Kompas.com - 28/10/2021, 10:10 WIB
Raja Ampat di Papua Barat menjadi rumah bagi sekitar 1.500 spesies ikan, 500 spesies koral, dan lebih dari 600 hewan bawah laut. DOK. FREEPIKRaja Ampat di Papua Barat menjadi rumah bagi sekitar 1.500 spesies ikan, 500 spesies koral, dan lebih dari 600 hewan bawah laut.

KOMPAS.com - Raja Ampat, Papua Barat, sudah kembali menerima wisatawan sejak sekitar 20 Agustus 2021.

Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat Yusdi Lamatenggo mengatakan, wisatawan yang hendak berkunjung harus mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

"Iya betul sudah dibuka sejak level PPKM kita turun jadi Level 2, tapi dengan protokol kesehatan yang ketat mulai dari vaksin, lalu tes PCR-nya," ujar dia kepada Kompas.com di Desa Wisata Arborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Rabu (27/10/2021).

Dirinya melanjutkan, sejak dibuka kembali, kunjungan wisatawan Nusantara (wisnus) ke salah satu destinasi wisata bahari di Indonesia itu sudah mulai terlihat.

Meski begitu, dia mengakui bahwa jumlah kunjungan wisnus masih terlihat jauh lebih rendah dibandingkan jumlah kunjungan sebelum pandemi Covid-19.

"Ada kunjungan dan meningkat (sejak Agustus), tapi tidak kayak tahun-tahun sebelumnya karena sudah dibuka, tetapi wisatawan harus tes PCR dan lain-lain. Jadi kunjungan masih belum seperti yang diharapkan," jelas Yusdi.

Baca juga:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, faktor lain yang membuat pariwisata Raja Ampat masih sepi peminat adalah musim ombak yang pada saat itu sedang terjadi.

Menurut dia, terjadinya musim ombak membuat situasi untuk berada di laut kurang bagus.

Kendati saat ini kunjungan wisatawan--dalam hal ini wisnus--masih sepi, Yusdi berharap akan ada peningkatan jumlah kunjungan.

Terlebih lagi, usai Desa Wisata Arborek di Kabupaten Raja Ampat mendapat kunjungan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno pada Rabu.

"Pandemi bukan di Raja Ampat saja, tapi di dunia, seluruh daerah mengalami ini. Yang penting, sekarang kita beri motivasi (pada pelaku pariwisata dan ekraf) untuk jangan putus asa. Kunjungan (Sandiaga) sekarang (diharap) bangkitkan pelaku ekraf di Raja Ampat," pungkas Yusdi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Travel Update
Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Travel Update
Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Travel Update
Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Travel Update
5 Tips Wisata di Puncak Kuik Ponorogo agar Puas Nikmati Keindahannya

5 Tips Wisata di Puncak Kuik Ponorogo agar Puas Nikmati Keindahannya

Travel Tips
Rute ke Candi Sukuh, Sekitar 45 dari Pusat Kabupaten Karanganyar

Rute ke Candi Sukuh, Sekitar 45 dari Pusat Kabupaten Karanganyar

Travel Tips
5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

Travel Tips
Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.