Kompas.com - 04/10/2021, 17:39 WIB

KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Bali akan menerima penerbangan internasional mulai 14 Oktober 2021.

Melansir Kompas.com, Senin (4/10/2021), hal ini dia katakan saat mengumumkan perpanjangan PPKM di Indonesia melalui tayangan Youtube akun Sekretariat Presiden.

“Setiap penumpang kelas internasional harus punya bukti booking hotel untuk karantina minimal 8 hari dengan biaya sendiri,” jelas Luhut.

Baca juga:

Dia melanjutkan, pelancong internasional yang diizinkan ke Pulau Dewata adalah yang berasal dari Korea Selatan, China, Jepang, Abu Dhabi, Dubai, dan Selandia Baru.

Dalam Weekly Press Briefing, Senin, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno membenarkan hal tersebut.

“Ini sudah diumumkan, 14 Oktober adalah tanggal yang ditetapkan pemerintah untuk membuka Bandara I Gusti Ngurah Rai dan menerima penerbangan internasional. Ini kita selaraskan dengan uji coba pembukaan untuk wisatawan mancanegara (wisman),” jelas dia.

Sandiaga melanjutkan, pengumuman Luhut dalam kanal YouTube tersebut merupakan hasil dari rapat terbatas yang dilakukan sejumlah pihak terkait beberapa menit sebelum penayangan pengumuman.

Ilustrasi Bali - Wisatawan sedang berlibur di Sacred Monkey Forest, Gianyar, Bali.SHUTTERSTOCK / Elizaveta Galitckaia Ilustrasi Bali - Wisatawan sedang berlibur di Sacred Monkey Forest, Gianyar, Bali.

Pembukaan kembali pariwisata Pulau Dewata menurut dia akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian, meski saat ini situasi Covid-19 di Indonesia sudah terkendali.

Persiapan hingga 14 Oktober 2021

Meski sudah ditetapkan tanggal pembukaannya, Sandiaga mengatakan bahwa hal tersebut akan berjalan sesuai jadwal bergantung pada beberapa pertimbangan yang akan dilakukan.

“Ada beberapa pertimbangan yang harus difinalkan sebelum 14 Oktober. Yang ditentukan, yang bisa kita umumkan, termasuk dari segi negara (asal wisman), karantina, dan pengujian,” paparnya.

Baca juga:

“Ada 10 hari sampai 14 Oktober. Ini tentu negara yang akan dituju sebagai daerah wisman, jenis wismannya, hotel-hotel yang dipersiapkan untuk karantina, kemampuan untuk pengujian (akan dipertimbangkan),” sambung Sandiaga.

Segala pertimbangan yang akan difinalisasi tersebut merupakan langkah agar masyarakat Indonesia, terutama Bali tetap selamat dan terlindungi dari potensi lonjakan kasus baru Covid-19.

“Ini kita harus lakukan langkah-langkah, agar nanti persiapan untuk G-20 semakin membaik. Mulai November, kita akan ambil alih presidensi G-20 dan kegiatan lebih banyak dipusatkan di Bali,” pungkas Sandiaga.

Baca juga: Jelajahi 6 Surga Indonesia, Bali Salah Satunya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.