Kompas.com - 02/10/2021, 12:31 WIB
Tari Sipitu khas Batak DOK. Shutterstock/Maulana Image Shutterstock/Maulana ImageTari Sipitu khas Batak DOK. Shutterstock/Maulana Image

Minggu ketiga

  • Hari ke-15, Tula
  • Hari ke-16, Sumani Olom
  • Hari ke-17, Anggara Ni Olom
  • Hari ke-18, Mudani Olom
  • Hari ke-19, Boras Pati Ni Olom
  • Hari ke-20, Sukora Bora Turin
  • Hari ke-21, Samisa A Bora Turun

Minggu keempat

  • Hari ke-22, Hantian Ni Angsa
  • Hari ke-23, Sumani Mate
  • Hari ke-24, Anggara Ni Mate
  • Hari ke-25, Mudani Mate
  • Hari ke-26, Boras Pati Ni Go
  • Hari ke-27, Sukora Bulan Mate
  • Hari ke-28, Samisara Bulan Mate
  • Hari ke-29, Hurung
  • Hari ke-30, Hurung Harirul

Masyarakat Batak Toba percaya bahwa nama-nama hari dan bulan memiliki arti baik dan buruk. Buku ini mengatakan, segala kejadian alam dan masalah yang terjadi karena manusia dapat diketahui artinya lewat parhalaan.

Bagi mereka, penting untuk melihat parhalaan terlebih dahulu sebelum memulai suatu kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:

Misalnya untuk mengetahui kapan waktu yang tepat, serta bagaimana cara pelaksanaan yang benar. Dua hal ini penting untuk menghindari kesialan yang terjadi pada pelakunya.

Dalam parhalaan, seseorang tidak hanya akan mengetahui informasi seputar nama hari dan nama bulan, tetapi juga nama waktu (misalnya Binsar Mata ni Ari untuk pukul 06.00 pagi), dan pembagian lima waktu dalam satu hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertunjukan Sigale-gale telah mengakar ratusan tahun di Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba, Sumatera Utara.ANTARA FOTO/ANDIKA WAHYU Pertunjukan Sigale-gale telah mengakar ratusan tahun di Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba, Sumatera Utara.

Tidak semua hari membawa hal baik

Pada kepercayaan masyarakat Batak Toba, tidak semua hari dan bulan dalam parhalaan dianggap baik dan menguntungkan. Sebab, ada juga hari dan bulan yang dianggap kurang baik.

Terkait hari baik dan hari buruk dalam parhalaan, hal ini berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan sehari-hari, upacara adat, upacara keagamaan, atau kegiatan yang dianggap penting oleh masyarakat Batak.

Keyakinan akan hari baik dan hari buruk itulah yang membuat kalender Batak dijadikan sebagai pedoman hidup, dan memiliki nilai budaya yang tinggi pada zaman dulu.

Baca juga:

Misalnya, pada bulan pertama, hari baiknya adalah hari pertama dan ke-21. Sementara bulan kedua hari baiknya pada hari kedua dan ke-20, lalu bulan ketiga hari baiknya adalah hari ketiga dan hari kelima.

Dalam parhalaan, terdapat pantangan untuk mengadakan suatu upacara. Misalnya adalah tidak boleh melakukan upacara pada hari keenam, ke-19, dan ke-20 pada bulan ketiga.

Parhalaan dan zodiak Batak

Sebelumnya, Gunin mengatakan bahwa untuk mengetahui zodiak Batak seseorang maka harus menggunakan parhalaan atau kalender Batak.

“(Rincianna) zodiak Batak itu yang mengenal hanya nenek moyang. Mungkin untuk yang orang-orang sekarang tidak begitu tahu asal mulai ditemuinya zodiak Batak ini atau ilmu perbintangan Pormesa na Sampuludua,” jelas dia.

Dosen Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Sri Murni pada Senin (27/9/2021) mengatakan, ilmu perbintangan di suku Batak disebut dengan Pormesa na Sampuludua.

Mengacu pada buku Surat Batak karya Uli Kozok (2009:49), Sri menjeaskan bahwa Pormesa na Sampuludua adalah gugusan bintang dalam lengkung langit yang jumlahnya 12.

“Kata pormesa terdiri dari awalan ‘por-‘ yaitu awalan kuno yang sekarang bisanya menjadi ‘par-‘, dan mesa berasal dari bahasa Sansakerta,” ujar Sri.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Tips Staycation dengan Lansia saat Pandemi Covid-19

7 Tips Staycation dengan Lansia saat Pandemi Covid-19

Travel Tips
Masa Karantina WNI dan WNA di Indonesia Diperpanjang hingga 7 Hari

Masa Karantina WNI dan WNA di Indonesia Diperpanjang hingga 7 Hari

Travel Update
8 Tips Staycation dengan Anak di Hotel, Minta Sterilkan Kamar Dua Kali

8 Tips Staycation dengan Anak di Hotel, Minta Sterilkan Kamar Dua Kali

Travel Tips
Filipina Larang Kedatangan Turis Asing Bervaksin, Cegah Varian Omicron

Filipina Larang Kedatangan Turis Asing Bervaksin, Cegah Varian Omicron

Travel Update
Produk UMKM Indonesia Dipromosikan di Inggris dalam ISME UK Expo in Oxford

Produk UMKM Indonesia Dipromosikan di Inggris dalam ISME UK Expo in Oxford

Travel Update
Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Travel Update
3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

Travel Tips
Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Travel Update
Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Travel Promo
Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Travel Update
Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Travel Update
Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Travel Update
Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Travel Update
Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Jalan Jalan
Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.