Masa Karantina Turis Asing di Indonesia Diharapkan Berkurang, Tapi...

Kompas.com - 10/10/2021, 08:10 WIB

Menggunakan skema Travel Corridor Arrangement

Indonesia juga bisa mencontoh bagaimana sejumlah negara mendata negara asal wisman yang boleh masuk. 

"Tentunya harus ada Travel Corridor Arrangement (TCA), resiprokal. Ketika mereka masuk Indonesia, ditiadakan karantinanya - cukup satu hari untuk (tes) PCR. Dan ketika warga negara Indonesia (WNI) masuk ke negara mereka, tidak perlu dikarantina," jelas Pauline, dikutip dari Kompas.com pada Sabtu (9/10/2021).

Ia memberi contoh Vaccinated Travel Lane (VTL) antara Singapura dengan Jerman dan Brunei.

"Jadi resiprokal - dua negara tidak perlu ada karantina," tambahnya. 

Koordinasi yang baik antar-kementerian dan lembaga

Ilustrasi wisatawan sedang liburan di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Bali. SHUTTERSTOCK/GUITAR PHOTOGRAPHER Ilustrasi wisatawan sedang liburan di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Bali.

Dalam acara yang sama, Ketua Umum Asosiasi Tour dan Travel Agent (ASITA), Artha Hanif, menyarankan adanya koordinasi yang baik antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian/Lembaga lainnya.

"Koordinasinya harus dibuat bagus sedemikian rupa, praktis, simpel, dan dapat dipahami dengan baik oleh WNI yang pulang (ke Indonesia) maupun warga negara asing (WNA) yang datang ke Indonesia," katanya.

Baca juga:

Hal tersebut berkaitan dengan syarat wisman dan pelaku perjalanan luar negeri yang ingin ke Indonesia, di antaranya mereka dalam kondisi sehat, menjalani tes PCR, dan bervaksin Covid-19 lengkap.

Ia juga mengusulkan masa karantina dikurangi menjadi tiga hingga dua hari. 

"Kalau diperlukan karantina karena berbagai kepentingan PCR (yang) tidak bisa segera diumumkan atau visa on arrival yang butuh waktu, paling enggak dibuatlah tiga atau dua hari," ujarnya. 

Paket-paket tur perlu disiapkan

Menurut Artha, perlu disiapkan pelatihan tentang tempat wisata atau paket tur yang ditujukan untuk wisman. 

"Bisa diberi semacam exercise (pelatihan), destinasi-destinasi mana saja atau paket-paket tur mana saja yang dimungkinkan didatangi WNA dari negara manapun asal memenuhi ketentuan," katanya.

Ia berpendapat bahwa wisman tersebut bisa dipantau oleh pemandu mereka. Para wisatawan tersebut juga naik kendaraan khusus dan menjalani tes PCR pada hari kelima mereka di Indonesia. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.