Kompas.com - 19/10/2021, 16:04 WIB

 

KOMPAS.com – Sejak dibukanya kembali Batam, Bintan, dan Bali mulai 14 Oktober 2021, salah satu syarat yang wajib dipatuhi wisatawan mancanegara (wisman) adalah kepemilikian asuransi kesehatan.

Adapun, asuransi kesehatan tersebut harus dengan nilai pertanggungan minimal 100.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,4 miliar yang mencakup biaya penanganan Covid-19.

Belakangan ini, santer kabar bahwa syarat tersebut dirasa berat bagi wisman. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno angkat bicara soal kabar tersebut.

“Terkait kabar ketentuan asuransi hingga Rp 1 miliar yang disebut memberatkan wisman, untuk bepergian ke luar negeri, setiap wisman sudah semestinya wajib memiliki asuransi kesehatan,” tegasnya dalam Weekly Press Briefing, Senin (18/10/2021).

Melalui asuransi tersebut, wisman yang tidak tercatat sebagai warga negara Indonesia (WNI) dapat mengakses fasilitas kesehatan dengan baik jika terpapar Covid-19.

Terlebih, biaya perawatan wisman dan warga negara asing (WNA) berada di luar tanggungan pemerintah Indonesia.

Baca juga:

Nilai tanggungan dan bukan nilai premi

Sandiaga menjelaskan, nilai Rp 1,4 miliar tersebut merupakan nilai tanggungan maksimal asuransi dan bukan nilai premi yang dibayar wisman.

“Pemerintah telah menetapkan dua premi asuransi kesehatan bagi wisman yakni asuransi kesehatan dengan premi Rp 800.000 dan premi Rp 1 juta,” tuturnya.

Dua asuransi kesehatan dengan premi tersebut memiliki nilai tanggungan maksimal Rp 1,6 miliar-Rp 2 miliar dengan masa berlaku 30-60 hari.

Ilustrasi wisatawan sedang liburan di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Bali. SHUTTERSTOCK/GUITAR PHOTOGRAPHER Ilustrasi wisatawan sedang liburan di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Bali.

Dirinya mengatakan, manfaat asuransi tersebut di antaranya untuk membayar biaya kamar perawatan, ICU, perawatan, serta kunjungan dokter dan ambulans.

Asuransi kesehatan tersebut juga akan digabung dengan biaya paket karantina. Asuransi ini bisa dimanfaatkan untuk biaya pengobatan saat isolasi mandiri dan santunan meninggal terpapar Covid-19,” ungkap Sandiaga.

“Nilai premi yang ditetapkan pemerintah juga lebih rendah dengan negara lainnya. Di Amerika, misalnya, nilai asuransi kesehatan dua kali lipat dari Indonesia yaitu 250.000 dollar AS atau sekitar Rp 3,5 miliar,” imbuhnya.

Lebih lanjut, jika ada wisman yang tidak punya asuransi dari negara asalnya, mereka dapat mengambil asuransi yang disediakan oleh penyedia asuransi di Indonesia.

“Ini yang sedang kami sosialisasikan, dan diharapkan jadi opsi agar tidak ada lagi kekhawatiran di penyelenggaraan masuknya wisman ini. Jika seandainya ada wisman yang terkena Covid-19, maka biaya akan ditanggung asuransi tersebut,” pungkas Sandiaga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.