Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/09/2021, 20:09 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Dalam penerapan PPKM level 4 ini, tempat wisata masih tutup untuk sementara waktu.

Satpol PP DIY dan Kabupaten juga sudah melakukan penyekatan tempat wisata. Namun, pada akhir pekan kemarin, wisatawan nekat masuk kawasan wisata dengan memanfaatkan joki-joki yang ada di sekitar lokasi wisata.

Baca juga: Itinerary 3 Hari 2 Malam di Yogyakarta, Ada Lava Tour Merapi

Joki ini bertugas menunjukkan jalan tikus menuju lokasi wisata, yaitu lokasi wisata pantai yang ada di Gunungkidul.

Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmat menyampaikan selama PPKM level 4 ini pihaknya memerintahkan Satlinmas Rescue Istimewa untuk melakukan penjagaan di Tempat Pemungutan Retribusi.

“Kendala di Gunungkidul wisatawan mencari jalur tikus dibantu masyarakat sekitar pakai joki bayar sampai dengan Rp 50.000, diantar melalui jalur tikus," kata Noviar saat dihubungi wartawan, Rabu (1/9/2021).

"Sedangkan kita penjagaan di pintu gerbang. banyak joki di pantai itu masuklah mereka lewat sana,” tambahnya.

Baca juga: Wisata Gunungkidul Masih Tutup, Ada Antisipasi Kedatangan Wisatawan

Noviar mengakui bahwa pihaknya kesulitan dalam melakukan deteksi joki-joki yang menunjukkan jalan tikus kepada wisatawan ini.

Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap bersabar hingga level PPKM turun.

“Kita imbau masyarakat bersabar terutama masyarakat yang hidup dari sektor wisata sampai turun ke level 3,” katanya.

Pantai Siung, Gunungkidul, Yogyakarta.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Pantai Siung, Gunungkidul, Yogyakarta.

Tidak cukup hanya ke Malioboro

Menurut Noviar, banyak wisatawan yang datang ke kawasan Pantai Gunungkidul karena tidak puas kalau saat ke Yogyakarta hanya berkunjung ke Malioboro. Saat ini, Malioboro sudah mulai dibuka dengan protokol kesehatan ketat.

“Mereka gak cukup kalau hanya datang ke Malioboro,” kata Noviar.

Selain menggunakan jasa joki, banyak juga wisatawan yang mengelabui petugas dengan cara memarkirkan kendaraannya sebelum lokasi tempat penjagaan atau TPR.

“Wisatawan punya taktik obyek wisata ditutup, mereka parkir mobil dan jalan kaki ke pantai,” ungkap Noviar.

Baca juga: Syarat Masuk ke Malioboro dan Stasiun Tugu, Wajib Vaksin dan Pakai Masker

Dalam pengawasan ini pihaknya menerjunkan sebanyak 328 personil untuk mengawasi kawasan wisata pantai di DIY.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mendapatkan bantuan dari Polair, Angkatan Laut, dan juga Polsek setempat.

Putar balik

Sementara itu, pada minggu lalu ribuan kendaraan yang menuju Pantai Baron harus rela putar balik.

“Satu hari itu kata teman-teman sampai ribuan kemarin di Baron macet 2 kilometer, diputar balik semua,” ungkap dia.

Untuk mengantisipasi agar hal serupa tidak terjadi lagi pada pekan depan, pihaknya meminta kepada personil untuk membagi shift penjagaan sehingga dalam kurun waktu 24 jam lokasi wisata dapat dijaga.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

EES, Sistem Pengganti Cap Paspor Saat Masuk Negara Schengen

EES, Sistem Pengganti Cap Paspor Saat Masuk Negara Schengen

Travel Update
5 Destinasi Wisata di Prefektur Kanagawa, Mampir ke Museum Doraemon

5 Destinasi Wisata di Prefektur Kanagawa, Mampir ke Museum Doraemon

Jalan Jalan
14 Februari Hari Apa Selain Valentine? Ada Peristiwa Penting di Indonesia

14 Februari Hari Apa Selain Valentine? Ada Peristiwa Penting di Indonesia

Jalan Jalan
Keterisian Kamar Hotel Tahun 2023 Diharapkan Bisa Capai 100 Persen

Keterisian Kamar Hotel Tahun 2023 Diharapkan Bisa Capai 100 Persen

Travel Update
4 Tempat Wisata Unggulan di Prefektur Gifu, Belajar Bikin Katana

4 Tempat Wisata Unggulan di Prefektur Gifu, Belajar Bikin Katana

Jalan Jalan
Hari Valentine, DAMRI Beri Diskon 14 Persen untuk Semua Rute

Hari Valentine, DAMRI Beri Diskon 14 Persen untuk Semua Rute

Travel Promo
Libur Nataru 2022 Disebut Puncak Kebangkitan Pariwisata Indonesia

Libur Nataru 2022 Disebut Puncak Kebangkitan Pariwisata Indonesia

Travel Update
Sandiaga Sebut Harga Paket Wisata Candi Borobudur Mulai Rp 100.000

Sandiaga Sebut Harga Paket Wisata Candi Borobudur Mulai Rp 100.000

Travel Update
Sejarah Hari Valentine, Ada Kisah Tragis yang Penuh Cinta 

Sejarah Hari Valentine, Ada Kisah Tragis yang Penuh Cinta 

Jalan Jalan
Menparekraf Yakin Hotel dan Restoran Makin Laku Meski Jelang Tahun Politik

Menparekraf Yakin Hotel dan Restoran Makin Laku Meski Jelang Tahun Politik

Travel Update
Kebun Raya Purwodadi Kini Punya Kelas Berkebun buat Siswa Sekolah

Kebun Raya Purwodadi Kini Punya Kelas Berkebun buat Siswa Sekolah

Jalan Jalan
39 Event Wisata Bakal Digelar di Bangka Barat Sepanjang 2023

39 Event Wisata Bakal Digelar di Bangka Barat Sepanjang 2023

Travel Update
2 Hari Beroperasi, Kereta Panoramic Terisi Penuh Angkut 163 Penumpang

2 Hari Beroperasi, Kereta Panoramic Terisi Penuh Angkut 163 Penumpang

Travel Update
Wajah Baru Taman Akuatik di Kebun Raya Bogor Dilengkapi Spot Foto

Wajah Baru Taman Akuatik di Kebun Raya Bogor Dilengkapi Spot Foto

Travel Update
Produk UMKM Khas Labuan Bajo Jadi Camilan di Pesawat, Ada Kompiang

Produk UMKM Khas Labuan Bajo Jadi Camilan di Pesawat, Ada Kompiang

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+