Kompas.com - 02/10/2021, 12:31 WIB

 

KOMPAS.com - Pemandu Wisata Anjungan Sumatera (Anjungan Sumut) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bernama Gunin mengatakan bahwa untuk mengetahui zodiak Batak, penggunaan kalender Batak diperlukan.

“Harus pakai kalender Batak karena itu punya hitungan tersendiri,” kata dia saat ditemui oleh Kompas.com di rumah adat Batak Toba di Anjungan Sumut TMII, Jakarta, Senin (13/9/2021).

Mengutip buku Parhalaan Dalam Masyarakat Batak yang ditulis Kencana S. Pelawi, dkk terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1992:88), Jumat (1/10/2021), kalender Batak juga disebut dengan Parhalaan.

Baca juga:

Parhalaan merupakan salah satu naskah kuno di kalangan masyarakat Batak yang dapat diartikan sebagai kalender atau penanggalan untuk mengetahui waktu, nama hari, dan nama bulan.

Bagi masyarakat Batak, khususnya Batak Toba, Parhalaan dapat digunakan untuk mengetahui arti dari kejadian alam, masalah yang terjadi pada diri manusia pada waktu tertentu, hari baik, dan hari buruk.

Asal mula parhalaan

Parhalaan berasal dari kata “hala” yang berarti hewan sejenis kalajengking yang memiliki penyengat di kalangan masyarakat Batak Toba.

Mulut dan ekor hewan itu sangat berbisa. Bukanlah sesuatu yang mengherankan jika “hala” sangat ditakuti masyarakat. Sebab, bisanya dapat membinasakan orang.

Meski begitu, “hala” yang ditambah awalan “par” dan akhiran “an” ini banyak terdapat, serta merupakan lambang-lambang dalam parhalaan atau kalender Batak. Parhalaan pun memiliki arti penting pada kehidupan masyarakat Batak masa lampau.

Kalender Batak berbentuk tabung yang bisa dilihat di Anjungan Sumatera Utara, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Senin (13/9/2021).kompas.com / Nabilla Ramadhian Kalender Batak berbentuk tabung yang bisa dilihat di Anjungan Sumatera Utara, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Senin (13/9/2021).

Nama bulan dan hari dalam kalender Batak

Sama halnya dengan kalender pada umumnya, Parhalaan juga memiliki 12 bulan yang masing-masing minggunya terdiri dari 7 hari. Namun, ada perbedaan pada penamaan dan penempatan bulan yakni sebagai berikut:

  • Sipaha Sada (bulan satu) = April
  • Sipaha Dua (bulan dua) = Mei
  • Sipaha Tolu (bulan tiga) = Juni
  • Sipaha Opat (bulan empat) = Juli
  • Sipaha Lima (bulan lima) = Agustus
  • Sipaha Onom (bulan enam) = September
  • Sipaha Pitu (bulan tujuh) = Oktober
  • Sipaha Walu (bulan delapan) = November
  • Sipaha Sia (bulan sembilan) = Desember
  • Sipaha Sapulu (bulan sepuluh) = Januari
  • Sipaha Sabolas (bulan sebelas) = Februari
  • Hurung atau Sipaha Dua Belas (bulan dua belas) = Maret

Sementara itu, nama-nama hari pada kalender Batak masing-masing memiliki perbedaan. Berikut nama-nama hari dalam Parhalaan dengan urutan mulai dari hari pertama pada setiap minggunya:

Minggu pertama

  • Hari ke-1, Haditia
  • Hari ke-2, Suma
  • Hari ke-3, Anggara
  • Hari ke-4, Muda
  • Hari ke-5, Boras Pati
  • Hari ke-6, Sukora
  • Hari ke-7, Sumisara

Minggu kedua

  • Hari ke-8, Hantian Ni Aek
  • Hari ke-9, Sumani Mangadop
  • Hari ke-10, Anggara Sampulu
  • Hari ke-11, Mudani Mangadop (Halial)
  • Hari ke-12, Boras Pati Ni Tangkop
  • Hari ke-13, Sukora Purnama
  • Hari ke-14, Sumisara Purnama

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.