Kompas.com - 16/09/2021, 17:05 WIB

KOMPAS.com – Conference Advisory dan Chairman Halal Expo Canada Hamid Slimi mengatakan, terjadi perkembangan yang masif terhadap populasi Muslim di Kanada.

Hal ini menurut dia memengaruhi jumlah wisatawan Muslim yang akan memberi dampak pada industri pariwisata halal.

“Populasi Muslim berkembang secara signifikan. Di Kanada, hampir dua juta orang. Orang-orang sudah mulai melakukan pemesanan dan perencanaan untuk melancong ke berbagai belahan di dunia,” ujarnya.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Global Tourism Forum: Hybrid Event Leaders Summit Asia Indonesia 2021 hari kedua pada Kamis (16/9/2021).

Baca juga:

Dia menambahkan, masyarakat Kanada terkenal gemar melancong. Bahkan, negara ini menduduki peringkat kedelapan di antara negara-negara yang masyarakatnya senang bepergian.

“Masyarakat Kanada (termasuk wisatawan Muslim) gemar berkunjung ke Bali. Tahun ini, banyak yang menikah. Alhasil banyak yang pergi bulan madu,” kata Slimi.

Ia melanjutkan, orang-orang Muslim muda di Kanada ingin melancong dan Indonesia merupakan destinasi yang tidak terlalu mahal. Makanan halal juga dapat dengan mudah ditemukan di Indonesia.

Ilustrasi wisatawan sedang liburan di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Bali. SHUTTERSTOCK/GUITAR PHOTOGRAPHER Ilustrasi wisatawan sedang liburan di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Bali.

Untuk menarik wisatawan Muslim asal negara tersebut, juga mereka yang sedang mencari paket perjalanan bulan madu, menurut Slimi Indonesia bisa menjual paket bulan madu sembari mempromosikan wisata halal.

Baca juga:

Dia mengatakan, menjual paket wisata halal umumnya tidak mudah jika mayoritas penduduk sebuah negara adalah non-Muslim. Namun, beda halnya dengan Indonesia.

“Indonesia memiliki institusi, orang-orang, makanan, dan semua aturan moral. Semua ini merupakan hal yang sempurna untuk paket wisata halal,” jelas Slimi.

Selain menjual paket wisata halal yang ditujukan untuk perjalanan bulan madu, Indonesia juga bisa menjual paket wisata halal untuk kategori lain. Salah satunya adalah wisata belanja.

“Orang-orang di Kanada pergi ke Florida di AS, dan orang AS pergi ke Panama atau Costa Rica. Tempat-tempat ini terkenal akan toko retailnya. Kenapa tidak Indonesia?” sambung dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.