Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - Diperbarui 30/01/2022, 16:24 WIB

Legenda suku Tengger

Sebagaimana kebanyakan suku di Indonesia, suku Tengger juga memilki legenda. Legenda tentang asal mula Tengger ini bermula dari Rara Anteng dan Jaka Seger.

Dilansir dari Cerita Rakyat Nusantara: Pusaka Ampuh Jaka Tengger dan Kisah-kisah Lainnya karya Subiharso, Rara Anteng merupakan seorang putri dari Kerajaan Majapahit.

Sang putri berlindung di wilayah Penanjakan setelah Majapahit mengalami pergolakan.

Rara Anteng kemudian diangkat menjadi putri seorang Resi bernama Dadap Putih. Keduanya hidup bahagia di daerah pegunungan tersebut.

Di sisi lain, Jaka Seger yang berasal dari Kediri juga terpaksa mengasingkan diri karena situasi kerajaan yang kacau. Ia tinggal di Desa Keduwung, sembari mencari keberadaan pamannya yang tinggal di sekitar Gunung Bromo.

Singkatnya, sang putri bertemu dengan Jaka Seger. Keduanya jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah.

Akan tetapi setelah menunggu selama sewindu, keduanya belum juga dikaruniai seorang anak. Rara Anteng dan Jaka Seger pun memutuskan untuk bertapa.

Baca juga: Wisatawan Masih Berusaha Masuk ke Bromo saat Tutup akibat PPKM

Setelah bertapa selama enam tahun, permohonan keduanya dikabulkan. Namun, permintaan tersebut harus dibayar dengan nyawa sang anak bungsu.

Rara Anteng dan Jaka Seger harus menumbalkan anak bungsunya ke dalam kawah Bromo sebagai syarat. Keduanya pun dikaruniai 25 orang anak.

Suatu hari, Gunung Bromo bergemuruh. Rara Anteng dan Jaka Seger tahu bahwa inilah saatnya menyerahkan putra bungsu yang bernama R Kusuma.

Sayangnya, mereka belum rela mengorbankan sang putra. Keduanya lalu menyembunyikan R Kusuma di daerah Ngadas.

Baca juga:

Akan tetapi, letusan Gunung Bromo yang dahsyat ternyata menjangkau tempat persembunyian R. Kusuma. Putra bungsu Rara Anteng dan Jaka Seger kemudian tersedot masuk ke dalam Gunung Bromo.

Saat itulah terdengar pesan dari R Kusuma yang ingin saudaranya untuk tetap hidup rukun. Ia juga mengaku rela menjadi persembahan demi kesejahteraan dan kerukunan orangtua beserta para saudaranya.

R Kusuma juga berpesan untuk mengirimkan hasil bumi ke Gunung Bromo setiap tanggal 14 Kasada. Dari legenda inilah nama Tengger diperoleh.

Tengger berasal dari nama Rara Anteng dan Jaka Seger yang dipercaya menjadi cikal bakal masyarakat di wilayah tersebut.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+