Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/09/2021, 20:14 WIB

 

KOMPAS.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah mengembangkan wisata medis (medical tourism) dan wisata kesehatan (wellness tourism). 

Wellness tourism masuk menjadi salah satu dari empat pariwisata yang dikembangkan Kemenparekraf dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), di bawah koordinasi Kementerian Bidang Kemaritiman dan Investasi,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno.

Baca juga: 3 Daerah di Indonesia yang Digaungkan Jadi Destinasi Wisata Kesehatan

Hal ini diungkapkan olehnya dalam Grand Opening Indonesia Wellness Tourism International Festival 2021 secara virtual, Rabu (1/9/2021).

Pengembangan itu merupakan fokus sektor pariwisata dan ekonomi kreatif selama new normal, serta senada dengan tren wisata kesehatan yang semakin naik daun karena pandemi Covid-19.

Baca juga: Rempah dan Potensi Wisata Kesehatan Indonesia yang Melimpah

“Meski wellness tourism Indonesia tertinggal dari negara lain, kita harus tetap gerak bersama. Mengingat kekayaan alam dan budaya Indonesia berpotensi dalam menciptakan keragaman industri wellness di dunia,” jelas Sandiaga.

Menurut data yang diberikan oleh Direktur Wisata Alam, Budaya, dan Buatan Kemenparekraf Alexander Reyaan pada kesempatan yang sama, empat jenis pariwisata yang tengah dikembangkan adalah:

Baca juga: Wisatawan Indonesia Jadi Pasar Utama Wisata Kesehatan di Bali

  1. Wisata kesehatan
  2. Wisata medis
  3. Wisata olahraga kesehatan (sport health tourism)
  4. Wisata ilmiah kesehatan (scientific health tourism)

Terkait wisata kesehatan dan wisata medis, mungkin ada yang mengira bahwa keduanya sama lantaran masih berkaitan dengan ranah kebugaran. Namun, Alex berkata lain.

Wellness tourism sangat berbeda dari medical tourism. Wellness tourism memiliki berbagai alternatif dari sisi produk. Bisa dicampur dengan budaya, kuliner, dan sebagainya,” jelas Alex.

Baca juga: Wisata Jamu dan Kebugaran Jadi Prioritas Wisata Kesehatan

“Oleh sebab itu, holistic wellness tourism disebut produk kebugaran yang dirancang saling bersinergi untuk meraih keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa,” sambungnya.

Perbedaan wisata medis dan wisata kesehatan

Kemenparekraf berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mengembangkan wisata kesehatan di Indonesia.Dok. KEMENPAREKRAF.go.id Kemenparekraf berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mengembangkan wisata kesehatan di Indonesia.

Apa bedanya wisata kesehatan dengan wisata medis? Berikut Kompas.com rangkum berdasarkan penjelasan dari Alex, Jumat (3/9/2021).

  • Tujuan perjalanan

Dalam wisata medis, wisatawan akan melakukan perjalanan untuk mendapat perawatan guna mengatasi penyakit atau kondisinya.

Sementara itu, wisatawan yang melakukan wisata kesehatan melakukan perjalanan untuk memelihara, mengelola, dan meningkatkan kesehatan dan kondisi tubuh secara keseluruhan.

Baca juga: Langkah Kemenparekraf Kembangkan Wisata Kesehatan di Indonesia

  • Motivasi liburan

Untuk motivasi liburan, wisatawan medis melakukan perjalanan yang didasari pada perolehan akses dan perawatan medis yang berkualitas.

Saat melakukan wisata medis, mereka akan mencari perawatan dengan biaya terjangkau yang mungkin tidak didapat di domisili asalnya.

Kemudian, pelaku wisata kesehatan melakukan perjalanan berdasarkan keinginannya untuk hidup sehat, dan mencegah penyakit.

Tidak hanya itu, mereka juga melakukan perjalanan untuk mengurangi stres, mengelola kebiasaan gaya hidup yang buruk, dan/atau mendapat pengalaman yang otentik.

Baca juga: Ini Biaya yang Dibutuhkan untuk Wisata Kesehatan di Ubud

  • Kegiatan wisata

Dalam melakukan kegiatan wisata, umumnya pelaku wisata medis akan melakukan aktivitas yang reaktif terhadap penyakit, diperlukan secara medis, dan diawasi oleh dokter.

Sementara wisata kesehatan, pelaku perjalanan melakukan kegiatan wisata yang bersifat proaktif secara sukarela, dan kegiatan yang secara alami lebih mengarah ke non-medis.

Adapun, kegiatan yang termasuk dalam wisata kesehatan antara lain adalah spa yang mencakup pijat dan perawatan wajah, yoga, pengalaman kuliner dengan mencicipi makanan sehat, serta jalan-jalan di alam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+