Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/09/2021, 15:03 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat para perajin makanan khas Yogyakarta, bakpia harus memutar akal untuk tetap bertahan.

Perajin bakpia rumahan yang ada di sekitar Sanggrahan, Pathuk, Kecamatan Ngampilan, Kota Yogyakarta misalnya. Mereka melakukan berbagai inovasi. Salah satunya menciptakan rasa baru.

Kini bakpia tidak hanya memiliki rasa kacang hijau atau kumbu hitam saja. Bakpia modern sekarang memiliki berbagai rasa, seperti coklat, keju, pandan, kopi, bahkan durian.

Baca juga: Mengulik Sejarah Bakpia, Kue Asli China yang Kini Jadi Oleh-oleh Khas Yogyakarta

Menciptakan rasa-rasa baru bertujuan untuk menarik minat pembeli mengingat pada saat pandemi Covid-19 ini, penjualan bakpia cenderung lesu.

Ilustrasi bakpia pathok. SHUTTERSTOCK/ ijp2726 Ilustrasi bakpia pathok.

Perajin bakpia di Bakpia Eny 523 bernama Nung (43) menyampaikan, saat pandemi ini ia memunculkan varian rasa baru yakni rasa pandan. 

"Sekarang yang baru rasa pandan, biasanya bakal ada rasa-rasa baru lagi," kata dia kepada Kompas.com, Sabtu (25/9/2021).

Dua jenis bakpia

Saat ini, bakpia memiliki dua jenis, yakni basah dan kering. Tiap jenis memiliki varian rasa berbeda. Jenis bakpia kering lebih banyak varian rasanya dibanding bakpia basah.

"Paling favorit disini bakpia basah rasanya kacang hijau. Kalau kering lebih banyak variannya seperti keju, coklat, kopi, buah-buahan seperti durian," ujar Nung.

Baca juga: 2 Penyebab Bakpia Cepat Basi dan Berjamur

Harga bakpia cukup ramah dikantong, mulai dari satu kotak isi 10 seharga Rp 12.000 dan boks besar isi 22 seharga Rp 22.000. Bakpia juga dijual online untuk memudahkan pembeli dari luar kota.

"Kalau yang langganan biasanya minta dikirim ada yang pesan dari Sumatera dan Kalimantan," tutur dia.

perajin bakpia saat mulai kembali bekerja di masa Pandemi Covid-19, Sabtu (25/9/2021)KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO perajin bakpia saat mulai kembali bekerja di masa Pandemi Covid-19, Sabtu (25/9/2021)

Sementara itu, perajin lain bernama Iksan (22) dari Bakpia 52 mengakui bahwa diperlukan inovasi dalam menjual bakpia di era pandemi ini. Beberapa di antaranya adalah menjual dengan cara online sampai menciptakan rasa baru.

"Sekarang mulai jualan online. Karena online ini, bisa agak bangkit saat pandemi," sambung Iksan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+