Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/08/2021, 19:12 WIB

KOMPAS.com - Bamiyan adalah kota di Afghanistan yang dulu menjadi rumah dari situs bersejarah. Situs tersebut terdiri dari dua patung Buddha raksasa yang kini telah hancur.

Dilansir dari Bangkok Post pada Selasa (9/3/2021), dua patung Buddha tersebut merupakan bagian dari warisan dunia UNESCO.

Walau kedua patung Buddha itu sudah tidak bisa dilihat lagi, namun bekas situsnya masih dapat disaksikan hingga kini di Lembah Bamiyan.

Baca juga: Situs Bamiyan Afganistan dan Candi Borobudur dalam Satu Pameran

Bukti peradaban Buddha di Afghanistan

Bamiyan Valley, situs warisan dunia UNESCO di Afghanistan dok. Shutterstock/Jono PhotoraphyShutterstock/Jono Photoraphy Bamiyan Valley, situs warisan dunia UNESCO di Afghanistan dok. Shutterstock/Jono Photoraphy

Patung Buddha di Lembah Bamiyan menjadi bukti peradaban Buddha di kawasan tersebut.

Dikutip dari website resmi UNESCO, situs ini merupakan lanskap budaya dan arkeologi yang sudah ada sejak abad pertama Masehi (M).

Baca juga: Menjelajahi Kakatiya Rudreshwara, Warisan Dunia Terbaru UNESCO di India

Situs Lembah Bamiyan menjadi bukti perkembangan budaya dan agama di wilayah tersebut dari abad pertama sampai abad ke-13 M.

Kedua patung Buddha itu memiliki karakteristik Bakhtria kuno. Bakhtria atau Bactria merupakan wilayah kuno di Asia Tengah. 

Patung Buddha terbesar di Dunia

Ceruk bekas patung Buddha di Bamiyan Valley, Afghanistan DOK. Shutterstock/Mohammad Ibrahim DanishShutterstock/Mohammad Ibrahim Danish Ceruk bekas patung Buddha di Bamiyan Valley, Afghanistan DOK. Shutterstock/Mohammad Ibrahim Danish

Mengutip New York Times, Selasa (18/6/2019), keduanya pernah dinobatkan sebagai patung Buddha terbesar di dunia. 

Kedua patung tersebut dipahat sekitar 1.500 tahun lalu oleh penduduk yang mendiami kawasan ini.

Salah satu patung memiliki tinggi 55 meter sedangkan satunya lagi memiliki tinggi 37 meter.

Keduanya dibangun di dalam ceruk di tebing Bamiyan. Ceruk tersebut memiliki ukuran yang lebih besar.

Patung Liberty di Amerika Serikat (AS) disebut bisa masuk ke dalam ceruk bekas kedua patung Buddha tersebut berdiri.

Baca juga: 3 Fakta Trans-Iranian Railway, Warisan Dunia Terbaru UNESCO di Iran

Dipahat manual berabad-abad

Lukisan dinding dalam goa di Bamiyan Valley, situs warisan dunia di Afghanistan DOK. UNESCO/Graciela Gonzalez BrigasUNESCO/Graciela Gonzalez Brigas Lukisan dinding dalam goa di Bamiyan Valley, situs warisan dunia di Afghanistan DOK. UNESCO/Graciela Gonzalez Brigas

Dua patung Buddha itu dinilai istimewa karena dipahat secara manual tanpa alat bantu yang modern. 

Pembangunan kedua patung tersebut memakan waktu yang lama. Pemahatan dilakukan di tebing berwarna seperti karamel. 

Baca juga: Dinobatkan sebagai Global Geopark oleh UNESCO, seperti Ini Keindahan Pulau Belitung

Kedua patung tersebut berdampingan dengan gua kuno yang ada di dinding tebing. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa menjumpai pahatan dinding penuh warna di situs tersebut.

Perpaduan budaya barat dan timur

Bamiyan Valley, situs warisan dunia UNESCO di Afghanistan DOK. Shutterstock/Jono PhotoraphyShutterstock/Jono Photoraphy Bamiyan Valley, situs warisan dunia UNESCO di Afghanistan DOK. Shutterstock/Jono Photoraphy

Dilansir dari website resmi UNESCO, Afghanistan terletak di Jalur Sutera yang membuat kawasan ini strategis.

Pada masa lalu, Afghanistan menjadi titik temu dari Dinasti China dan Kerajaan Persia. Oleh sebab itu, wilayah ini memiliki perpaduan budaya dari dua kerajaan besar pada masa itu.

Percampuran kedua budaya tersebut juga terlihat di situs Lembah Bamiyan. Arsitektur dan material yang diguanakan dalam pembangunan situs ini menjadi bukti dari keberadaan budaya China dan Persia.

Ajaran Islam diperkirakan mulai masuk ke Afghanistan pada abad 14 M. Hal ini diketahui dari perpaduan budaya China dan Islam pada arsitektur beberapa bangunan di wilayah tersebut.

