Kompas.com - 16/09/2021, 12:17 WIB
Asia Heritage, Pekanbaru Asia Heritage, Pekanbaru

Ilustrasi Pekanbanbaru Indonesia Ilustrasi Pekanbanbaru Indonesia
Ilustrasi Pekanbanbaru Indonesia Ilustrasi Pekanbanbaru Indonesia
KOMPAS.com - Pekanbaru adalah Ibu Kota Provinsi Riau. Kota ini disebut sebagai salah satu sentra ekonomi terbesar di Pulau Sumatera.

Pekanbaru juga memiliki sejumlah tempat wisata mencakup wisata alam hingga budaya. 

Jika sedang menghabiskan waktu di Kota Pekanbaru selama beberapa hari, berikut adalah rencana perjalanan 3 hari 2 malam di kota ini:

Hari pertama di Pekanbaru

Kedai Kopi King

Tampak depan Kedai Kopi King, Pekanbaru Tampak depan Kedai Kopi King, Pekanbaru

Kedai Kopi King disebut sebagai tempat sarapan yang cukup populer di Pekanbaru.

Lokasinya berada di Jalan Ir. H. Juanda No. 75, Kampung Dalam, Senapelan Kota Pekanbaru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jaraknya dari pusat kota adalah sekitar 4,1 kilometer (km) dengan menempuh perjalanan sembilan menit. Sedangkan dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II jaraknya sekitar 9,4 km dengan waktu tempuh kurang lebih 18 menit. 

Meskipun menu utama di tempat makan ini adalah kopi, wisatawan dapat menyantap sejumlah hidangan, di antaranya lontong sayur, nasi goreng, dan kwetiau.

Untuk sarapan, mereka dapat memesan bubur ayam yang disajikan dengan potongan cakue dan tambahan telur mentah.

Kedai Kopi King buka setiap harinya dari pukul 06.00 - 12.00 WIB.

Baca juga: Lagi di Pekanbaru? Yuk Wisata Kuliner Khas Melayu

Museum Sang Nila Utama

Museum Sang Nila Utama, Pekanbaru Museum Sang Nila Utama, Pekanbaru

Setelah sarapan, tempat wisata yang bisa dikunjungi adalah Museum Sang Nila Utama.

Museum tersebut terletak di Jalan Jendral Sudirman No. 194, Tengkerang Tengah, Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. Museum ini jaraknya 8,7 km dari Kedai Kopi King dengan durasi perjalanan sekitar 19 menit.

Museum yang terdiri dari dua lantai ini memiliki lebih dari 4.000 koleksi. Museum Sang Nila Utama menyimpan warisan-warisan yang berhubungan dengan budaya Melayu Riau, antara lain pakaian adat, permainan tradisional, dan alat musik. 

Uniknya, bangunan museum ini berbentuk seperti rumah adat Melayu Riau, dilengkapi dengan ornamen-ornamen tradisional khasnya.

Halaman museum ini juga dihiasi dengan miniatur alat pengebor minyak sebagai simbol eksplorasi minyak di Provinsi Riau.

Tempat wisata edukasi ini memiliki sejumlah fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Di antaranya gedung auditorium, perpustakaan, pemandu, toilet, lahan parkir, dan taman.

Museum Sang Nila Utama buka setiap hari pada pukul 08.00 - 14.00 WIB. Tiket masuk bagi wisatawan Nusantara berkisar dari Rp 2.000 - Rp 5.000 per orang. Sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan harga senilai Rp 3.500 - Rp 10.000 per orang.

Baca juga: Hilangnya Pusaka Museum Sang Nila Utama

Anjungan Seni Idrus Tintin

Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru

Bangunan pertunjukan seni ini berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru. Dari Museum Sang Nila Utama jaraknya sekitar 3 km atau sekitar delapan menit perjalanan darat. 

Kawasan Anjungan Seni Idrus Tintin memiliki desain yang kental dengan nuansa khas Melayu. Gedung ini dimanfaatkan oleh seniman-seniman untuk menggelar pertunjukan seni, mulai dari teater dan seni musik hingga seni tari.

Tempat ini cocok untuk wisatawan yang ingin mengenal lebih dalam mengenai perkembangan seni di Pekanbaru.

Bagian dalam Anjungan Seni Idrus Tintin menyimpan hasil karya seniman-seniman terkenal di wilayah pekanbaru.

Anjungan Seni Idrus Tintin buka pada Senin - Sabtu pada pukul 08.00 - 16.00 WIB, namun pada hari Sabtu tempat pertunjukan seni ini tutup pada pukul 17.00 WIB.

Wisatawan yang berkunjung tidak dikenakan tiket masuk, alias gratis.

Baca juga: Ke Pekanbaru, Bisa Lihat 3 Festival Menarik di Provinsi Riau

Taman Wisata Alam Mayang

Taman Wisata Alam Mayang, Pekanbaru Taman Wisata Alam Mayang, Pekanbaru

Taman rekreasi ini dapat didatangi di Jalan H. Imam Munandar, Tengkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

Dari Anjungan Seni Idrus Tintin jaraknya 7,5 km dan menempuh perjalanan selama 20 menit.

