Kompas.com - 23/09/2021, 13:16 WIB
Salah satu wahana di Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINSalah satu wahana di Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
  • Perhatikan informasi soal batasan usia

Lokawisata Baturraden, sebagai satu-satunya tempat wisata di Banyumas yang sudah dibuka kembali selama PPKM, menerapkan aturan wajib sudah divaksin minimal dosis pertama bagi wisatawan.

Melansir Kompas.com, Jumat (27/8/2021), Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, syarat itu membatasi usia wisatawan.

“Kalau kriteria sudah divaksin, berarti anak-anak belum boleh (berkunjung),” jelasnya di kompleks Lokawisata Baturraden.

Baca juga:

Adapun, saat ini vaksinasi Covid-19 masih belum diperuntukkan bagi masyarakat berusia 12 tahun karena tingkatan dosisnya berbeda dan uji klinis masih dilakukan oleh para peneliti.

Terkait hal ini, Asis mengatakan bahwa pihaknya akan mengkaji lebih lanjut apakah nantinya anak-anak diizinkan untuk berwisata atau tidak.

“Syarat kunjungan wisatawan bakal masih dibahas terus. Misal untuk anak usia di bawah 12 tahun, termasuk seputar domisili wisatawan,” ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Patuh protokol kesehatan

Terkait protokol kesehatan, sejak tempat wisata di Banyumas diizinkan untuk dibuka kembali selama pandemi Covid-19 pada 2020, Asis mengatakan bahwa mayoritas sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Aturan seputar penerapan protokol kesehatan untuk pengelola, pengunjung, dan pedagang di sekitar lokasi wisata sudah tertera dalam Peraturan Daerah dan Surat Edaran Bupati Banyumas.

“Ada Satgas Covid-19 di tempat wisata itu wajib. Mereka tugasnya, di samping pengumuman (soal protkol kesehatan) lewat pengeras suara, mereka juga muter keliling tempat wisata untuk pemantauan,” jelas Asis.

“Itu selalu dilakukan, dan kita pantau secara acak. Kalau ada tempat wisata yang tidak patuh, kita tegur secara lisan pasti sudah takut,” sambungnya.

Dengan begitu, pihak tempat wisata pun dengan ketat menerapkan dan mengimbau wisatawan untuk mematuhi protokol kesehatan yang ada.

Sebab, jika ketahuan ada pelonggaran dalam protokol kesehatan, pihak tempat wisata yang menanggung akibatnya. Misalnya adalah operasional ditutup, atau citra dari tempat wisata menjadi buruk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.