Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/08/2021, 14:15 WIB
Sri Noviyanti

Penulis

KOMPAS.com - Pelaksanaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 telah berlangsung sejak awal Juli 2021. Tercatat, ada 1.831 desa wisata yang ikut serta di dalamnya. Jumlah ini melebihi target awal Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) yang hanya 700 peserta.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengaku terharu atas capaian jumlah ini.

Pasalnya, ADWI tidak bisa dipisahkan dari harapan pemerintah akan kebangkitan desa wisata di Indonesia.

Baca juga: Digital Nomad, Tren Pariwisata di Indonesia

“Jumlah pesertanya memang sangat banyak, mencapai 1.831 desa. Provinsi yang paling banyak mendaftarkan desa wisata adalah Sumatera Barat dengan jumlah 238 desa, kedua adalah Sulawesi Selatan dengan jumlah 190 desa, dan ketiga adalah Jawa Tengah dengan jumlah 166 desa,” ujar Direktur Tatakelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Indra Ni Tua dalam rilis yang diterima Kompas.com Jumat (27/8/2021).

Ia menambahkan, pihaknya akan mengedepankan penilaian terhadap cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment sustainability (kelestarian lingkungan) atau CHSE yang kini menjadi standar adaptasi dalam keadaan pandemi.

Ia juga berkata, optimalisasi ADWI 2021 bisa menjadi semangat baru bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di desa-desa wisata. Adapun rangkaian event ADWI 2021 beragam diawali dengan Bimtek & Workshop Online Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.

Adapun kegiatannya akan dibagi menjadi 7 sesi berdasarkan wilayah, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, dan Bengkulu. Rangkaian pertama ini sudah berjalan sejak Kamis (22/7/2021).

Lalu, Riau, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Jambi, dan Lampung pada Jumat (23/7/2021). Dilanjutkan dengan Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat pada Sabtu (24/7/2021).

Berlanjut DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat digelar pada Selasa (27/7/2021). Lalu, DI Yogyakarta dan Jawa Tengah pada Rabu (28/7/2021).

Acara dilanjutkan ke Jawa Timur dan Bali, Kamis (29/7/2021), dan terakhir Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, dan Gorontalo pada Jumat (30/7/2021).

Baca juga: Ragam Pariwisata di Danau Toba

Melalui kegiatan yang dilakukan secara daring tersebut, pengelola desa wisata yang telah mendaftarkan ADWI 2021 mendapatkan bimbingan teknis serta workshop.

Tujuannya adalah mempertajam serta memaksimalkan persiapan untuk memasuki tahapan berikutnya.

“Kami tingkatkan atraksi, amenitas, dan aksesibilitas, baik program infrastruktur dasar sampai pengembang sumber daya manusia (SDM). Di sini, pelatihan-pelatihan akan kami dorong tidak hanya berjualan di online. Tapi, membuat konten yang baik, menciptakan event-event yang khas, serta terkomunikasikan dengan baik,” ujar Sandi saat pembukaan Bimtek & Workshop Online Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.

Ia juga menuturkan bahwa desa wisata harus adaptif dan relevan di tengah situasi saat ini.

Seleksi dan penilaian ADWI 2021

Menparekraf juga menjelaskan ada tujuh kategori penilaian dalam ajang ADWI 2021, Selain CHSE, ada pula faktor desa digital, suvenir (kuliner, fesyen, kriya), daya tarik wisata (alam, budaya, buatan), konten kreatif, homestay, dan toilet.

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com