Kompas.com - 11/10/2021, 13:32 WIB
Museum Sangiran flickrMuseum Sangiran

KOMPAS.comDesa Wisata Sangiran di Desa Krikilan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, merupakan rumah bagi situs sejarah yang diakui oleh UNESCO.

Melansir rilis dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Sabtu (9/10/2021), desa ini masuk dalam daerah cagar budaya Sangiran dan ditetapkan sebagai World Culture Heritage oleh UNESCO pada 1996.

Adapun, hal tersebut lantaran Desa Krikilan merupakan situs arkeologi di Pulau Jawa yang mana banyak fosil manusia purba ditemukan di sana.

Baca juga: Berkunjung ke Museum Sangiran? Ada Apa Saja?

Desa Wisata Sangiran ini kelasnya dunia karena ada situs yang sudah diakui dunia oleh UNESCO sebagai situs yang umurnya 1,8 juta tahun,” tutur Menparekraf Sandiaga Uno saat melakukan kunjungan ke Desa Wisata Sangiran, Sabtu.

Dirinya melanjutkan, situs tersebut merupakan situs tertua dan menunjukkan bahwa peradaban bangsa Indonesia merupakan peradaban tinggi.

Desa Wisata Sangiran di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Desa Wisata Sangiran di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Potensi lain yang dimiliki Desa Wisata Sangiran

Selain menjadi tempat bagi ditemukannya banyak fosil manusia purba, Desa Wisata Sangiran juga memiliki potensi lain yang dapat dinikmati wisatawan.

Wisata sejarah

Salah satunya adalah wisata air asin Pablengan yang merupakan sumber mata air asin berusia lebih dari 2 juta tahun.

Baca juga: Es Buto Ijo, Tersebar di Seluruh Sragen

Sumber mata air ini terbentuk dari pergeseran bumi dan letusan gunung berapi yang membuat Sangiran menjadi daratan setelah sebelumnya adalah lautan.

Selanjutnya adalah Pundek Tingkir, peninggalan masa lalu yang dipercaya sebagai peninggalan Joko Tinggir karena memiliki petilasannya di dalamnya. Tempat ini juga memiliki beberapa spot fot

Desa Wisata Sangiran di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Desa Wisata Sangiran di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Desa Wisata Sangiran juga memiliki Museum Manusia Purba Sangiran yang menyajikan informasi seputar peradaban manusia purba Jawa, dan binatang purba yang ditemukan di Jawa.

Wisata budaya

Untuk kegiatan wisata budaya, pengunjung dapat menikmati beragam kesenian di desa ini. Misalnya adalah Gamelan Renteng, gamelan berusia satu abad yang masih dipakai hingga kini.

Ada juga Tari Gerbang Sukowati yang memiliki pesan ajakan bagi warga Sragen untuk turut membangun kabupaten tersebut.

Baca juga: Daftar 3 Tempat Wisata Jawa Tengah yang Buka, Bisa Dikunjungi dengan DAMRI

Kemudian adalah Tari Bubak Kawah, tradisi orangtua melepas anaknya yang digambarkan oleh perabot rumah tangga yang digotong.

Wisata kuliner dan belanja oleh-oleh

Untuk produk ekonomi kreatif, Desa Wisata Sangiran memiliki beragam produk kuliner seperti jajanan pasar, sate lontong, sego (nasi) kuning, sego bancaan, gendar pecel, bubur srintil, dan kopi purba.

Desa Wisata Sangiran di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Desa Wisata Sangiran di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Sementara untuk produk kriya, wisatawan dapat menemukan kerajinan bambu, watu lurik, kerajinan watu, watu akik, watu sangir, dan kapak purba.

“Saya lihat potensinya luar biasa Desa Wisata Sangiran ini karena ada wisata edukasi, wisata berbasis sejarah, dan wisata berbasis budaya. Tapi yang betul-betul menyentuh saya adalah produk ekonomi kreatifnya,” terang Sandiaga.

Baca juga: 5 Gunung Tertinggi di Jawa Tengah, Mana yang Sudah Kamu Daki?

Baru jadi desa wisata selama dua tahun

Sandiaga mengatakan, Desa Wisata Sangiran merupakan desa wisata rintisan yang baru berusia dua tahun.

Desa wisata ini juga termasuk dalam 50 desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, sebuah ajang yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). 

Baca juga: 50 Desa Wisata Terbaik di Indonesia

Harapannya, desa ini dapat menjadi desa wisata mandiri yang memiliki ketersediaan dan akses ke pelayanan dasar yang mencukupi.

Selain itu, desa wisata tersebut juga diharap memiliki infrastruktur yang memadai, aksesibilitas atau transportasi yang mudah, pelayanan umum yang bagus, dan penyelenggaraan pemerintahan yang sudah baik.

“Jadi, Desa Wisata Sangiran ini menariknya desa wisata rintisan, baru dua tahun lalu terkena pandemi Covid-19. Kami berharap desa ini akan naik dari rintisan menjadi berkembang, maju, dan mandiri,” ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.