Kompas.com - 23/09/2021, 13:16 WIB
Wisatawan menyaksikan Air Terjun Cipendok, Cilongok Banyumas, Jateng dari kejauhan. Dedaunan pohon dan tumbuhan hijau di sekitar air terjun berubah coklat dan kotor karena terkena percikan air terjun yang keruh bercampur lumpur. TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKIWisatawan menyaksikan Air Terjun Cipendok, Cilongok Banyumas, Jateng dari kejauhan. Dedaunan pohon dan tumbuhan hijau di sekitar air terjun berubah coklat dan kotor karena terkena percikan air terjun yang keruh bercampur lumpur.

 

KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah, baru membuka kembali satu dari 124 tempat wisata yang ada secara resmi, yaitu Lokawisata Baturraden.

Adapun pembukaan kembali tersebut adalah bagian dari tahap uji coba mulai 28 Agustus 2021.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas Asis Kusumandani mengatakan, sebanyak 42 dari 124 tempat wisata—terkecuali Lokawisata Baturraden—sedang melalui tahap verifikasi protokol kesehatan.

“Kemarin saya diperintahkan pimpinan dan Satgas Covid-19 untuk persiapan buka. Kita verifikasi dulu protokol kesehatan. Setelah memenuhi syarat, kita lapor ke Bupati Banyumas selaku Ketua Satgas Covid-19,” tuturnya, Rabu (22/9/2021).

Baca juga:

Meski Lokawisata Baturraden sudah dibuka kembali, tidak semua wisatawan bisa berkunjung lantaran pihak tempat wisata hanya menerima wisatawan dengan KTP Banyumas—terlepas dari status vaksinasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lantas, seperti apa syarat berkunjung bagi wisatawan yang ingin berlibur ke beragam tempat wisata di Banyumas jika sudah dibuka kembali?

Syarat berlibur ke Banyumas

  • Perhatikan informasi soal domisili wisatawan

Asis mengatakan, ada kemungkinan Pemkab Banyumas tidak membatasi domisili wisatawan sehingga masyarakat dari luar Banyumas dan sekitarnya bisa berkunjung.

Namun, dia juga tidak menampik ada kemungkinan Pemkab Banyumas akan membatasi domisili wisatawan seperti kunjungan ke Lokawisata Baturraden.

“Kalau batasi jumlah kapasitas wisatawan sudah jelas. Kalau pembatasan domisili, kalau memang aturannya seperti itu, ya dengan demikian akan seperti itu,” ucap dia.

  • Harus sudah bervaksin Covid-19

Sementara untuk status vaksinasi Covid-19, menurutnya sudah jelas bahwa wisatawan yang diizinkan berwisata hanya mereka yang sudah divaksinasi minimal dosis pertama.

Adapun, syarat ini juga selaras dengan penerapan aplikasi PeduliLindungi di tempat wisata yang membuat pelancong harus menunjukkan bukti vaksinasi.

“Yang jelas juga wajib patuhi protokol kesehatan. Alhamdulillah saat pembukaan kembali pada 2020, Banyumas tidak ada klaster pariwisata karena protokol kesehatan kami ketat,” jelas Asis.

Salah satu wahana di Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa TengahKOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN Salah satu wahana di Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

  • Perhatikan informasi soal batasan usia

Lokawisata Baturraden, sebagai satu-satunya tempat wisata di Banyumas yang sudah dibuka kembali selama PPKM, menerapkan aturan wajib sudah divaksin minimal dosis pertama bagi wisatawan.

Melansir Kompas.com, Jumat (27/8/2021), Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, syarat itu membatasi usia wisatawan.

“Kalau kriteria sudah divaksin, berarti anak-anak belum boleh (berkunjung),” jelasnya di kompleks Lokawisata Baturraden.

Baca juga:

Adapun, saat ini vaksinasi Covid-19 masih belum diperuntukkan bagi masyarakat berusia 12 tahun karena tingkatan dosisnya berbeda dan uji klinis masih dilakukan oleh para peneliti.

Terkait hal ini, Asis mengatakan bahwa pihaknya akan mengkaji lebih lanjut apakah nantinya anak-anak diizinkan untuk berwisata atau tidak.

“Syarat kunjungan wisatawan bakal masih dibahas terus. Misal untuk anak usia di bawah 12 tahun, termasuk seputar domisili wisatawan,” ujar dia.

  • Patuh protokol kesehatan

Terkait protokol kesehatan, sejak tempat wisata di Banyumas diizinkan untuk dibuka kembali selama pandemi Covid-19 pada 2020, Asis mengatakan bahwa mayoritas sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Aturan seputar penerapan protokol kesehatan untuk pengelola, pengunjung, dan pedagang di sekitar lokasi wisata sudah tertera dalam Peraturan Daerah dan Surat Edaran Bupati Banyumas.

“Ada Satgas Covid-19 di tempat wisata itu wajib. Mereka tugasnya, di samping pengumuman (soal protkol kesehatan) lewat pengeras suara, mereka juga muter keliling tempat wisata untuk pemantauan,” jelas Asis.

“Itu selalu dilakukan, dan kita pantau secara acak. Kalau ada tempat wisata yang tidak patuh, kita tegur secara lisan pasti sudah takut,” sambungnya.

Dengan begitu, pihak tempat wisata pun dengan ketat menerapkan dan mengimbau wisatawan untuk mematuhi protokol kesehatan yang ada.

Sebab, jika ketahuan ada pelonggaran dalam protokol kesehatan, pihak tempat wisata yang menanggung akibatnya. Misalnya adalah operasional ditutup, atau citra dari tempat wisata menjadi buruk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Travel Update
Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Travel Promo
Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Travel Update
Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Travel Update
Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Travel Update
Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Travel Update
Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Jalan Jalan
Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Travel Update
Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Travel Update
Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Travel Update
Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Travel Update
Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Travel Update
5 Tips Wisata di Puncak Kuik Ponorogo agar Puas Nikmati Keindahannya

5 Tips Wisata di Puncak Kuik Ponorogo agar Puas Nikmati Keindahannya

Travel Tips
Rute ke Candi Sukuh, Sekitar 45 dari Pusat Kabupaten Karanganyar

Rute ke Candi Sukuh, Sekitar 45 dari Pusat Kabupaten Karanganyar

Travel Tips
5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.