Hasanuddin Wahid
Sekjen PKB

Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Anggota Komisi X DPR-RI.

Strategi Travel Bubble untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata

Kompas.com - 22/09/2021, 16:38 WIB
Ilustrasi Travel Bubble SHUTTERSTOCKIlustrasi Travel Bubble

SEBELUM Covid-19 perjalanan dan pariwisata telah menjadi salah satu sektor terpenting dalam ekonomi dunia. Sektor ini menyumbang 10 persen dari produk domestik bruto (PDB) global dan lebih dari 320 juta pekerjaan di seluruh dunia.

Pada 1950, pada awal era jet, hanya 25 juta orang yang melakukan perjalanan ke luar negeri. Pada 2019, jumlahnya telah mencapai 1,5 miliar. Sektor perjalanan dan pariwisata telah tumbuh ke proporsi yang begitu besar sehingga mustahil mengalami kegagalan di banyak negara.

Berdasarkan data UNWTO (The World Tourism Organization - Organisasi Pariwisata Dunia PBB) 2017 dan 2018, cukup banyak negara di dunia yang ekonominya sangat bergantung pada pariwisata.

Baca juga: Sandiaga Uno Ungkap Strategi Tingkatkan Pariwisata RI di Global Tourism Forum

 

Sektor pariwisata berkontribusi lebih dari 10 persen dari PDB di negara-negara tersebut. Tiga negara yang eknominya sangat sangat bergantung pada sektor pariwisata adalah Maladewa dengan 57,8 persen dari PDB, Palau (42,2 persen), dan Vanuatu (37,1 persen).

Indonesia memang termasuk dalam kelompok negara yang kontribusi pariwisatanya terhadap ekonomi relatif masih kecil (kurang dari 2,5 persen dari PDB). Namun, dalam beberapa tahun terakhir terlihat tren pertumbuhan sektor pariwisata yang sangat pesat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pukulan berat pandemi Covid-19

Sayang, serangan Covid-19 mengubah potret tersebut. Menurut UNWTO, pandemi Covid-19 telah menempatkan 100 juta pekerjaan dalam risiko, 54 persennya dari UKM sektor pariwisata yang mempekerjakan sebagian besar perempuan.

UNWTO menyebutkan, salah satu kawasan yang sektor pariwisatanya paling terimbas oleh pandemi Covid-19 adalah Asia Tenggara. Di kawasan ini kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB menyusut sebesar 53 persen.

Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB Indonesia pun merosot, dari Rp1.153,4 trilun (2019) menjadi Rp 1.049.5 triliun pada 2020.

Ini terjadi akibat jumlah kedatangan wisatawan asing merosot 75,03 persen dari 16.106.954 pada 2019 menjadi 4.022.505 pada 2020.

Baca juga: Akibat Pandemi, Pendapatan Devisa Sektor Pariwisata Turun hingga 90 Persen

 

Kedatangan wisawatan Nusantara turun 29,93 persen dari 282.925,854 (2019) menjadi 198.246.000 (2020).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Syarat Bepergian Saat Nataru 2022, Wajib Sudah Divaksin Lengkap

3 Syarat Bepergian Saat Nataru 2022, Wajib Sudah Divaksin Lengkap

Travel Update
Alasan Hotel Pilih Seprai Warna Putih, Ternyata Begini Faktanya

Alasan Hotel Pilih Seprai Warna Putih, Ternyata Begini Faktanya

Travel Update
Pasar Seni Gabusan Bantul, Sensasi Wisata Sambil Bernostalgia

Pasar Seni Gabusan Bantul, Sensasi Wisata Sambil Bernostalgia

Jalan Jalan
Desa Wisata Ranu Pani di Lumajang Aman dari Erupsi Gunung Semeru

Desa Wisata Ranu Pani di Lumajang Aman dari Erupsi Gunung Semeru

Travel Update
7 Promo Hari Ulang Tahun AirAsia, Ada Diskon hingga 80 Persen

7 Promo Hari Ulang Tahun AirAsia, Ada Diskon hingga 80 Persen

Travel Promo
DAMRI Buka Rute Angkutan Kota dari Bandung ke Yogyakarta

DAMRI Buka Rute Angkutan Kota dari Bandung ke Yogyakarta

Travel Update
Jangan Bawa 5 Benda Ini dari Pesawat, Awas Bisa Dipidana

Jangan Bawa 5 Benda Ini dari Pesawat, Awas Bisa Dipidana

Travel Tips
10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

Travel Tips
Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

Travel Tips
Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Travel Tips
Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Travel Update
Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Promo
Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.