Baca juga: Mengenal Paseo del Prado dan Buen Retiro di Spanyol, Warisan Dunia UNESCO Terbaru

Serangan Taliban

Anak laki-laki Afghanistan bermain sepak bola di depan area patung Buddha raksasa pernah berdiri di Provinsi Bamiyan, 9 April 2007. Patung-patung Buddha kuno dihancurkan oleh Taliban pada Maret 2000, meskipun ada protes internasional untuk menghentikan penghancuran.AP PHOTO / AMIR SHAH Anak laki-laki Afghanistan bermain sepak bola di depan area patung Buddha raksasa pernah berdiri di Provinsi Bamiyan, 9 April 2007. Patung-patung Buddha kuno dihancurkan oleh Taliban pada Maret 2000, meskipun ada protes internasional untuk menghentikan penghancuran.

Lembah Bamiyan di Afghanistan menjadi saksi bisu serangan kelompok Taliban.

Situs tersebut kehilangan dua patung Buddha setelah dihancurkan oleh kelompok Taliban pada Maret 2001.

Kehancuran dua patung tersebut membuat situs ini berada dalam daftar warisan dunia UNESCO yang terancam.

Baca juga: Cari Tahu, Ini 5 Destinasi Geopark di Indonesia yang Tersertifikasi UNESCO

Setelah insiden tersebut, pemerintah Afghanistan melakukan berbagai upaya untuk melindungi Lembah Bamiyan.

Meski dua patung Buddha tak lagi berdiri di tempat itu, pengunjung juga masih bisa menjumpai goa, biara, kuil, dan ukiran dinding kuno di sepanjang tebing.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tingkat Hunian Hotel Berbintang Naik 5,33 Persen pada Tahun 2022

Tingkat Hunian Hotel Berbintang Naik 5,33 Persen pada Tahun 2022

Travel Update
Padang Bela Bukit Aransina yang Instagramable di Pedalaman Flores Timur NTT

Padang Bela Bukit Aransina yang Instagramable di Pedalaman Flores Timur NTT

Jalan Jalan
EES, Sistem Pengganti Cap Paspor Saat Masuk Negara Schengen

EES, Sistem Pengganti Cap Paspor Saat Masuk Negara Schengen

Travel Update
5 Destinasi Wisata di Prefektur Kanagawa, Mampir ke Museum Doraemon

5 Destinasi Wisata di Prefektur Kanagawa, Mampir ke Museum Doraemon

Jalan Jalan
14 Februari Hari Apa Selain Valentine? Ada Peristiwa Penting di Indonesia

14 Februari Hari Apa Selain Valentine? Ada Peristiwa Penting di Indonesia

Jalan Jalan
Keterisian Kamar Hotel Tahun 2023 Diharapkan Bisa Capai 100 Persen

Keterisian Kamar Hotel Tahun 2023 Diharapkan Bisa Capai 100 Persen

Travel Update
4 Tempat Wisata Unggulan di Prefektur Gifu, Belajar Bikin Katana

4 Tempat Wisata Unggulan di Prefektur Gifu, Belajar Bikin Katana

Jalan Jalan
Hari Valentine, DAMRI Beri Diskon 14 Persen untuk Semua Rute

Hari Valentine, DAMRI Beri Diskon 14 Persen untuk Semua Rute

Travel Promo
Libur Nataru 2022 Disebut Puncak Kebangkitan Pariwisata Indonesia

Libur Nataru 2022 Disebut Puncak Kebangkitan Pariwisata Indonesia

Travel Update
Sandiaga Sebut Harga Paket Wisata Candi Borobudur Mulai Rp 100.000

Sandiaga Sebut Harga Paket Wisata Candi Borobudur Mulai Rp 100.000

Travel Update
Sejarah Hari Valentine, Ada Kisah Tragis yang Penuh Cinta 

Sejarah Hari Valentine, Ada Kisah Tragis yang Penuh Cinta 

Jalan Jalan
Menparekraf Yakin Hotel dan Restoran Makin Laku Meski Jelang Tahun Politik

Menparekraf Yakin Hotel dan Restoran Makin Laku Meski Jelang Tahun Politik

Travel Update
Kebun Raya Purwodadi Kini Punya Kelas Berkebun buat Siswa Sekolah

Kebun Raya Purwodadi Kini Punya Kelas Berkebun buat Siswa Sekolah

Jalan Jalan
39 Event Wisata Bakal Digelar di Bangka Barat Sepanjang 2023

39 Event Wisata Bakal Digelar di Bangka Barat Sepanjang 2023

Travel Update
2 Hari Beroperasi, Kereta Panoramic Terisi Penuh Angkut 163 Penumpang

2 Hari Beroperasi, Kereta Panoramic Terisi Penuh Angkut 163 Penumpang

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+