Kompas.com - 09/10/2021, 19:22 WIB

KOMPAS.com - Pelaku pariwisata mempertanyakan negara-negara asal wisatawan mancanegara (wisman) yang nantinya boleh ke Bali.

Sebelumnya dilaporkan Kompas.com, Senin (4/10/2021), Bali akan menerima penerbangan internasional mulai 14 Oktober 2021.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia berencana menerima kunjungan wisatawan dari sejumlah negara, termasuk dari Korea Selatan, China, Jepang, dan Selandia Baru. Selanjutnya ada juga Abu Dhabi dan Dubai di Uni Emirat Arab.

Wisman dari negara-negara tersebut wajib menjalani karantina selama delapan hari. Kendati demikian, pemerintah berencana mengurangi masa karantina hingga lima hari.

Walau nama-nama negara sudah disebutkan, namun Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menegaskan bahwa pihaknya masih merundingkan negara asal wisman. 

"Persiapan sedang berlangsung. Kami belum finalisasi negara mana yang kami buka untuk penerbangan langsung ke Bali," ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Senin. 

Baca juga:

Masih memberlakukan karantina 

Ilustrasi wisatawan di Bali. Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ilustrasi wisatawan di Bali.

Meskipun masih dibahas, pemilihan negara-negara tersebut mengundang pertanyaan dari pelaku pariwisata di Indonesia. 

Hal itu lantaran ada negara-negara yang masih memberlakukan karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri, di antaranya China dan Selandia Baru.

Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno mengatakan, masa karantina dapat memberatkan pelaku perjalanan luar negeri, terutama dari segi biaya dan waktu.

"Ketika orang Selandia Baru, China, Jepang, Korea (Selatan) datang ke Indonesia, karantina delapan hari di resort di Bali. Tapi ketika mereka kembali ke negara mereka ternyata mereka masih harus menjalani karantina - itupun (bisa) 14 hari," ujar Pauline, Jumat (8/10/2021).

Adapun Pauline menyampaikan hal itu dalam acara Pertemuan Lintas 4 Asosiasi Pariwisata bertema “Membahas Aturan Mengenai Kebijakan Karantina yang Banyak Mendapat Protes Dari Masyarakat”, Jumat.

Berdasarkan CNNbeberapa wilayah China menerapkan kewajiban karantina selama 14 hingga 21 hari. 

Pauline juga menyebutkan aturan maskapai penerbangan yang berlaku di Negeri Tirai Bambu. Satu maskapai penerbangan hanya boleh terbang sekali ke satu kota dalam kurun waktu satu minggu. 

"Kebayang enggak Garuda Indonesia punya rute ke Beijing, Shanghai, Chengdu, Guangzhou, selama satu minggu hanya bisa satu kali ke satu kota juga. Kalau minggu ini sudah ke Guangzhou, minggu ini enggak boleh terbang lagi ke Beijing, Shanghai, Chengdu. Aturan ini menurut China masih akan diberlakukan (hingga) semester pertama tahun depan (2022)," terangnya.

Sedangkan untuk Selandia Baru, pemerintah setempat menerapkan kebijakan Managed Isolation and Quarantine (MIQ)

Kebijakan tersebut, menurut Pauline, mewajibkan pelaku perjalanan luar negeri untuk memiliki izin keluar dan memesan fasilitas karantina. 

"Setiap kali mereka mau keluar Selandia Baru, mereka harus punya exit permit, mereka harus minta izin dan antre untuk dapat fasilitas karantina nantinya ketika mereka kembali ke negara mereka. Sampai sekarang sudah ada antrean 10.000 warga Selandia Baru yang minta MIQ itu," jelasnya. 

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Jalan Jalan
Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Jalan Jalan
Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Travel Update
Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Travel Update
5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

Jalan Jalan
Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Jalan Jalan
7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

Travel Tips
3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

Travel Update
Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Jalan Jalan
Awas Bahaya! Hindari 3 Hal Ini Saat Trekking

Awas Bahaya! Hindari 3 Hal Ini Saat Trekking

Travel Tips
Literasi dan Edukasi Sampah Plastik, Upaya Jaga Keindahan Labuan Bajo

Literasi dan Edukasi Sampah Plastik, Upaya Jaga Keindahan Labuan Bajo

Travel Update
Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif Rp 3,75 Juta Per Orang

Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif Rp 3,75 Juta Per Orang

Travel Update
Batik Air Terbang ke Samarinda dan Pekanbaru dari Halim per 1 Oktober

Batik Air Terbang ke Samarinda dan Pekanbaru dari Halim per 1 Oktober

Travel Update
7 Patung Yesus Tertinggi di Dunia, Ada yang dari Indonesia

7 Patung Yesus Tertinggi di Dunia, Ada yang dari Indonesia

Jalan Jalan
Harga Tiket Wahana Romokalisari Adventure Land, Wisata Baru Surabaya

Harga Tiket Wahana Romokalisari Adventure Land, Wisata Baru Surabaya

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.