PPKM berakhir, baik dengan melakukan refund (pengembalian uang) atau reschedule (penjadwalan ulang) tiket pesawat rute penerbangan domestik, terdapat kebijakan seputar hal tersebut di situs resmi maskapai.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengonfirmasi bahwa kebijakan yang diperbarui pada 8 Juli 2021 tersebut masih berlaku hingga saat ini.

“(Kebijakan masih) sama,” jelasnya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/8/2021).

Baca juga:

Kebijakan untuk periode pemesanan tiket Februari 2021

Berdasarkan situs resmi maskapai tersebut, terdapat sejumlah kriteria tiket penerbangan.

Kriteria terbarunya adalah rute penerbangan domestik dengan periode pemesanan sampai dengan 28 Februari 2021.

Sementara untuk periode penerbangannya adalah 9 Januari sampai pemberitahuan selanjutnya.

Jika memesan tiket sebelum 28 Februari untuk penerbangan saat ini, kamu masih bisa melakukan refund atau reschedule.

  • Refund atau reschedule

Untuk refund atau reschedule, penumpang dapat melakukannya tanpa dikenakan biaya No Show—biaya yang akan dikenakan jika reservasi penerbangan tidak dibatalkan oleh penumpang sebelum waktu keberangkatan.

  • Reschedule penerbangan

Untuk perubahan jadwal penerbangan pada rute dan kabin penerbangan yang sama, penumpang dapat melakukannya maksimal tiga kali hingga 31 Desember 2023 tanpa biaya tambahan.

Kriteria tiket penerbangan ini masuk dalam kategori Black Out Date. Alhasil, penumpang yang memilih jadwal penerbangan baru di periode tersebut akan dikenakan selisih harga dan pajak.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com