Kompas.com - 07/10/2021, 13:09 WIB
Jamaah Muslim berdoa di sekitar Ka'bah di kompleks Masjidil Haram, tempat suci umat Islam, di kota suci Mekah di Arab Saudi pada 1 November 2020, ketika pihak berwenang memperluas ziarah umrah sepanjang tahun untuk menampung lebih banyak jemaah sambil melonggarkan pembatasan pandemi coronavirus COVID-19 . - Pihak berwenang Saudi sebelumnya telah mengumumkan bahwa tahap ketiga dari perluasan doa mulai dari 1 November akan mengizinkan pengunjung dari luar negeri. Batas jemaah umrah kemudian akan dinaikkan menjadi 20.000, dengan total 60.000 jemaah diperbolehkan. AFPJamaah Muslim berdoa di sekitar Ka'bah di kompleks Masjidil Haram, tempat suci umat Islam, di kota suci Mekah di Arab Saudi pada 1 November 2020, ketika pihak berwenang memperluas ziarah umrah sepanjang tahun untuk menampung lebih banyak jemaah sambil melonggarkan pembatasan pandemi coronavirus COVID-19 . - Pihak berwenang Saudi sebelumnya telah mengumumkan bahwa tahap ketiga dari perluasan doa mulai dari 1 November akan mengizinkan pengunjung dari luar negeri. Batas jemaah umrah kemudian akan dinaikkan menjadi 20.000, dengan total 60.000 jemaah diperbolehkan.

 

KOMPAS.com – Arab Saudi sudah mencabut larangan penerbangan dari Indonesia menuju ke negara itu sejak 24 Agustus 2021, tetapi hingga saat ini kegiatan umrah masih belum bisa diselenggarakan.

Sebab, melansir Kompas.com, Kamis (2/9/2021), perizinan tersebut dibatasi hanya untuk orang yang bermukim di Mekkah (mukimin), ekspatriat, diplomat asing, atau praktisi kesehatan.

Guna menghilangkan kerinduan masyarakat Indonesia akan kegiatan umrah, Kompas.com mengadakan acara Live Instagram Kompas.com “Live Umrah 1443 H Pada saat New normal”, Selasa (5/10/2021).

Lantas, seperti apa kegiatan umrah selama pandemi Covid-19 per Oktober 2021? Berikut Kompas.com rangkum:

Baca juga: Alasan Jemaah Umrah Asal Indonesia Disukai Masyarakat Arab Saudi

1. Ihram dan miqat di Madinah

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kompas.com (@kompascom)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Utama PT Jannah Firdaus Tour & Travel, Bambang Cahyadi, mengatakan bahwa hal pertama yang dilakukan adalah ihram dan miqat atau berniat untuk melakukan umrah.

“Ibadah umrah memang berawal dari keinginan kita untuk melakukan ziarah ke Masjidil Haram. Ada pakaian ihram. Laki-laki pakaiannya dua helai kain putih yang tidak boleh memiliki jahitan yang membentuk tubuh,” jelasnya.

Sementara untuk jemaah perempuan, mereka bebas menggunakan warna kain apa saja yang penting menutupi aurat kecuali wajah dan tangan.

Terkait pengambilan miqat di Madinah, tepatnya di Masjid Tan’im, hal ini berdasarkan fleksibilitas untuk membuat para jemaah merasa nyaman.

Baca juga: Syarat Karantina 14 Hari di Negara Lain untuk Umrah Bikin Biaya Lebih Mahal

“Miqat ada di empat tempat yakni Yalamlam, Masjid Bir Ali, Qarnul Manazil, dan Masjid Tan’im. Kenapa dipilih Madinah? Supaya jemaah tidak repot ihram di atas pesawat,” ujar Bambang.

2. Tiba di Masjidil Haram, check-in pakai aplikasi

Bambang melanjutkan, saat ini seluruh jemaah perlu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum masuk ke Masjidil Haram.

Adapun, pemeriksaan kelengkapan syarat umrah dilakukan melalui aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna yang mirip dengan PeduliLindungi.

“Ini syarat masuk ke Masjidil Haram. Sebelum masuk ke Masjidil Haram, pindai kode QR,” ucap Bambang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.