Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gunungkidul Turunkan Target Wisatawan, Penutupan Terus Diperpanjang

Kompas.com - 13/09/2021, 14:10 WIB
Markus Yuwono,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menurunkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2021.

Target diturunkan sebesar Rp 6 miliar karena adanya penutupan beberapa kali saat pemberlakuan PPKM.

"Saat Rancangan PBD Perubahan kami usulkan dari eksekutif (PAD) kita turunkan dari Rp 18 Miliar ke Rp 12 Miliar, atau turun Rp 6 miliar," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono, Senin (13/9/2021).

Dijelaskan, PAD pariwisata dari awal tahun sampai dengan sebelum diterapkannya PPKM yaitu sebesar 8.388.121.449.

Baca juga:

 

Adapun pertimbangan menurunkan target PAD karena beberapa alasan, di antaranya adanya penutupan sejak 3 Juli 2021 lalu, dan kemungkinan saat dibuka nantinya ada persyaratan khusus seperti kuota pengunjung, jam operasional hingga daya tampung tempat wisata.

Selain itu, revisi cuti bersama diperkirakan akan memengaruhi tingkat kunjungan wisata ke Gunungkidul.

"Biasanya cuti bersama mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan," ucap Harry.

Pihaknya pernah menghitung potensi kehilangan PAD sejak ditutup, kunjungan per minggunya sebanyak 40.000 orang dikalikan 10 minggu PPKM Level 3 kemudian dikali rata-rata Rp 5000 untuk pembayaran tiket masuk. Selain itu, untuk belanja para wisatawan di Gunungkidul Rp 81.000.

Belum ada petunjuk untuk uji coba pembukaan

Wisatawan akan menuju ke Kawasan Wisata Pantai Gunungkidul harus diputar Balik di Simpang Mulo, Wonosari Minggu (12/9/2021)Dok Satlantas Polres Gunungkidul Wisatawan akan menuju ke Kawasan Wisata Pantai Gunungkidul harus diputar Balik di Simpang Mulo, Wonosari Minggu (12/9/2021)

Disinggung mengenai usulan uji coba, Harry mengatakan, pihaknya belum ada petunjuk mengenai usulan ke kementrian Pariwisata, melalui bupati.

"Belum ada perintah maupun petunjuk," ujarnya. 

Harry mengakui, meski penutupan kawasan wisata sudah diumumkan, namun setiap akhir pekan masih banyak pengunjung yang datang.

Pihaknya bersama pihak terkait seperti kepolisian dan Satpol PP melakukan penutupan dan penyekatan jalur obyek wisata ke kawasan pantai.

Baca juga:

 

"Kemarin cukup banyak, ada bis yang terpaksa diputar balik karena kawasan wisata belum buka," katanya. 

Sebelumnya, Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP Martinus Sakti Givriyanto mengatakan, dari laporan di dua titik penyekatan di simpang Mulo, Wonosari, dan simpang Singkil, Paliyan.

"Dari pagi sampai siang ada sekitar 200-an kendaraan baik roda 2 dan 4 yang harus putar balik," kata Martinus.

Selain melakukan putar balik wisatawan, pihaknya juga mengedukasi joki yang biasa membawa masuk wisatawan ke kawasan wisata pantai. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Wahana dan Kolam Renang di Kampoeng Kaliboto Waterboom Karanganyar

Wahana dan Kolam Renang di Kampoeng Kaliboto Waterboom Karanganyar

Jalan Jalan
Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Travel Update
Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Jalan Jalan
Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Travel Update
The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

Jalan Jalan
Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Travel Tips
Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Travel Update
Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Travel Update
13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

Travel Update
Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja 'Overtime' Sopir Bus Pariwisata

Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja "Overtime" Sopir Bus Pariwisata

Travel Update
Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

BrandzView
Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Travel Update
Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Travel Update
ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com