Kompas.com - 27/09/2021, 20:07 WIB
Ilustrasi hotel. SHUTTERSTOCK/Kanyapak LimIlustrasi hotel.

KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menanggapi penolakan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) terhadap program sertifikasi CHSE.

Untuk diketahui, CHSE merupakan singkatan dari Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Menurut Kompas.com, Selasa (13/10/2020), sertifikasi tersebut berfungsi sebagai jaminan pada masyarakat bahwa produk dan pelayanan yang diberikan telah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

Baca juga:

Sandiaga mengatakan, pihaknya perlu lebih mensosialisasikan dan mendiskusikan hal tersebut dengan pihak PHRI, sebab PHRI adalah mitra utama di sektor pariwisata.

"(Didiskusikan lebih) agar mereka mengerti bahwa standar protokol kesehatan yang terangkum dalam CHSE ini, yang akan diintegrasikan ke dalam (aplikasi) PeduliLindungi, adalah standar yang kita sebut sebagai gold standard," ujarnya saat Weekly Press Briefing di Jakarta, Senin (27/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia juga berharap agar sertifikasi tersebut dipatuhi dan diterapkan secara ketat serta disiplin di setiap hotel, restoran, destinasi wisata, dan sentra ekonomi kreatif.

Biaya CHSE ditanggung pemerintah

Ilustrasi staycation.SHUTTERSTOCK Ilustrasi staycation.

Sebelumnya diberitakan Kompas.comSenin, Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI Jakarta Sutrisno Iwantono mengatakan bahwa kewajiban sertifikasi CHSE bersifat kontra produktif dengan upaya mereka untuk bangkit. 

Ia menambahkan bahwa pelaku industri harus mengeluarkan biaya untuk mendapat sertifikasi CHSE. 

Apabila mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), maka jumlah hotel di Indonesia saat ini adalah 29.243 hotel. 

Menurutnya, jika diasumsikan biaya sertifikasi CHSE per hotel adalah Rp 10 juta, maka total yang terkumpul sekitar Rp 292 miliar per tahun. 

"Jadi biaya-biaya itu yang akan sangat memberatkan kami. Ini termasuk negative sum game, transfer economic value dari hotel dan restoran kepada pelaku usaha lain pelaksana sertifikasi CHSE. Kami menganggap ini adalah bentuk ketidakadilan," jelas Sutrisno.

Baca juga:

Sementara itu, terkait biaya sertifikasi CHSE, Sandiaga mengatakan bahwa pihaknya akan mendemokratisasi CHSE agar tidak lagi dimonopoli oleh satu lembaga, tapi akan dijadikan standar.

Sehingga, lembaga sertifikasi nantinya bisa melalukan audit kesiapan CHSE dan akan langsung terintegrasi ke aplikasi PeduliLindungi. 

"Kami harus lebih jelas memaparkannya pada PHRI sehingga pemaparannya sama karena CHSE ini per hari ini semua biayanya ditanggung pemerintah," ujar Sandiaga.

Kendati demikian, ia melanjutkan bahwa ke depannya pemerintah tidak bisa menanggung semua.

"Ini akan didistribusikan, sehingga harganya akan lebih terjangkau dan menjadi salah satu pola dari penerapan protokol kesehatan secara - kalau bisa secara otomatis - dalam kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif kita," kata dia.

"Dan pada nantinya pemerintah hanya memberikan bantuan (kepada) yang membutuhkan, yaitu usaha-usaha yang mikro, kecil, atau usaha-usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang betul-betul perlu dibantu," ujarnya. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Travel Update
4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

Travel Tips
Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Travel Tips
Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

Jalan Jalan
Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film 'House of Gucci' di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film "House of Gucci" di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.