Kompas.com - 10/10/2021, 13:33 WIB

 

KOMPAS.com – Saat ini, layanan paspor sudah dibuka kembali untuk masyarakat yang ingin membuat paspor untuk kebutuhan ke luar negeri.

Misalnya mengunjungi keluarga yang tinggal di negara lain, untuk keperluan studi, atau sekadar berlibur melepas penat.

Baca juga: Cara Bikin Paspor Online, Simak Selengkapnya

Namun untuk pembuatannya, masyarakat perlu mengeluarkan sejumlah biaya pembuatan paspor yang teah ditentukan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2019.

“Biaya pengurusan paspor termasuk dalam daftar tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Keimigrasian,” terang Kepala Sub-Bagian Humas Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Achmad Nur Saleh, mengutip keterangan dalam situs resmi Ditjen Imigrasi, Senin (4/10/2021).

Baca juga: Lebih Baik Bikin E-Paspor Atau Paspor Biasa?

Ia melanjutkan, biaya yang ditetapkan dalam PP Nomor 28 Tahun 2019 diterapkan oleh seluruh Kantor Imigrasi di Indonesia.

Untuk melakukan pembayaran, yang bersangkutan dapat melakukannya via teller di seluruh bank, mobile banking, Kantor Pos, hingga aplikasi e-commerce.

Biaya bikin paspor 2021

Jika ingin mengetahui lebih lanjut, berikut biaya bikin paspor tahun 2021 ini yang Kompas.com rangkum, Minggu (10/10/2021):

Cara membuat paspor tanpa mengantreindonesia.go.id Cara membuat paspor tanpa mengantre

  • Paspor biasa (48 halaman): Rp 350.000 per permohonan
  • Paspor elektronik (48 halaman): Rp 650.000 per permohonan
  • Surat perjalanan laksana paspor untuk WNI: Rp 100.000 per permohonan
  • Surat perjalanan laksana paspor untuk WNA: Rp 150.000 per permohonan
  • Layanan percepatan paspor selesai pada hari yang sama: Rp 1 juta per permohonan

Mengutip Kompas.com, Rabu (18/8/2021), Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arya Pradhana Anggakara mengatakan bahwa perpanjangan paspor yang hampir atau sudah kedaluwarsa tidak dikenakan biaya.

Baca juga: Kekuatan Paspor Kelas Atas Melemah Selama Pandemi, Ini Alasannya

“Denda hanya untuk paspor hilang dan rusak saja. Menurut Permen 28/2019, denda untuk paspor rusak adalah Rp 500.000 dan untuk paspor hilang Rp 1 juta,” jelasnya.

Meski begitu dalam penjelasan Achmad, paspor yang rusak atau hilang karena bencana seperti banjir atau kebakaran akan dibebaskan dari biaya denda.

Syaratnya, pemohon harus melampirkan surat keterangan dari kelurahan setempat yang menyatakan terjadinya bencana di tempat tinggalnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.