Kompas.com - 14/10/2021, 11:15 WIB
Suasana di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALSuasana di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang,

 

KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia resmi memangkas periode karantina bagi pelaku perjalanan internasional menjadi 5x24 jam. Aturan mulai efektif per 14 Oktober 2021.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 20 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Covid-19.

Baca juga: Daftar 35 Hotel Karantina Turis Asing di Bali

Berdasarkan SE tersebut, karantina akan dilakukan setibanya warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA) tiba di Indonesia usai melakukan tes ulang PCR.

Bagi WNI, karantina terpusat dan tes ulang PCR akan ditanggung oleh pemerintah. Namun, ini hanya berlaku untuk kategori berikut:

Baca juga: Hotel Karantina Turis Asing di Bali Tidak Terima Tamu Biasa

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Pekerja Migran Indonesia
  • Pelajar atau mahasiswa
  • Pegawai pemerintah yang kembali dari perjalanan dinas luar negeri, sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 14 Tahun 2021

Sementara untuk WNI yang tidak termasuk dalam kategori di atas, juga WNA termasuk diplomat asing, di luar kepala perwakilan asing dan keluarga kepala perwakilan asing, mereka menjalani karantina di tempat akomodasi karantina.

Meski demikian, akomodasi karantina harus mendapat rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19 yang telah memenuhi syarat dan ketentuan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Baca juga: Selebgram Dikabarkan Kabur dari Karantina, Berapa Lama Waktu Karantina WNI dari Luar Negeri?

Untuk kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia, mereka dapat melakukan karantina mandiri di kediaman masing-masing. Periode karantina tetap sama yakni 5x24 jam.

Pada hari keempat karantina, WNI dan WNA akan dilakukan tes PCR kedua. Jika hasilnya negatif, mereka dapat melanjutkan perjalanan.

Baca juga: Angkasa Pura I Beri Stimulus untuk Penerbangan Internasional di Bali

Jika hasilnya positif, mereka wajib melakukan perawatan di fasilitas isolasi terpusat untuk orang tanpa gejala (OTG) dan orang dengan gejala ringan, atau rumah sakit rujukan untuk orang dengan gejala sedang dan berat.

Biaya perawatan untuk WNI sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Sementara bagi WNA seluruh biayanya ditanggung mandiri.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hotel Karantina Turis Asing di Bali Boleh Terima Tamu Biasa, Tetapi...

Hotel Karantina Turis Asing di Bali Boleh Terima Tamu Biasa, Tetapi...

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, Simak Syarat Kunjungannya

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, Simak Syarat Kunjungannya

Travel Update
Segera Hadir, Eiger Adventure Land Bogor yang Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Segera Hadir, Eiger Adventure Land Bogor yang Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Travel Update
PPKM Diperpanjang, Wisata Air Bisa Buka hingga Anak-anak Boleh Masuk Bioskop

PPKM Diperpanjang, Wisata Air Bisa Buka hingga Anak-anak Boleh Masuk Bioskop

Travel Update
Evaluasi PPKM, Anak-anak Boleh Masuk Tempat Wisata di Daerah Level 1 dan 2

Evaluasi PPKM, Anak-anak Boleh Masuk Tempat Wisata di Daerah Level 1 dan 2

Travel Update
Hingga 16 Oktober, Penerbangan Internasional ke Bali Masih Belum Ada

Hingga 16 Oktober, Penerbangan Internasional ke Bali Masih Belum Ada

Travel Update
AP I Umumkan Syarat untuk Turis Asing yang Ingin Wisata ke Bali dan Kepri

AP I Umumkan Syarat untuk Turis Asing yang Ingin Wisata ke Bali dan Kepri

Travel Update
Tips dan Panduan Wisata ke Setu Babakan, Jangan Lupa Check-in

Tips dan Panduan Wisata ke Setu Babakan, Jangan Lupa Check-in

Travel Tips
6 Alasan Kenapa Harus Wisata ke Setu Babakan di Jakarta Selatan

6 Alasan Kenapa Harus Wisata ke Setu Babakan di Jakarta Selatan

Jalan Jalan
Panduan Wisata ke Pulau Lengkuas Belitung Saat Pandemi Covid-19

Panduan Wisata ke Pulau Lengkuas Belitung Saat Pandemi Covid-19

Jalan Jalan
6 Hal yang Dapat Ditemukan Saat Wisata ke Setu Babakan Jakarta

6 Hal yang Dapat Ditemukan Saat Wisata ke Setu Babakan Jakarta

Jalan Jalan
6 Oleh-oleh Kerajinan Khas Pontianak, Ada Batu Kecubung dan Kain Tenun

6 Oleh-oleh Kerajinan Khas Pontianak, Ada Batu Kecubung dan Kain Tenun

Jalan Jalan
Candi Prambanan Tawarkan Paket Pruputan, Bisa Olahraga Pagi di Area Candi

Candi Prambanan Tawarkan Paket Pruputan, Bisa Olahraga Pagi di Area Candi

Travel Update
Jalan-jalan di Kota Solo Kini Bisa Naik Mobil Listrik Wisata

Jalan-jalan di Kota Solo Kini Bisa Naik Mobil Listrik Wisata

Travel Update
Museum Setu Babakan Batasi Kunjungan, Hanya di Lantai 1

Museum Setu Babakan Batasi Kunjungan, Hanya di Lantai 1

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.