Catatan Pendaki Pemula ke Gunung Parang di Purwakarta, Bagian 2

Kompas.com - 14/09/2021, 08:08 WIB
Pemandangan Gunung Parang di jalur pendakian via Pesanggrahan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (13/6/2021). kompas.com / Nabilla RamadhianPemandangan Gunung Parang di jalur pendakian via Pesanggrahan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (13/6/2021).

 

KOMPAS.com – Sebelumnya, pendakian Gunung Parang via Pasanggrahan sempat terhenti di batu besar yang menghadap langsung ke puncak Gunung Parang.

Kami memutuskan untuk berswafoto ria terlebih dahulu sembari melihat dua jalur dengan tali (jalur webbing) yang perlu dilalui untuk menuju ke “puncak utama” tersebut.

Jalur webbing pertama dan kedua ini merupakan jalur “kering” yang terdiri dari bebatuan, tanah kering, dan semak belukar. Ada juga semak berduri di sisi kanan jalur.

Baca juga: Bercucuran Keringat demi Memanjat Tebing Gunung Bongkok Purwakarta

Menuruni jalur ini perlu kehati-hatian ekstra. Meski sudah ada tali, kami tetap berpegangan pada akar dan semak belukar.

Kami juga tidak bisa turun secara terburu-buru karena kemiringan jalur cukup membuat jantung berdebar. Walau turun dengan lambat, salah seorang teman sempat terpeleset dan hampir terjatuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Waktu tempuh dari area istirahat menuju dasar jalur webbing pertama adalah sekitar 30 menit, termasuk waktu untuk foto-foto. Sebab, kami tiba di dasar jalur tersebut pukul 09.36 WIB.

Baca juga: Berita Foto: Panjat Tebing di Gunung Bongkok Purwakarta

Dasar jalur ini memiliki area kecil untuk istirahat sejenak. Di sini, kami bertemu pendaki lain yang sedang istirahat.

Kami melanjutkan pendakian dengan menyeberangi setapak jalur yang pada sisi kanan dan kirinya mengarah ke jurang.

Setelah tiba di seberang, kami melanjutkan pendakian melalui jalur setapak yang terdiri dari tumpukan batu. Di sini, kami harus memanfaatkan tali.

Jalur pendakian Gunung Parang via Pesanggrahan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (13/6/2021).kompas.com / Nabilla Ramadhian Jalur pendakian Gunung Parang via Pesanggrahan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (13/6/2021).

Lanjutkan pendakian di Gunung Parang

  • Jalur webbing yang bikin jantung berdebar

Jalur webbing kedua mengantarkan kami pada puncak Gunung Parang yang sebenarnya. Di sini, kami tidak boleh lengah.

Sebab, sedikit saja oleng, kami bisa jatuh ke jurang di sisi kanan dan kirinya. Jika diibaratkan, sempitnya jalur ini mirip dengan jalur di punggung Gunung Raung.

Baca juga: Mengintip Aneka Fasilitas Hotel Gantung di Purwakarta

Bedanya, sisi kanan dan kiri jalur menuju puncak Gunung Parang dipenuhi semak belukar dan bebatuan. Ada juga akar-akar kuat yang membantu kami mendaki ke puncak.

Kemiringan jalur ini sama dengan jalur menurun yang sebelumnya kami lalui. Bedanya, jalur ini lebih sempit dari sebelumnya dan lebih terjal.

Selain itu di tengah pendakian, kami harus menaiki sebuah batu besar yang membuat kami harus saling tarik supaya bisa melewatinya.

 

Seorang pendaki dengan pemandangan puncak Camp Area Gunung Parang yang terlihat dari jalur pendakian Gunung Parang via Pesanggrahan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (13/6/2021).kompas.com / Nabilla Ramadhian Seorang pendaki dengan pemandangan puncak Camp Area Gunung Parang yang terlihat dari jalur pendakian Gunung Parang via Pesanggrahan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (13/6/2021).

Batu besar ini dapat dikatakan sebagai penanda bahwa kami sudah mencapai area yang cukup luas untuk istirahat.