Alam Mayang adalah taman rekreasi dengan konsep ruang terbuka hijau. Banyaknya pepohonan yang tumbuh di lokasi itu akan menambah kesejukan wisatawan.

Dengan luas kawasan sekitar 24 hektar, wisatawan memiliki sejumlah pilihan aktivitas seperti sepeda air, kolam pancing, flying fox, dan bombom car. Wisatawan juga dapat menonton film di studio 3D yang ada di lokasi. 

Baca juga: Prime Park Pekanbaru, Hotel Pertama PP Properti di Sumatera

Fasilitas lain yang melengkapi taman hiburan ini di antaranya adalah kantin, toko suvenir, dan replika candi untuk wisatawan berswafoto.

Taman Wisata Alam Mayang buka setiap hari pada pukul 07.30 - 18.00 WIB. Untuk masuk taman rekreasi ini wisatawan dikenakan tiket masuk seharga Rp 13.000 - Rp 18.000 per orang.

Hari kedua di Pekanbaru

Mie Keling

Untuk sarapan di hari kedua, wisatawan dapat mengunjungi Mie Keling di Jalan Kulim No. 1, Kampung Baru, Senapelan, Kota Pekanbaru.

Letaknya 5,5 km dari pusat kota dengan waktu tempuh 13 menit. Lokasinya juga tidak jauh dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II yaitu sekitar 10-15 km dengan durasi perjalanan 20-30 menit. 

Tempat makan ini sudah ada sejak 1975 dan masih populer hingga sekarang.

Menu andalan dari kedai ini adalah mi rebus komplit dan kuah kacangnya yang kaya rempah.

Adapun mi tersebut terdiri dari telur rebus, tahu, taoge, mentimun, dan gorengan. Mie Keling buka setiap hari kecuali hari Rabu, dan buka mulai dari pukul 06.00 WIB hingga sore.

Baca juga: Ini Hidangan Pindang Patin Paling Terkenal di Pekanbaru

Asia Heritage

Asia Heritage, Pekanbaru Asia Heritage, Pekanbaru

Tempat wisata selanjutnya berlokasi di Jalan Yos Sudarso No. KM 12, Kelurahan Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Letaknya sekitar 9,9 km dari Mie Keling dengan waktu tempuh 17 menit.

Asia Heritage adalah tempat wisata bertemakan budaya Asia Timur. Di kawasan tempat wisata ini terdapat empat konsep negara di Asia Timur seperti Chinatown, Little Kyoto Jepang, Korea, dan Little Jeju Korea. Selain itu, konsep floating market Indonesia juga dapat ditemukan di Asia Heritage.

Dibangun di atas lahan seluas 16 hektar, tempat wisata ini menawarkan sejumlah spot-spot foto yang menarik. Bangunan dalam kawasan ini didesain agar semirip mungkin dengan bangunan dari negara asalnya. Wisatawan juga dapat menyewa kostum seperti kimono dan hanbok.

Fasilitas yang ditawarkan di Asia Heritage juga lengkap. Selain spot foto, Asia Heritage memiliki musala, toilet, akses Wi-Fi, fasilitas protokol kesehatan, dan area parkir.

Asia Heritage buka setiap hari pada pukul 08.00 - 18.00 WIB. Wisatawan dikenakan tiket masuk seharga RP 30.000 - Rp 50.000 per orang.

Baca juga: MICE dan Event Dorong Okupansi Hotel di Pekanbaru

Rainbow Hills Rumbai

Warga menikmati keindahan bukit pelangi yang berada di kawasan danau kayangan rumbai Pekanbaru, Sabtu (11/8/2018). Lokasi ini berjarak sekitar 20 menit dari pusat kota Pekanbaru dan menjadi spot foto yang menarik untuk dikunjungi. ft : CF1/MIRSHAL/RIAU POSEVAN GUNANZAR Warga menikmati keindahan bukit pelangi yang berada di kawasan danau kayangan rumbai Pekanbaru, Sabtu (11/8/2018). Lokasi ini berjarak sekitar 20 menit dari pusat kota Pekanbaru dan menjadi spot foto yang menarik untuk dikunjungi. ft : CF1/MIRSHAL/RIAU POS

Wisata alam Rainbow Hills Rumbai berada di Jalan Kemping, Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru. Dari Asia Heritage jaraknya hampir sekitar 10 km dengan waktu tempuh 17 menit.

Rainbow Hills Rumbai atau Bukit Pelangi ini adalah tempat wisata yang mirip dengan Rainbow Mountains di Peru, yakni berupa lembah-lembah tanah kecil beraneka warna, mulai dari abu-abu muda, oranye, hingga merah jambu.

