Kompas.com - 27/08/2021, 11:33 WIB

 

KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan, capaian nilai devisa pariwisata Indonesia pada 2020 adalah 3,244 miliar dollar Amerika Serikat (AS).

Kendati demikian, mengutip siaran pers yang Kompas.com terima, Jumat (27/8/2021), jumlah tersebut dinilai belum mencapai target pencapaian, yakni 3,3 miliar dollar AS.

Selain itu, sejumlah hal yang belum dicapai oleh Kemenparekraf menurutnya adalah nilai ekspor ekonomi kreatif senilai 15,06 miliar dollar AS dari target 16,9 miliar dollar AS, serta nilai tambah ekonomi kreatif sebesar Rp 1.134,9 triliun dari target Rp 1.157 triliun.

Kemudian, jumlah pengeluaran wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 1.145,64 dollar AS dari target 1.213,87 dollar AS.

“Meski demikian, kontribusi PDB pariwisata berhasil mencapai target sebesar 4 persen,” tuturnya dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Gedung DPR RI, Kamis (26/8/2021).

Baca juga: 

Capaian lain yang berhasil tembus target adalah jumlah kunjungan wisman mencapai total 4,053 juta kunjungan dari target 2,8 juta-4 juta kunjungan.

Jumlah pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) pun berhasil menembus target menjadi 198,246 juta pergerakan dari target 120-140 juta pergerakan.

Sandiaga menegaskan, data capaian target tersebut merupakan target penyesuaian berdasarkan revisi rencana strategis (renstra) 2020-2024 yang diperbarui pada Juli 2020 karena pandemi Covid-19. Misalnya adalah data pergerakan wisnus pada 2020.

Adapun target pergerakan wisnus awalnya adalah 310 juta pergerakan sebelum direvisi menjadi 120-140 juta.

Berdasarkan data sementara, hal ini tercapai 198 juta. Jika dibandingkan dengan target awal, capaian tersebut justru minus 36 persen.

Anggaran dan realisasi Kemenparekraf

Pada saat yang bersamaan, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo mengatakan, pada 2020 pihaknya memiliki pagu anggaran sebesar Rp 3.684.440.605.000.

Dari jumlah tersebut, realisasinya sebesar Rp 3.410.271.877.209 atau sekitar 92,56 persen. Sisa anggaran sebesar Rp 274.168.727.791.

Dia juga menyampaikan hasil opini laporan keuangan 2020 yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yakni Kemenparekraf meraih predikat Wajar Tanpa Pengeualian (WTP).

“Kami juga sudah menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK dari temuan yang ada pada laporan keuangan Kemenparekraf tahun anggaran 2020, dan akan terus dimonitor pelaksanaannya,” ucap Angela.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.