Kami berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan. Kami bisa melihat “puncak” gunung tempat Camp Area berada, perbukitan, laut, serta perumahan warga yang mengelilingi Gunung Parang.

Baca juga: Menjajal Hotel Gantung Tertinggi Sedunia di Purwakarta, Seru Banget!

  • Akhir perjalanan, tiba di puncak Gunung Parang

Setelah melalui jalur yang cukup mendebarkan, kami akhirnya tiba di puncak Gunung Parang pada pukul 10.02 WIB. Tepatnya 30 menit setelah kami menyeberang dari jalur webbing pertama ke jalur webbing kedua.

Puncak Gunung Parang dihiasi rerumputan rindang, semak belukar, dan bebatuan besar. Ada juga sebuah batu yang di atasnya terdapat tiang bendera merah putih.

Baca juga: VIDEO: Menjajal Hotel Gantung Tertinggi Sedunia di Purwakarta

Dari atas batu itu, indahnya Waduk Jatiluhur dengan sangat mudah terlihat. Sebab, pada saat itu cuaca sedang cerah.

Saking cerahnya, terik matahari terasa menembus baju. Meski keringat bercucuran, kami menghabiskan waktu yang cukup lama di sana sebelum memutuskan untuk turun pada sekitar pukul 10.45 WIB.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Tempat Wisata di Jakarta untuk Lihat Sigale-gale, Boneka yang Kabarnya Bisa Gerak Sendiri

2 Tempat Wisata di Jakarta untuk Lihat Sigale-gale, Boneka yang Kabarnya Bisa Gerak Sendiri

Jalan Jalan
6 Panduan Berwisata di Jakarta, Perhatikan Ganjil Genap

6 Panduan Berwisata di Jakarta, Perhatikan Ganjil Genap

Travel Tips
Pemkab Gunungkidul Antisipasi Tempat Wisata yang Sulit Sinyal

Pemkab Gunungkidul Antisipasi Tempat Wisata yang Sulit Sinyal

Travel Update
5 Wisata Alam Pangandaran, Indahnya Pantai sampai Serunya Body Rafting

5 Wisata Alam Pangandaran, Indahnya Pantai sampai Serunya Body Rafting

Jalan Jalan
5 Alasan Kamu Harus Berkunjung ke Anjungan Sumut di TMII

5 Alasan Kamu Harus Berkunjung ke Anjungan Sumut di TMII

Jalan Jalan
Itinerary 1 Hari di Tengah Kota Yogyakarta, Jalan-jalan Sambil Belajar

Itinerary 1 Hari di Tengah Kota Yogyakarta, Jalan-jalan Sambil Belajar

Itinerary
Simpan Dulu Liburan Kemudian, Berikut 5 Destinasi Wisata Ramah Muslim di Korea Selatan

Simpan Dulu Liburan Kemudian, Berikut 5 Destinasi Wisata Ramah Muslim di Korea Selatan

BrandzView
7 Koleksi di Rumah Adat Batak Toba TMII, Ada Tongkat Tunggal Panaluan

7 Koleksi di Rumah Adat Batak Toba TMII, Ada Tongkat Tunggal Panaluan

Jalan Jalan
Menyingkap Pesona Mandalika, Surga Tersembunyi di Pulau Lombok

Menyingkap Pesona Mandalika, Surga Tersembunyi di Pulau Lombok

BrandzView
5 Tempat Wisata Jakarta yang Buka, Bisa untuk Wisata Akhir Pekan

5 Tempat Wisata Jakarta yang Buka, Bisa untuk Wisata Akhir Pekan

Jalan Jalan
6 Kegiatan Wisata di Anjungan Sumatera Utara TMII, Belajar Seputar Kain Ulos

6 Kegiatan Wisata di Anjungan Sumatera Utara TMII, Belajar Seputar Kain Ulos

Jalan Jalan
7 Oleh-oleh Makanan Serba Manis Khas Bandung

7 Oleh-oleh Makanan Serba Manis Khas Bandung

Jalan Jalan
Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh sejak 1760

Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh sejak 1760

Jalan Jalan
Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Travel Update
Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.