Kompas.com - 25/10/2021, 11:16 WIB
Museum Kapal PLTD Apung di Blancut, Kota Banda Aceh. dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi KreatifMuseum Kapal PLTD Apung di Blancut, Kota Banda Aceh.

Di sekitar kawasan kapal adalah bangunan rumah yang hancur akibat dihantam tsunami. Kapal ini juga dikelilingi oleh jembatan tua yang butuh perbaikan.

Meski demikian, kondisi kapal masih utuh sehingga pengunjung dapat melihat jangkar yang berada di dek paling bawah, dan kabel-kabel yang putus. Dari atas kapal, wisatawan dapat melihat kota Banda Aceh.

Di kapal ini juga terdapat informasi seputar sejarah PLTD Apung, hingga simulasi kapal hingga bisa sampai ke pusat kota.

Baca juga:

Penting untuk bangun pemahaman tentang bencana alam

Menparekraf Sandiaga Uno sempat berkunjung ke Museum Kapal PLTD Apung pada Selasa. Menurutnya, tempat wisata ini penting dalam membangun pemahaman bagi wisatawan tentang sebuah peristiwa atau bencana alam.

Dirinya menambahkan bahwa museum tersebut penting untuk membangun pemahaman terkait langkah mitigasi saat terjadi bencana alam.

“Terakhir saya kunjungi pada Maret 2005. Pada saat itu baru saja terjadi tsunami dan sekarang setelah lebih dari 17 tahun sudah terbentuk museum. Untuk itu, saya sangat mengapresiasi pak Walikota, pak Kadispar, karena dapat menghadirkan wisata edukasi di sini,” ujar Sandiaga.

Museum Kapal PLTD Apung di Blancut, Kota Banda Aceh.dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Museum Kapal PLTD Apung di Blancut, Kota Banda Aceh.

Selama kunjungan, dia didampingi oleh Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin, Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh Iskandar, dan Kepala Desa Gampong Armaya Surya.

Perbaruan fasilitas

Sandiaga berencana untuk mengadakan sebuah acara secara hybrid pada 26 Desember 2021 dengan mengundang pihak Rinkai Disaster Prevention Park, Jepang.

Adapun, diskusi dilakukan untuk bertukar gagasan dalam mendukung pengembangan sektor parekraf di Museum Kapal PLTD Apung.

Dia juga mengajak generasi milenial untuk berpartisipasi dalam membuat kegiatan yang dapat mendatangkan manfaat bagi museum tersebut.

“Hal ini tentunya membuka peluang kita untuk memperbarui fasilitas di sini, seperti jembatan yang mengitari kapal yang sudah mulai dimakan usia, lalu air mancur, dan juga fasilitas pendukung lainnya,” jelas Sandiaga.

Dia melanjutkan, tahun depan pihaknya akan mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah dari konferensi besar tentang kebencanaan.

“Nanti mungkin salah satu side event-nya adalah mengunjungi Museum PLTD Apung,” imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.