Kombinasi warna-warna tersebut dengan langit biru di siang hari memberi pemandangan yang cantik. Jika wisatawan ingin berburu foto dengan latar alam yang unik maka inilah tempat yang cocok untuk dikunjungi.

Rainbow Hills buka setiap harinya selama 24 jam. Wisatawan yang berkunjung tidak dikenakan tiket masuk, alias gratis.

Baca juga: Bupati Kepulauan Seribu Akan Bangun Bukit Pelangi di Pulau Lancang

Danau Kayangan

Danau Bandar Kayangan, Pekanbaru Danau Bandar Kayangan, Pekanbaru

Danau ini berlokasi di Jalan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kabupaten Pekanbaru. Letaknya cukup dekat dengan Rainbow Hills Rumbai, hanya 2,6 km dengan waktu tempuh sekitar enam menit.

Danau Kayangan adalah bendungan irigasi yang dijadikan obyek wisata. Tempat wisata ini memiliki beberapa wahana permainan, di antaranya sampan dayung dan speedboat.

Wisatawan dapat menikmati pemandangan danau beserta perbukitan di sekitarnya. Di sore hari, mereka juga dapat menyaksikan matahari terbenam sambil bersantai.

Baca juga: 5 Spot Instagramable di Sekitar Rumah Singgah Sultan Siak Pekanbaru

Danau Kayangan dilengkapi dengan jogging track, musala, toilet, dan tempat bersantai.

Kawasan wisata Danau Kayangan buka setiap hari selama 24 jam. Untuk berwisata ke tempat ini tidak dikenakan tiket masuk.

Hari ketiga di Pekanbaru

Bofet Buyung

Bofet Buyung, Pekanbaru Bofet Buyung, Pekanbaru

Tempat makan Bofet Buyung berada di Jalan Durian, Pulau Karam, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru.

Letaknya 2,4 km dari pusat kota dengan waktu tempuh delapan menit, atau sekitar 7 km dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II dengan durasi perjalanan sekitar 16 menit. 

Bofet buyung termasuk tempat sarapan yang terkenal murah di Pekanbaru. Harga satu porsi ketupat sayur di kedai Bofet Buyung hanya seharga Rp 8.000. Tempat makan ini juga sudah ada sejak 1987.

Kedai ini dibuka mulai pukul 06.00 - 24.00 WIB.

Baca juga: Kim Teng, Kedai Kopi Legendaris di Pekanbaru

Perpustakaan Soeman HS

Perpustakaan Soeman HS, Pekanbaru, Riau.HBA/KOMPAS.com Perpustakaan Soeman HS, Pekanbaru, Riau.

Perpustakaan Soeman HS adalah salah satu perpustakaan penyimpanan arsip nasional. Bentuk bangunan perpustakaan ini terinspirasi dari alas membaca kitab suci Al-Quran dan juga terlihat seperti buku yang terbuka.

Adapun perpustakaan ini berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman No. 462, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru.

Letaknya di pusat kota, tepatnya 1,7 km dan menempuh perjalanan selama empat menit, atau berkendara sekitar tiga menit dari Bofet Buyung.

Perpustakaan ini terdiri dari enam lantai. Pengunjung dapat menemukan berbagai koleksi buku dan arsip, mulai dari buku cerita hingga buku pengetahuan.

Sarana pelengkap dalam perpustakaan ini cukup lengkap. Di antaranya auditorium, ruang pertemuan, ruang internet, musala, dan kantin.

Wisatawan yang berkunjung ke Perpustakaan Soeman HS tidak dikenakan tiket masuk.

Baca juga: Perpustakaan Soeman HS di Riau Terbaik Se-ASEAN

Silungkang Art Centre

Silungkang Art Centre, Pekanbaru Silungkang Art Centre, Pekanbaru

Toko oleh-oleh ini berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman No. 628, Tengkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.

Jaraknya hanya 2,7 km dari Perpustakaan Soeman HS dengan menempuh perjalanan lima menit. Sedangkan dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, waktu tempuhnya sekitar 15-20 menit. 

Silungkang Art Centre adalah tempat oleh-oleh yang menjual berbagai jenis makanan dan suvenir. Tempat ini termasuk toko lama yang berdiri sejak tahun 1993. 

Baca juga: Syarat Wisata ke Kepulauan Riau Saat New Normal

Tak hanya menjual makanan dan suvenir, Silungkang Art Centre juga menyediakan berbagai macam pakaian khas Pekanbaru dan Sumatera Barat, seperti baju kurung dan batik Riau. Wisatawan juga dapat menemukan kain songket khas Pekanbaru.

Makanan yang dijual di tempat oleh-oleh ini di antaranya ada bolu kemojo, keripik nanas, kacang pukul, dan kue bangkit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Travel Update
Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Anjlok hingga 64,37 Persen Sepanjang 2021

Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Anjlok hingga 64,37 Persen Sepanjang 2021

Travel Update
Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Travel Update
Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Travel Update
Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Travel Update
Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Travel Update
Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Travel Update
Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Travel Update
Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Travel Update
Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Travel Tips
Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.