Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/09/2021, 19:15 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Bunga Amarilis di Padukuhan Ngasemayu, Kalurahan Salam, Patuk, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah mekar sejak akhir Agustus lalu.

Namun, kebun bunga tersebut masih tertutup bagi pengunjung lantaran adanya kebijakan PPKM Level 4.   

"Banyak yang bertanya apakah bisa mampir atau tidak, tapi kami katakan tidak bisa karena mengikuti aturan," kata Pemilik kebun bunga Amarilis, Sukadi, saat dihubungi melalui telepon, Kamis (2/9/2021).

Hamparan amarilis yang berwarna oranye hanya bisa dinikmati bagi pengunjung yang akan membeli bibit saja, itupun dalam waktu singkat dan dibatasi.

Baca juga:

 

Kebun bunga  yang mengelilingi rumah Sukadi ini biasanya dipadati pengunjung pagi atau sore hari.

Dia mengakui, saat ini hanya bisa mengandalkan penjualan bibit, meski saat ini juga menurun.

Hasil penjualan anjlok dibanding waktu normal, turun lebih dari separuhnya. Normalnya, saat bunga sedang tidak mekar, ada belasan pesanan bibit Amarilis secara daring dalam waktu kurang dari setahun. Kuantitas yang dipesan bisa mencapai 20.000 bibit.

Penjualan Bibit Amarilis di Patuk, GunungkidulKOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Penjualan Bibit Amarilis di Patuk, Gunungkidul

Namun, sejak PPKM Level 4 diterapkan, sejauh ini hanya menerima tiga pesanan daring. Kuantitas barang yang dipesan pun turun drastis, sehingga paling banyak hanya 1.500 bibit Amarilis. 

Adapun untuk harga berkisar antara Rp 2.500 sampai Rp 3.000 tergantung ukurannya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+