Kompas.com - 04/09/2021, 08:56 WIB

KOMPAS.com - Desa Nglanggeran merupakan salah satu desa wisata yang ada di Yogyakarta. Desa ini tepatnya berlokasi di Kecamatan Patuk, GunungKidul.

Desa Wisata Nglanggeran menjadi salah satu desa yang berhasil masuk ke dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia versi Global Green Destinations Days (GGDD) tahun 2018.

Wisatawan dapat menjumpai wisata alam, budaya, dan edukasi di Desa Nglanggeran. Mulai dari Gunung Api Purba, sampai Kampung Pitu.

Baca juga: Desa Wisata Nglanggeran Yogyakarta Ikuti Lomba Desa Wisata UNWTO

Sayangnya, untuk sementara waktu Desa Nglanggeran belum dapat dikunjungi terkait kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Untuk destinasi di desa Nglanggeran sendiri saat ini masih tutup. Jadi kita dari tanggal 3 Juli 2021 sampai saat ini, sementara kita masih tutup," kata anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglanggeran Sugeng Handoko kepada Kompas.com, Kamis (2/9/2021).

Berikut ini sederet obyek wisata di Desa Nglanggeran yang dapat dikunjungi setelah PPKM.

Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Api Purba Nglanggeran menjadi salah satu tempat wisata menarik di desa ini. Gunung purba ini memiliki ketinggian 700 mdpl.

Pengunjung bisa melihat matahari terbit pada pagi hari dan sunset saat petang. Butuh waktu sekitar 50 menit sampai satu jam dari kaki gunung untuk sampai ke puncaknya.

Kawasan Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul, YogyakartaKOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Kawasan Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta

"Ya contohnya di Gunung Api Purba itu lebih banyak orang yang suka petualangan," tutur Sugeng.

Ada pula Gunung Lima Jari yang membentang luas, tak jauh dari obyek wisata ini. Pengunjung juga dapat berkemah di Gunung Api Purba Nglanggerang. Camping ground terletak sekitar 50 meter dari puncak.

Baca juga: Live In di Gunung Api Purba Nglanggeran Sudah dibuka, Mau Coba?

Embung Nglanggeran

Obyek wisata Embung Nglanggeran merupakan tampungan air dengan luas 0,34 hektar. Embung ini digunakan sebagai pengairan kebun buah durian dan kelengkeng milik warga.

Kawasan Gunung Api Purba Dilihat dari Embung Nglanggeran, Gunungkidul.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Kawasan Gunung Api Purba Dilihat dari Embung Nglanggeran, Gunungkidul.

Embung Nglanggeran merupakan salah satu tempat wisata yang paling populer di kawasan tersebut. Obyek wisata ini terletak sekitar 1,5 kilometer (km) dari gunung api purba.

"Kemudian terkait di Embung, karena dari sisi akses dan jangkauannya lebih mudah, sehingga jumlah kunjungannya bisa lebih tinggi dibandingkan lainnya," imbuh Sugeng.

Baca juga: Desa Wisata Nglanggeran Tutup pada Malam Tahun Baru 2021

Air Terjun Kedung Kandang

Desa Nglanggeran juga memiliki wisata Air Terjun Kedung Kandang. Obyek wisata ini disebut sebagai air terjun musiman karena memiliki debit air yang berubah, tergantung musim.

Air Terjun Kedung Kandang di Nglanggeran, Gunungkidul.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Air Terjun Kedung Kandang di Nglanggeran, Gunungkidul.

Pada musim kemarau, debit air terjun menurun. Air terjun bahkan kering saat kemarau panjang. Pada musim penghujan, debit air akan melimpah dan membuat air terjun dapat mengalir deras.

Air Terjun Kedung Kandang terletak di antara persawahan warga dengan batuan vulkanik berundak sebagai dasarnya.

Untuk bisa menikmati keindahan air terjun, pengunjung harus melakukan trekking dari tempat parkir. Air Terjun Kedung Kandang terletak di sebelah selatan Gunung Api Purba Nglanggeran.

Baca juga: Itinerary Wisata Seharian di Nglanggeran Yogyakarta, Bisa Bajak Sawah

Kampung Pitu

Kampung Pitu merupakan wisata budaya di Desa Nglanggeran. Lokasinya ada di puncak sebelah timur Gunung Api Purba.

Pitu merupakan bahasa Jawa dari kata tujuh. Sesuai dengan namanya, Kampung Pitu hanya memiliki tujuh Kepala Keluarga (KK).

"Kampung pitu yang di puncak timur Gunung Api Purba ada tujuh kelompok masyarakat yang berisi tujuh KK (Kepala Keluarga) yang tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih di puncak Gunung Api Purba" lanjut Sugeng.

Baca juga: Puas Jelajah Nglanggeran, Saatnya Beli Topeng dan Santap Ingkung Ayam

Griya Cokelat Nglanggeran

Griya Cokelat menjadi satu-satunya tempat wisata yang kini mulai dibuka di kawasan Nglanggeran. Pengunjung dapat menyaksikan proses produksi olahan cokelat.

Bubuk Cokelat yang Dijual di Griya Cokelat Nglanggeran.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Bubuk Cokelat yang Dijual di Griya Cokelat Nglanggeran.

"Aktivitasnya sudah berjalan seperti biasa. Kemudian orang juga bisa datang dan juga melihat proses pembuatannya atau berbelanja usaha ekonomi produktif yang ada di wisata ini," jelas Sugeng.

Pengunjung dapat menikmati beragam olahan cokelat yang ada di Griya Cokelat. Menu unggulannya ialah minuman cokelat murni dengan beragam varian rasa.

Baca juga: Cegah Turis Masuk Kawasan Pantai, Pemerintah Gunungkidul Perketat Penjagaan

Desa Wisata Bobung

Desa Wisata Bobung memang berada di luar Desa Wisata Nglanggeran. Namun, lokasinya bersebelahan.

Terletak di Desa Putat, Kecamatann Patuk, Gunungkidul. Bobung merupakan kawasan perajin topeng batik kayu.

Bobung merupakan desa wisata tertua di Gunung Kidul. Pengunjung bisa menjangkau tempat ini naik bus kecil.

Desa wisata Bobung, tempat pengrajin topeng batik kayu DOK. Shutterstock/Julius BramantoShutterstock/Julius Bramanto Desa wisata Bobung, tempat pengrajin topeng batik kayu DOK. Shutterstock/Julius Bramanto

Pengunjung akan melihat secara langsung proses produksi topeng kayu, patung, dan kerajinan lainnya.

Menurut Sugeng, pengunjung juga dapat menikmati berbagai kegiatan di Nglanggeran seperti trekking hingga wisata edukasi.

"Kami juga ada edukasi pengolahan susu kambing etawa, termasuk pengolahan cokelat atau kakao dari hulu sampai hilir, dari bahan baku sampai produk jadi itu juga jadi atraksi menarik," imbuhnya.

Baca juga: Kebun Bunga Amarilis di Gunungkidul Masih Tutup untuk Turis

Bagi kamu yang berniat mengunjungi Desa Nglanggeran usai PPKM, jangan lupa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjauhi kerumunan. Jangan lupa melakukan vaksinasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.