Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/09/2021, 09:44 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengumumkan 20 tempat wisata yang ikut uji coba pembukaan untuk wisatawan. 

Adapun 20 tempat wisata tersebut tersebar di lima provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur. 

Ia mengatakan bahwa tempat wisata tersebut sudah memenuhi kriteria tertentu. 

"Beberapa kriteria tertentu tersebut di antaranya, destinasi wisata sudah tersertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability) dan seluruh karyawan di destinasi tersebut sudah menjalankan vaksinasi," ujar Sandiaga saat Weekly Press Briefing, Senin (13/9/2021).

Baca juga:

Berikut 20 tempat wisata yang menjadi lokasi uji coba untuk wisatawan, berdasarkan wilayahnya:

Uji coba Pinus Sari, Mangunan, Dlingo, Bantul Senin (13/9/2021)KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Uji coba Pinus Sari, Mangunan, Dlingo, Bantul Senin (13/9/2021)

Untuk informasi, Kompas.com melaporkan, Senin (13/9/2021), tiga tempat wisata yang ikut uji coba pembukaan di DIY mengalami perubahan. 

Awalnya ketiga tempat wisata tersebut adalah Candi Boko (Keraton Ratu Boko), Taman Pintar Yogyakarta, dan Watu Lumbung.

Namun, ketiga tempat tersebut diganti menjadi Tebing Breksi, Gembira Loka Zoo, dan Pinus Sari.

Baca juga:

Berdasarkan Kompas.com, Senin, Sandiaga menjelaskan bahwa evaluasi akan diadakan tiap minggu. 

Beberapa bahan yang menjadi evaluasi uji coba tersebut adalah penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE secara end-to-end, penentuan titik krisis di tiap kegiatan dalam destinasi, durasi aktivitas wisata, dan penerapan aplikasi PeduliLindungi.

Ia juga mengimbau pengelola tempat wisata untuk membentu satgas dan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com