Kompas.com - 05/10/2021, 08:08 WIB
Pengunjung memadati kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Kamis (11/3/2021). Libur Isra Miraj 2021 kawasan Malioboro yang merupakan destinasi wisata andalan di Yogyakarta padat pengunjung. ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKOPengunjung memadati kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Kamis (11/3/2021). Libur Isra Miraj 2021 kawasan Malioboro yang merupakan destinasi wisata andalan di Yogyakarta padat pengunjung.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Singgih Raharjo menyebutkan, membludaknya wisatawan pada akhir pekan lalu, Sabtu dan Minggu (2-3 Oktober 2021) adalah bentuk revenge tourism.

"Jadi ini namanya revenge travel atau revenge tourism. Balas dendamnya karena terlalu lama di rumah, pengen meningkatkan daya imunnya tetapi status resmi masih tutup," kata dia saat ditemui di Kompleks Kepatihan Kota Yogyakarta, Senin (4/10/2021).

Singgih melanjutkan, hingga sekarang wisata di DIY yang resmi buka ada 7 tempat saja. Tempat wisata lainnya statusnya masih tutup.

Baca juga: Ada Hoaks soal Wisata Jogja, Ini Daftar Resmi 7 Tempat Wisata di Sana yang Buka

"Namanya wisatawan keinginan cukup besar. Harapan saya baik-baik saja. Dari sisi protokol kesehatan, kemudian yang datang semoga sehat," ujar dia.

Usulkan semua pantai di DIY buka

Sementara itu, Dinas Pariwisata DIY mengusulkan seluruh pantai di DIY untuk dibuka dengan persyaratan khusus yang harus dipenuhi pengelola.

"Persyaratan misalnya QR Code PeduliLindungi dan Visiting Jogja apakah sudah siap atau belum. Saya dapat laporan 20 destinasi di Gunungkidul sudah dapat QR Code," sambung Singgih.

Baca juga: Sultan HB X Usulkan Semua Tempat Wisata di Yogyakarta Buka

Ia melanjutkan, seluruh kabupaten kota sudah mengusulkan tempat wisata untuk mendapatkan QR Code PeduliLindungi. Namun, ia tidak mengetahui secara rinci berapa tempat wisata di tiap kabupaten yang sudah mendapatkan QR Code PeduliLindungi.

Pantai Wediombo, Gunungkidul.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Pantai Wediombo, Gunungkidul.

"Saya belum update kabupaten lain, data yang diterima seluruh kabupaten sudah mengusulkan, baik yang CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) maupun yang belum," tutur Singgih.

Adapun untuk sertifikasi CHSE, sambung dia, minggu lalu masih ada 160 slot kuota. Namun pada Senin (4/10/2021), kuota sudah terpenuhi. Pihaknya pun menambah jumlah tempat wisata yang mendapatkan sertifikasi CHSE.

"Kalau sekarang total yang mendapatkan (CHSE) 330-an, paling banyak hotel dan restoran. Yang diusulkan buka yang sudah CHSE maupun belum, tetapi mendapatkan QR Code PeduliLindungi, Qris untuk pembayaran," ujar Singgih.

Baca juga: Malioboro Tak Kunjung Dapat QR Code PeduliLindungi, Pemkot Yogyakarta Kembangkan Aplikasi Sendiri

Disinggung soal vaksinasi bagi pelaku wisata, menurut dia sekarang ini hampir seluruh pelaku wisata sudah mendapat vaksinasi dosis pertama. Sedangkan untuk dosis kedua sedang dalam proses.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.